Javascript must be enabled to continue!
Integrasi Ilmu Usul Fiqh, Usuluddin Dan Mantik Dalam Karya Akidah Jawi Untuk Memahami Nas-nas Mutasyabihat: Tinjauan Terhadap Kitab Risalah Manhaj Ahli Sunnah Oleh Tuan Guru Haji Abdul Qadir Bin Wangah
View through CrossRef
Artikel ini meninjau perkaitan di antara tiga cabang utama ilmu Islam iaitu usul fiqh, usuluddin dan mantik dalam membahaskan nas-nas mutasyabihat yang terdapat di dalam al-Quran dan hadis. Ilmu usul fiqh, usuluddin dan mantik mempunyai hubung kait yang jelas. Perbahasan tentang dalalat, qiyas dan istinbat hukum contohnya menjadi salah satu topik utama dalam ketiga-tiga ilmu ini yang terdapat dalam karangan-karangan para ulama silam. Ulama-ulama Melayu di Nusantara turut menggunakan pendekatan penulisan melibatkan unsur-unsur yang ada dalam ketiga-tiga ilmu tersebut dalam menulis karya-karya akidah terutama ketika menghuraikan nas-nas mutasyabihat. Salah satu karya yang terkenal ialah karya Tuan Guru Haji Abdul Qadir bin Haji Wangah yang bertajuk Risalah Manhaj Ahli Sunnah. Artikel ini melihat bagaimana penulisan karya-karya Jawi ulama Melayu dalam bidang akidah menggabungkan elemen-elemen yang terdapat dalam ilmu usul fiqh, usuluddin dan mantik untuk menghuraikan perbahasan nas-nas mutasyabihat. Tinjauan ringkas diambil dari karya Risalah Manhaj Ahli Sunnah dengan mendatangkan beberapa contoh aplikasi integrasi tiga bidang ilmu tersebut. Penulisan ini bersifat kualitatif deskriptif melibatkan kajian kepustakaan terhadap beberapa karangan para ulama silam dan semasa yang berkaitan serta kitab Risalah Manhaj Ahli Sunnah secara khusus. Penulis mendapati bahawa nas-nas al- Quran dan hadis mesti difahami mengikut konteks, kaedah dan selok-belok disiplin bahasa Arab. Teks-teks mutasyabihat tidak selalu dapat difahami menurut makna literalnya, oleh itu perlu dilihat mengikut pendekatan dan manhaj yang diambil oleh ulama Ahli Sunah Waljamaah. Dalam mengarang karya akidah, para ulama telah mengaplikasi dan mengadaptasi perbahasan- perbahasan yang terdapat dalam ilmu mantik dan usul fiqh melalui pendekatan kontekstual terhadap pemahaman teks-teks al-Quran dan hadis. Risalah Manhaj Ahli Sunnah tidak terlepas dari mengambil pendekatan yang sama bagi menjelaskan ayat-ayat mutasyabihat agar selari dengan perjalanan Ahli Sunah Waljamaah dan mengelakkan daripada terjebak ke dalam akidah yang menyamakan Allah SWT dengan makhluk.
Title: Integrasi Ilmu Usul Fiqh, Usuluddin Dan Mantik Dalam Karya Akidah Jawi Untuk Memahami Nas-nas Mutasyabihat: Tinjauan Terhadap Kitab Risalah Manhaj Ahli Sunnah Oleh Tuan Guru Haji Abdul Qadir Bin Wangah
Description:
Artikel ini meninjau perkaitan di antara tiga cabang utama ilmu Islam iaitu usul fiqh, usuluddin dan mantik dalam membahaskan nas-nas mutasyabihat yang terdapat di dalam al-Quran dan hadis.
Ilmu usul fiqh, usuluddin dan mantik mempunyai hubung kait yang jelas.
Perbahasan tentang dalalat, qiyas dan istinbat hukum contohnya menjadi salah satu topik utama dalam ketiga-tiga ilmu ini yang terdapat dalam karangan-karangan para ulama silam.
Ulama-ulama Melayu di Nusantara turut menggunakan pendekatan penulisan melibatkan unsur-unsur yang ada dalam ketiga-tiga ilmu tersebut dalam menulis karya-karya akidah terutama ketika menghuraikan nas-nas mutasyabihat.
Salah satu karya yang terkenal ialah karya Tuan Guru Haji Abdul Qadir bin Haji Wangah yang bertajuk Risalah Manhaj Ahli Sunnah.
Artikel ini melihat bagaimana penulisan karya-karya Jawi ulama Melayu dalam bidang akidah menggabungkan elemen-elemen yang terdapat dalam ilmu usul fiqh, usuluddin dan mantik untuk menghuraikan perbahasan nas-nas mutasyabihat.
Tinjauan ringkas diambil dari karya Risalah Manhaj Ahli Sunnah dengan mendatangkan beberapa contoh aplikasi integrasi tiga bidang ilmu tersebut.
