Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Ayat Mutasyabihat Tentang Keberadaan Allah Perspektif Para Ulama

View through CrossRef
Dalam Islam rukun iman pertama ialah iman kepada Allah SWT, Bila seorang selaku muslim tidak meyakini adanya Allah SWT, sungguh orang tersebut berada didalam kesesatan yang nyata. Di antara ayat-ayat  mutasyabihat  adalah  ayat  yang  berbicara  tentang  zat  Allah SWT, seperti ayat tentang tangan, mata, wajah, istawa', dan sebagainya. Dalam jurnal ini ditulis Secara spesifik, mencoba  untuk  memaparkan  dan  mengulas  Ayat Mutasyabihat Tentang Keberadaan Allah Prespektif Para Ulama, pada kitab tafsir yang digunakan  oleh  para  mufasir  dalam  memahami  ayat-ayat  Istiwa’, guna mempelajari ayat terkait keberadaan Allah SWT yaitu tinjauan ulang QS Thaha ayat 5, tentang ayat mutasyabihat yang ada di dalam Al-Qur’ an yang mengatakan jika Allah SWT itu bersemayam di atas Arsy. Peneliti merujuk kepada komentar yang ditulis oleh sebagian para ulama. Dalam hal ini komentar ulama-ulama yakni mengembalikan arti tersebut kepada Allah SWT. dan mayoritas mufasir tidak memahami istawa’ secara literal. Mereka tidak meyakini bahwa maksud istiwa’ adalah Allah duduk atau menetap di ‘Arsy. Mereka memalingkan makna istawa’ dari makna literalnya kepada makna lain yang sesuai dengan sifat-sifat keagungan yang dimiliki- Nya. Jurnal ini merupakan library research, yakni riset kepustakaan. Data-datanya didapat yang bersumber pada buku-buku serta jurnal yang berkaitan dengan permasalahan ini, paling utama kitab tafsir sebagian ulama, yaitu: tafsir Al-Qur’an al- Adzim karya Imam Ibnu Katsir, tafsir al- Munir karya Wahbah Al- Zuhaili. Jurnal ini memakai metode pengelolaan serta seterusnya mengumpulkan informasi dan membuat kesimpulan.
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Title: Ayat Mutasyabihat Tentang Keberadaan Allah Perspektif Para Ulama
Description:
Dalam Islam rukun iman pertama ialah iman kepada Allah SWT, Bila seorang selaku muslim tidak meyakini adanya Allah SWT, sungguh orang tersebut berada didalam kesesatan yang nyata.
Di antara ayat-ayat  mutasyabihat  adalah  ayat  yang  berbicara  tentang  zat  Allah SWT, seperti ayat tentang tangan, mata, wajah, istawa', dan sebagainya.
Dalam jurnal ini ditulis Secara spesifik, mencoba  untuk  memaparkan  dan  mengulas  Ayat Mutasyabihat Tentang Keberadaan Allah Prespektif Para Ulama, pada kitab tafsir yang digunakan  oleh  para  mufasir  dalam  memahami  ayat-ayat  Istiwa’, guna mempelajari ayat terkait keberadaan Allah SWT yaitu tinjauan ulang QS Thaha ayat 5, tentang ayat mutasyabihat yang ada di dalam Al-Qur’ an yang mengatakan jika Allah SWT itu bersemayam di atas Arsy.
Peneliti merujuk kepada komentar yang ditulis oleh sebagian para ulama.
Dalam hal ini komentar ulama-ulama yakni mengembalikan arti tersebut kepada Allah SWT.
dan mayoritas mufasir tidak memahami istawa’ secara literal.
Mereka tidak meyakini bahwa maksud istiwa’ adalah Allah duduk atau menetap di ‘Arsy.
Mereka memalingkan makna istawa’ dari makna literalnya kepada makna lain yang sesuai dengan sifat-sifat keagungan yang dimiliki- Nya.
Jurnal ini merupakan library research, yakni riset kepustakaan.
Data-datanya didapat yang bersumber pada buku-buku serta jurnal yang berkaitan dengan permasalahan ini, paling utama kitab tafsir sebagian ulama, yaitu: tafsir Al-Qur’an al- Adzim karya Imam Ibnu Katsir, tafsir al- Munir karya Wahbah Al- Zuhaili.
Jurnal ini memakai metode pengelolaan serta seterusnya mengumpulkan informasi dan membuat kesimpulan.

Related Results

Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita pernah mengalami stres, yang mendorong kita untuk melakukan coping stres supaya kita tidak terjebak dan terpuruk karenanya. Kajian coping str...
Sahabe Şiirlerinde Medine’ye Hicret
Sahabe Şiirlerinde Medine’ye Hicret
Allah Resûlü (s.a.v.), haksızlıkların ve çarpık inanç biçimlerinin hüküm sürdüğü Mekke ortamında dünyaya gelir ve kırk yaşına bastığında Yüce Allah tarafından peygamberlikle görevl...
KONSTRUKSI MAKKIYAH MADANIAH PADA PENAFSIRAN AYAT-AYAT KHAMR
KONSTRUKSI MAKKIYAH MADANIAH PADA PENAFSIRAN AYAT-AYAT KHAMR
Salah satu permasalahan yang direspons secara berbeda antara periode Makkah dan periode Madinah adalah masalah khamr. Hal ini terlihat pada perbedaan konstruksi ayat-ayat khamr Mak...
Nilai-nilai Pendidikan Aqidah dalam Prespektif QS. Al-Baqarah Ayat 186
Nilai-nilai Pendidikan Aqidah dalam Prespektif QS. Al-Baqarah Ayat 186
Abstract. Education problems in Indonesia involve phenomena such as bullying and LGBTQ understanding. One of the problems is in the aqidah, as explained in Al-Baqarah verse 186. Th...
PREVENÇÃO DA TROMBOSE VENOSA PROFUNDA NA GRAVIDEZ PELA ENFERMAGEM NA APS
PREVENÇÃO DA TROMBOSE VENOSA PROFUNDA NA GRAVIDEZ PELA ENFERMAGEM NA APS
PREVENÇÃO DA TROMBOSE VENOSA PROFUNDA NA GRAVIDEZ PELA ENFERMAGEM NA APS Danilo Hudson Vieira de Souza1 Priscilla Bárbara Campos Daniel dos Santos Fernandes RESUMO A gravidez ...
Teologi Persuasif Ayat-Ayat Makkiyah; Sebuah Tafsir Relasi Umat Beragama
Teologi Persuasif Ayat-Ayat Makkiyah; Sebuah Tafsir Relasi Umat Beragama
<p>Dalam beberapa tahun terakhir konflik antara agama di Indonesia kembali muncul  setelah  lama  tidak  terdengar  dan  sunyi  dari  pemberitaan  media.  Kasus terakhir yang...
ANALISA ASPEK MUNĀSABAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI TERHADAP KITAB ȘAFWAH TAFĀSĪR KARYA MUḤAMMAD ‘ĀLĪ AL-ȘĀBŪNĪ (1930-2021 M)
ANALISA ASPEK MUNĀSABAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI TERHADAP KITAB ȘAFWAH TAFĀSĪR KARYA MUḤAMMAD ‘ĀLĪ AL-ȘĀBŪNĪ (1930-2021 M)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam dan komperhensif konsep munāsabahterkait dengan pola dan pendekatan munāsabah antar ayat dalam satu surat yang digunakanMu...

Back to Top