Javascript must be enabled to continue!
Variasi Fenotipe Polong dan Biji Malapari (Pongamia pinnata Linn)
View through CrossRef
Malapari merupakan tanaman serbaguna yang dimanfaatkan terutama untuk biofuel dan obat. Upaya untuk memperoleh sumber daya genetik malapari dengan produktivitas tinggi menjadi tantangan pemuliaan malapari. Studi ini bertujuan untuk menganalisis karakter morfologi polong dan biji yang dihasilkan dari plot uji provenan malapari di KHDTK Parungpanjang dengan menghitung: (a) data keragaman provenan berdasarkan fenotipe polong dan biji, (b) korelasi antara karakter fenotipe polong dan biji; dan (c) pengaruh genetik terhadap fenotipe polong dan biji. Sebanyak 200 polong dikoleksi dari empat provenan (Alas Purwo, Bangka, Batu Karas dan Carita). Karakter polong dan biji yang diukur meliputi panjang, lebar, tebal, berat dan rasio lebar tebal. Korelasi antar karakter dihitung berdasarkan korelasi Pearson. Estimasi genetik dianalisis melalui penghitungan koefisien varian genotipe. Pola keragaman antar provenan diketahui dengan menggunakan metode analisis komponen utama (PCA) dan analisis klaster. Hasil studi menunjukkan seluruh karakter fenotipe polong dan biji malapari berbeda nyata antar provenan, kecuali pada rasio antara lebar dan tebal polong. Provenan Bangka merupakan provenan dengan karakter fenotipe polong dan biji terbaik. Korelasi hanya terjadi antar karakter polong dengan karakter polong lainnya dan antar karakter biji dengan karakter biji lainnya, sehingga tidak dapat untuk menduga satu sama lain. Sebagian besar karakter polong dan biji lebih dipengaruhi faktor genetik dibanding lingkungan yang ditunjukkan dengan nilai keragaman genetik yang lebih tinggi. Berdasarkan karakteristik polong dan biji dari empat provenan yang diuji, terdapat tiga kelompok, yaitu provenan Alas Purwo, kelompok dari gabungan provenan Batu Karas dan Carita serta provenan Bangka.
Asosiasi Peneliti dan Teknisi Kehutanan dan Lingkungan Hidup Indonesia
Title: Variasi Fenotipe Polong dan Biji Malapari (Pongamia pinnata Linn)
Description:
Malapari merupakan tanaman serbaguna yang dimanfaatkan terutama untuk biofuel dan obat.
Upaya untuk memperoleh sumber daya genetik malapari dengan produktivitas tinggi menjadi tantangan pemuliaan malapari.
Studi ini bertujuan untuk menganalisis karakter morfologi polong dan biji yang dihasilkan dari plot uji provenan malapari di KHDTK Parungpanjang dengan menghitung: (a) data keragaman provenan berdasarkan fenotipe polong dan biji, (b) korelasi antara karakter fenotipe polong dan biji; dan (c) pengaruh genetik terhadap fenotipe polong dan biji.
Sebanyak 200 polong dikoleksi dari empat provenan (Alas Purwo, Bangka, Batu Karas dan Carita).
Karakter polong dan biji yang diukur meliputi panjang, lebar, tebal, berat dan rasio lebar tebal.
Korelasi antar karakter dihitung berdasarkan korelasi Pearson.
Estimasi genetik dianalisis melalui penghitungan koefisien varian genotipe.
Pola keragaman antar provenan diketahui dengan menggunakan metode analisis komponen utama (PCA) dan analisis klaster.
Hasil studi menunjukkan seluruh karakter fenotipe polong dan biji malapari berbeda nyata antar provenan, kecuali pada rasio antara lebar dan tebal polong.
Provenan Bangka merupakan provenan dengan karakter fenotipe polong dan biji terbaik.
Korelasi hanya terjadi antar karakter polong dengan karakter polong lainnya dan antar karakter biji dengan karakter biji lainnya, sehingga tidak dapat untuk menduga satu sama lain.
