Javascript must be enabled to continue!
RESPONS IMUN PADA KARIES DAN PERAN ODONTOBLAST DALAM RESPONS IMUN
View through CrossRef
Karies yang tidak dirawat akan dapat berlanjut ke dentin, dan mayoritas ditemukan bakteri gram positif dan gram negatif pada kavitas gigi. Difusi bakteri patogen melalui produk toksin bakteri akan masuk ke dalam tubulus dentin sehingga menyebabkan inflamasi pulpa dan reaksi imun pada pulpa gigi. Kompleks pulpa-dentin mampu menginisiasi respons imun alamiah (innate) dan adaptif, yang bekerja pada proses awal invasi karies moderat.Tujuan ulasan ini adalah untuk membicarakan tentang respons imun terhadap karies dan peran odontoblast dalam respons imun pulpa gigi. Literatur menunjukkan peran odontoblasts dalam meregulasi respons imun pulpa gigi dan respons inflamasi terhadap bakteri kariogenik. Odontoblast berpartisipasi dalam sensing patogen oleh toll-like receptors (TLR 2 mendeteksi LTA; TLR 4 mendeteksi LPS), memproduksi kemokin (contoh CCL2 dan CXCL10), dan sitokin (TNF-α, IFN-γ, IL-1β and IL-6). Odontoblast juga memproduksi peptida antimikroba (β-defensin), dan juga mengekspresikan berbagai integrin yang berfungsi sebagai signaling dalam meregulasi proses perbaikan pada saat mendapatkan injuri. Disimpulkan bahwa odontoblast berperan dalam mendeteksi patogen yang masuk ke tubuli dentin selama proses karies dan sebagai pemicu imun respons pada jaringan pulpa.
Title: RESPONS IMUN PADA KARIES DAN PERAN ODONTOBLAST DALAM RESPONS IMUN
Description:
Karies yang tidak dirawat akan dapat berlanjut ke dentin, dan mayoritas ditemukan bakteri gram positif dan gram negatif pada kavitas gigi.
Difusi bakteri patogen melalui produk toksin bakteri akan masuk ke dalam tubulus dentin sehingga menyebabkan inflamasi pulpa dan reaksi imun pada pulpa gigi.
Kompleks pulpa-dentin mampu menginisiasi respons imun alamiah (innate) dan adaptif, yang bekerja pada proses awal invasi karies moderat.
Tujuan ulasan ini adalah untuk membicarakan tentang respons imun terhadap karies dan peran odontoblast dalam respons imun pulpa gigi.
Literatur menunjukkan peran odontoblasts dalam meregulasi respons imun pulpa gigi dan respons inflamasi terhadap bakteri kariogenik.
Odontoblast berpartisipasi dalam sensing patogen oleh toll-like receptors (TLR 2 mendeteksi LTA; TLR 4 mendeteksi LPS), memproduksi kemokin (contoh CCL2 dan CXCL10), dan sitokin (TNF-α, IFN-γ, IL-1β and IL-6).
Odontoblast juga memproduksi peptida antimikroba (β-defensin), dan juga mengekspresikan berbagai integrin yang berfungsi sebagai signaling dalam meregulasi proses perbaikan pada saat mendapatkan injuri.
Disimpulkan bahwa odontoblast berperan dalam mendeteksi patogen yang masuk ke tubuli dentin selama proses karies dan sebagai pemicu imun respons pada jaringan pulpa.
Related Results
PERBEDAAN RERATA KEASAMAN MULUT BERBAGAI KELOMPOK KARIES GIGI PADA PASIEN DI RSGM BAITURRAHMAH PADANG
PERBEDAAN RERATA KEASAMAN MULUT BERBAGAI KELOMPOK KARIES GIGI PADA PASIEN DI RSGM BAITURRAHMAH PADANG
Riset kesehatan dasar tahun 2007 menyebutkan 72,1% penduduk Indonesia terkena karies gigi. Karies gigi adalah suatu proses patologis jaringan keras gigi (email dan dentin) yang ter...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Perilaku Ibu Yang Menyebabkan Terjadinya Rampan Karies Pada Anak Pra Sekolah
Perilaku Ibu Yang Menyebabkan Terjadinya Rampan Karies Pada Anak Pra Sekolah
Early Childhood caries is a multifactorial disease in which these factors interact. Factors of dental caries occurrence include factors from food, oral hygiene, and unhealthy habit...
Gambaran Karies Gigi Sulung pada Anak Stunting di Indonesia
Gambaran Karies Gigi Sulung pada Anak Stunting di Indonesia
Abstract: Dental caries, as well as stunting in children, is still a worldwide problem including in Indonesia. Malnutrition can cause stunting and abnormal growth and development o...
Tingkat Pengetahuan Dokter Gigi Terhadap Penggunaan Vaksin Karies Gigi di Lahan Basah
Tingkat Pengetahuan Dokter Gigi Terhadap Penggunaan Vaksin Karies Gigi di Lahan Basah
Karies adalah penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan keras gigi. Kalimantan Selatan sebagian besar wilayahnya adalah area lahan basah. Kandungan air lahan basah me...
PERBEDAAN TOPICAL FLUORIDE APPLICATION DAN FISSURE SEALANT DALAM MENCEGAH KARIES PADAGIGI MOLAR SATU
PERBEDAAN TOPICAL FLUORIDE APPLICATION DAN FISSURE SEALANT DALAM MENCEGAH KARIES PADAGIGI MOLAR SATU
Abstract: Topical Fluoride Application And Fissure Sealant To Prevent Dental Caries Permanent First Molars. Anatomy pits and fissures of teeth are caries initiation vulnerable area...
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG KARIES PADA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG KARIES PADA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV
Latar Belakang: Karies gigi termasuk penyakit pada jaringan gigi dengan gejala rusaknya jaringan, diawali pada permukaan gigi selanjutnya berlanjut pada pulpa. Karies gigi mampu te...

