Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

POTENSI BIOMASSA TANAMAN ARENGA-PINNATA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU ENERGI TERBARUKAN (KAWASAN AGRO-FORESTRY EKO WISATA CISOLOK, SUKABUMI, JAWA BARAT)

View through CrossRef
Biomassa adalah sumber energi utama untuk aktivitas manusia hingga pertengahan abad ke19, menyumbang sekitar 10% dari pasokan energi dunia. Produksi energi dari biomassa sebesar 8,40% dalam bentuk biomassa tradisional yang digunakan secara primitif, tidak berkelanjutan, dengan menebang pohon untuk menghangatkan lingkungan dan memasak. Sisanya 1,91% digunakan sebagai bentuk modern seperti menghasilkan listrik atau menghasilkan arang untuk industri yang ingin memproduksi etanol, bahan bakar dengan nilai oktan lebih tinggi daripada bensin tanpa pengotor seperti partikulat dan oksida belerang. Salah satu limbah yang belum termanfaatkan adalah limbah industri tepung arenga pinnata. Maka dilakukan inventarisasi komponen-komponen penting dan dibutuhkan dalam pemanfaatan biomassa arenga pinnata, yang dilanjutkan dengan menghitung potensi jumlah limbah arenga pinnata. Penelitian dimulai dari menginventarisasi komponen penting dan dibutuhkan dalam pemanfaatan biomassa pohon arenga pinnata dengan menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis, dilanjutkan dengan menghitung jumlah limbah pohon arenga pinnata, yang berpotensi menjadi energi biomassa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat komponen-komponen penting dan dibutuhkan dalam pemanfaatan Biomassa Pohon Arenga Pinnata, yaitu. (1) sikap Petani terhadap menumpuknya  limbah arenga pinnata; (2) pengetahuan Petani terhadap pemanfaatan limbah arenga pinnata; (3) komitmen industri arenga pinnata; (4) ketahanan Petani; (5) keterbukaan informasi Harga Pokok Produksi  antara Petani dan industri arenga pinnata; (6) keberlanjutan industri arenga pinnata. Selanjutnya potensi jumlah limbah padat pohon arenga pinnata sebanyak (14,40-21,6) ton/hari, sedangkan limbah cair sebesar (144-216) meter3/hari. Limbah biomassa ini akan setara dengan 864.000 liter/hari biogas atau 535,68 liter/hari minyak tanah. Potensi tersebut bisa dimanfaatkan dalam program Co-firing PLTU sebesar (8e-04 – 1e-03) %.
Title: POTENSI BIOMASSA TANAMAN ARENGA-PINNATA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU ENERGI TERBARUKAN (KAWASAN AGRO-FORESTRY EKO WISATA CISOLOK, SUKABUMI, JAWA BARAT)
Description:
Biomassa adalah sumber energi utama untuk aktivitas manusia hingga pertengahan abad ke19, menyumbang sekitar 10% dari pasokan energi dunia.
Produksi energi dari biomassa sebesar 8,40% dalam bentuk biomassa tradisional yang digunakan secara primitif, tidak berkelanjutan, dengan menebang pohon untuk menghangatkan lingkungan dan memasak.
Sisanya 1,91% digunakan sebagai bentuk modern seperti menghasilkan listrik atau menghasilkan arang untuk industri yang ingin memproduksi etanol, bahan bakar dengan nilai oktan lebih tinggi daripada bensin tanpa pengotor seperti partikulat dan oksida belerang.
Salah satu limbah yang belum termanfaatkan adalah limbah industri tepung arenga pinnata.
Maka dilakukan inventarisasi komponen-komponen penting dan dibutuhkan dalam pemanfaatan biomassa arenga pinnata, yang dilanjutkan dengan menghitung potensi jumlah limbah arenga pinnata.
Penelitian dimulai dari menginventarisasi komponen penting dan dibutuhkan dalam pemanfaatan biomassa pohon arenga pinnata dengan menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis, dilanjutkan dengan menghitung jumlah limbah pohon arenga pinnata, yang berpotensi menjadi energi biomassa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat komponen-komponen penting dan dibutuhkan dalam pemanfaatan Biomassa Pohon Arenga Pinnata, yaitu.
(1) sikap Petani terhadap menumpuknya  limbah arenga pinnata; (2) pengetahuan Petani terhadap pemanfaatan limbah arenga pinnata; (3) komitmen industri arenga pinnata; (4) ketahanan Petani; (5) keterbukaan informasi Harga Pokok Produksi  antara Petani dan industri arenga pinnata; (6) keberlanjutan industri arenga pinnata.
Selanjutnya potensi jumlah limbah padat pohon arenga pinnata sebanyak (14,40-21,6) ton/hari, sedangkan limbah cair sebesar (144-216) meter3/hari.
Limbah biomassa ini akan setara dengan 864.
000 liter/hari biogas atau 535,68 liter/hari minyak tanah.
Potensi tersebut bisa dimanfaatkan dalam program Co-firing PLTU sebesar (8e-04 – 1e-03) %.

Related Results

PERTUMBUHAN BIBIT AREN (Arenga pinnata Merr) PADA MEDIA TANAH ULTISOL DIPERSEMAIAN
PERTUMBUHAN BIBIT AREN (Arenga pinnata Merr) PADA MEDIA TANAH ULTISOL DIPERSEMAIAN
Arenga pinnata Merr is a multipurpose trees species  that has long been known to produce industrial materials. Based on the utilization of Arenga pinnata Merr is not only limited t...
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Akar Enau (Arenga pinnata Merr.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Akar Enau (Arenga pinnata Merr.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
ABSTRAK Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan global terutama dinegara berkembang karena dapat menimbulkan angka kesakitan dan kematian yang cukup tinggi dalam kurun waktu ...
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
Pengambilan keputusan pembelian bahan baku merupakan salah satu aspek yang penting guna kelancaran produksi. Kesalahan dalam merencanakan kebutuhan bahan baku berakibat pada p...
Socialization of New and Renewable Energy for Community of Sawah Lebar Baru Sub-District, Ratu Agung District, Bengkulu City
Socialization of New and Renewable Energy for Community of Sawah Lebar Baru Sub-District, Ratu Agung District, Bengkulu City
Pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi akan menyebabkan tingginya penggunaan energi. Sebagian besar energi di dunia menggunakan sumber energi berbasis fosil, dimana penggunaann...
Sosialisasi Energi Terbarukan dan Pelatihan Perakitan Listrik Tenaga Surya pada Siswa Sekolah Alam Le Cendekia Gowa
Sosialisasi Energi Terbarukan dan Pelatihan Perakitan Listrik Tenaga Surya pada Siswa Sekolah Alam Le Cendekia Gowa
Energi  terbarukan  adalah  energi  yang  berasal  dari  sumber  energi terbarukan. Sumber energi terbarukan adalah sumber energi yang dapat digunakan tanpa batas waktu dan tidak a...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
PEMANFAATAN DAN PENELITIAN ENERGI MEDAN MAGNET BUMI SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK TERBARUKAN DENGAN LAYANG-LAYANG
PEMANFAATAN DAN PENELITIAN ENERGI MEDAN MAGNET BUMI SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK TERBARUKAN DENGAN LAYANG-LAYANG
Krisis energi khususnya energi listrik yang melanda Indonesia dan negara di dunia telah memaksa berbagai pihak untuk mencari solusi dalam mengatasi persoalan ini. Banyak sekali pen...

Back to Top