Sebagian besar karakter polong dan biji lebih dipengaruhi faktor genetik dibanding lingkungan yang ditunjukkan dengan nilai keragaman genetik yang lebih tinggi.
Berdasarkan karakteristik polong dan biji dari empat provenan yang diuji, terdapat tiga kelompok, yaitu provenan Alas Purwo, kelompok dari gabungan provenan Batu Karas dan Carita serta provenan Bangka.
Related Results
Critical Review on Pongamia Pinnata: A Versatile Medicinal Plant
Critical Review on Pongamia Pinnata: A Versatile Medicinal Plant
The word herb, as used in herbal medicine, is also known as botanical medicine or as phytotherapy or phytomedicine which means a plant or plant part is used to make medicine to ass...
Densitas Tulang Ibu Postmenopause Antara Senam Taichi Dan Arenga Pinnata Dengan Senam Taichi Dan Green Tea di Kelurahaan Tumbanggalung Kota Pematangsiantar
Densitas Tulang Ibu Postmenopause Antara Senam Taichi Dan Arenga Pinnata Dengan Senam Taichi Dan Green Tea di Kelurahaan Tumbanggalung Kota Pematangsiantar
Postmenopausal Bone Density Between Taichi Ang Arenga Pinnata And Taichi Ang Green Tea
Sri Hernawati Sirait
(Program Studi Kebidanan Pematangsiantar Poltekkes ...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
PENINGKATAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) MELALUI PERLAKUAN KOLKHISIN DAN LAMA PERENDAMAN
PENINGKATAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) MELALUI PERLAKUAN KOLKHISIN DAN LAMA PERENDAMAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan perubahan fenotifik tanaman kacang hijau. Tujuan akhir adalah untuk melihat perubahan-perubahan genetik akibat pemberian bahan kolkhi...
Effect of Pongamia pinnata Extract as a Priming Agent on the Growth and Development of Radish (Raphanus sativus)
Effect of Pongamia pinnata Extract as a Priming Agent on the Growth and Development of Radish (Raphanus sativus)
Pongamia pinnata extract is the natural plant growth stimulant that is well known for its ability to improve the plant growth and development. This study investigated the effect of...
Machining studies on Monel K − 500 using TiAlN coated tungsten carbide inserts under Ag nanoparticles incorporated modified pongamia pinnata oil lubrication
Machining studies on Monel K − 500 using TiAlN coated tungsten carbide inserts under Ag nanoparticles incorporated modified pongamia pinnata oil lubrication
Abstract
Research investigations conducted in the past has shown that conventional petroleum based lubricants can be replaced with vegetable lubricants. Vegetable...
SELEKSI BERDASARKAN WARNA KULIT BIJI TERHADAP HASIL TANAMAN KACANG BAMBARA (Vigna subterranea (L.) VERDCOURT) ASAL SUKABUMI DI LAHAN GRESIK
SELEKSI BERDASARKAN WARNA KULIT BIJI TERHADAP HASIL TANAMAN KACANG BAMBARA (Vigna subterranea (L.) VERDCOURT) ASAL SUKABUMI DI LAHAN GRESIK
Gresik merupakan sentra pertanaman kacang bambara di Jawa Timur yang dikenal secara salah kaprah sebagai ‘kacang kapri’. Kandungan nutrisi sangat kompetitif, karbohidrat sekitar 60...
Kajian Kualitas Buah Salak Sidimpuan Berdasarkan Jumlah Biji Pada Elevasi Yang Berbeda
Kajian Kualitas Buah Salak Sidimpuan Berdasarkan Jumlah Biji Pada Elevasi Yang Berbeda
Perbedaan morfologi antara jenis-jenis salak terkadang terlihat mencolok, misalnya mengenai jumlah biji dalam satu buah salak serta ukuran buahnya. Ada buah salak yang terdiri dar...