Penulisan ini bersifat kualitatif deskriptif melibatkan kajian kepustakaan terhadap beberapa karangan para ulama silam dan semasa yang berkaitan serta kitab Risalah Manhaj Ahli Sunnah secara khusus.
Penulis mendapati bahawa nas-nas al- Quran dan hadis mesti difahami mengikut konteks, kaedah dan selok-belok disiplin bahasa Arab.
Teks-teks mutasyabihat tidak selalu dapat difahami menurut makna literalnya, oleh itu perlu dilihat mengikut pendekatan dan manhaj yang diambil oleh ulama Ahli Sunah Waljamaah.
Dalam mengarang karya akidah, para ulama telah mengaplikasi dan mengadaptasi perbahasan- perbahasan yang terdapat dalam ilmu mantik dan usul fiqh melalui pendekatan kontekstual terhadap pemahaman teks-teks al-Quran dan hadis.
Risalah Manhaj Ahli Sunnah tidak terlepas dari mengambil pendekatan yang sama bagi menjelaskan ayat-ayat mutasyabihat agar selari dengan perjalanan Ahli Sunah Waljamaah dan mengelakkan daripada terjebak ke dalam akidah yang menyamakan Allah SWT dengan makhluk.
.
Related Results
Perbahasan ‘Ulūm Al-Ḥadīth dalam Uṣūl Al-Fiqh Mazhab Syafii
Perbahasan ‘Ulūm Al-Ḥadīth dalam Uṣūl Al-Fiqh Mazhab Syafii
During its early years, the discipline of ‘Ulum al-Ḥadith gradually emerged into existence until it reached maturity in the seventh century with the appearance of the famous work b...
ANALISIS SYAIR BERTEMA GURU SEKUMPUL KARYA GURU ABDUL HAKIM DAN GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTIK DAN HERMENEUTIK (ANALYSIS OF POETRY THEMED GURU SEKUMPUL BY GURU ABDUL HAKIM AND GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTICS AND HERMENEUTICS)
ANALISIS SYAIR BERTEMA GURU SEKUMPUL KARYA GURU ABDUL HAKIM DAN GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTIK DAN HERMENEUTIK (ANALYSIS OF POETRY THEMED GURU SEKUMPUL BY GURU ABDUL HAKIM AND GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTICS AND HERMENEUTICS)
AbstractAnalysis of Poetry Themed Guru Sekumpul by Guru Abdul Hakim and Guru Akhmad Syairazi: Heuristics and Hermeneutics. This research aims to describe the results of heuristic a...
Kerugian Jemaah Haji Furoda atas Gagal Berangkat Haji dan Tanggung Jawab Hukum Biro Perjalanan Haji Khusus Berdasarkan Buku III KUH Perdata Dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah
Kerugian Jemaah Haji Furoda atas Gagal Berangkat Haji dan Tanggung Jawab Hukum Biro Perjalanan Haji Khusus Berdasarkan Buku III KUH Perdata Dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah
Abstract. The implementation of the furoda pilgrimage can be organized by a hajj travel agency that has become a special pilgrimage organizer (PIHK) that has obtained official perm...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Konsep Dan Peran Kompetensi Kepribadian Guru Menurut Kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim Karya Syaikh Hasyim Asy'ari
Konsep Dan Peran Kompetensi Kepribadian Guru Menurut Kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim Karya Syaikh Hasyim Asy'ari
Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Konsep kompetensi kepribadian guru menurut kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim karya Syaikh Hasyim Asy'ari. (2) Peran guru menurut kit...
REPRESENTASI IDEOLOGI ABDUL KARIM AMRULLAH MELALUI WACANA NIKAH CINA BUTA DALAM KITAB PEMBUKA MATA THE REPRESENTATION OF ABDUL KARIM AMRULLAH'S IDEOLOGY IN THE DISCOURSE OF 'NIKAH CINA BUTA' IN KITAB PEMBUKA MATA
REPRESENTASI IDEOLOGI ABDUL KARIM AMRULLAH MELALUI WACANA NIKAH CINA BUTA DALAM KITAB PEMBUKA MATA THE REPRESENTATION OF ABDUL KARIM AMRULLAH'S IDEOLOGY IN THE DISCOURSE OF 'NIKAH CINA BUTA' IN KITAB PEMBUKA MATA
Abstract
Makalah ini memperkukuh pandangan pemikir-pemikir aliran teori kritis yang menolak pegangan aliran positivisme, iaitu keneutralan dan keobjektifan ilmu. Setiap ilmu adalah...
Perbedaan Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Regular
Perbedaan Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Regular
Haji reguler, haji plus, dan haji furoda adalah jenis-jenis program haji yang berbeda dengan fitur dan ketentuan masing-masing: Haji Reguler: Program ini merupakan haji yang dilaku...

