Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Representasi Gender dalam Folklor Jepang

View through CrossRef
<p><em>Abstrak</em><strong> - </strong><strong>Penelitian ini bertujuan untuk menemukan representasi gender dalam folklor Jepang. Data utama dalam penelitian ini adalah sembilan buah cerita rakyat Jepang yang terdiri dari <em>Issunboshi, Tanishi no Shusse, Kaguya Hime, Tsuru no Ongaeshi, Ningyou no Oyomesan, Hito no Yome ni Natta Neko, Harikazuki Hime, Yomesan ni Natta Ichou no Ki no Sei, dan Yome no Jumyou</em>. Pendekatan gender digunakan dalam analisis penelitian ini melalui </strong><strong>pengamatan terhadap </strong><strong>relasi gender yang terjadi antara </strong><strong>tokoh </strong><strong>perempuan dan laki-laki</strong><strong>. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat penggambaran representasi yang berbeda antara tokoh perempuan dan tokoh laki-laki terkait masalah gender yang mencakup perbedaan ruang aktivitas, penggambaran karakter, serta peran/tanggung jawab.</strong></p><p><strong><em>Kata Kunci: </em></strong><em>Gender, Representasi, Folklor Jepang</em></p><p><em>Abstract - </em><strong><em>This </em></strong><strong><em>research</em></strong><strong><em> aims to discover gender representation in Japanese folklore. </em></strong><strong><em>The main data are n</em></strong><strong><em>ine Japanese folklore</em></strong><strong><em>s</em></strong><strong><em> </em></strong><strong><em>consist of</em></strong><strong><em> </em></strong><strong><em>I</em></strong><strong><em>ssun-bōshi, Tanishi no Shusse, Kaguya</em></strong><strong><em> Hime</em></strong><strong><em>, Tsuru no Ongaeshi, </em></strong><strong><em>N</em></strong><strong><em>ingyou no Oyomesa</em></strong><strong><em>n</em></strong><strong><em>, Hito no Yome ni Natta Neko, Harikazuki Hime, Yomesan ni Natta Ichou no Ki no Sei, and Yome no Jumyou</em></strong><strong><em>. Gender approach</em></strong><strong><em> used </em></strong><strong><em>to analysis these folklores by observing the gender relation between women and men characters</em></strong><strong><em>. The </em></strong><strong><em>results show that there are different </em></strong><strong><em>representations portrayal related to gender between women and </em></strong><strong><em>men characters, which </em></strong><strong><em>depicted </em></strong><strong><em>from their </em></strong><strong><em>activities</em></strong><strong><em>, </em></strong><strong><em>behaviours</em></strong><strong><em>, and</em></strong><strong><em> roles</em></strong><strong><em>/responsibilities</em></strong><strong><em>.</em></strong><em></em></p><p><em> </em></p><p><strong>Keywords</strong><em>:</em><em> Gender, Representation, Japanese  Folklore</em></p>
Title: Representasi Gender dalam Folklor Jepang
Description:
<p><em>Abstrak</em><strong> - </strong><strong>Penelitian ini bertujuan untuk menemukan representasi gender dalam folklor Jepang.
Data utama dalam penelitian ini adalah sembilan buah cerita rakyat Jepang yang terdiri dari <em>Issunboshi, Tanishi no Shusse, Kaguya Hime, Tsuru no Ongaeshi, Ningyou no Oyomesan, Hito no Yome ni Natta Neko, Harikazuki Hime, Yomesan ni Natta Ichou no Ki no Sei, dan Yome no Jumyou</em>.
Pendekatan gender digunakan dalam analisis penelitian ini melalui </strong><strong>pengamatan terhadap </strong><strong>relasi gender yang terjadi antara </strong><strong>tokoh </strong><strong>perempuan dan laki-laki</strong><strong>.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat penggambaran representasi yang berbeda antara tokoh perempuan dan tokoh laki-laki terkait masalah gender yang mencakup perbedaan ruang aktivitas, penggambaran karakter, serta peran/tanggung jawab.
</strong></p><p><strong><em>Kata Kunci: </em></strong><em>Gender, Representasi, Folklor Jepang</em></p><p><em>Abstract - </em><strong><em>This </em></strong><strong><em>research</em></strong><strong><em> aims to discover gender representation in Japanese folklore.
</em></strong><strong><em>The main data are n</em></strong><strong><em>ine Japanese folklore</em></strong><strong><em>s</em></strong><strong><em> </em></strong><strong><em>consist of</em></strong><strong><em> </em></strong><strong><em>I</em></strong><strong><em>ssun-bōshi, Tanishi no Shusse, Kaguya</em></strong><strong><em> Hime</em></strong><strong><em>, Tsuru no Ongaeshi, </em></strong><strong><em>N</em></strong><strong><em>ingyou no Oyomesa</em></strong><strong><em>n</em></strong><strong><em>, Hito no Yome ni Natta Neko, Harikazuki Hime, Yomesan ni Natta Ichou no Ki no Sei, and Yome no Jumyou</em></strong><strong><em>.
Gender approach</em></strong><strong><em> used </em></strong><strong><em>to analysis these folklores by observing the gender relation between women and men characters</em></strong><strong><em>.
The </em></strong><strong><em>results show that there are different </em></strong><strong><em>representations portrayal related to gender between women and </em></strong><strong><em>men characters, which </em></strong><strong><em>depicted </em></strong><strong><em>from their </em></strong><strong><em>activities</em></strong><strong><em>, </em></strong><strong><em>behaviours</em></strong><strong><em>, and</em></strong><strong><em> roles</em></strong><strong><em>/responsibilities</em></strong><strong><em>.
</em></strong><em></em></p><p><em> </em></p><p><strong>Keywords</strong><em>:</em><em> Gender, Representation, Japanese  Folklore</em></p>.

Related Results

PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
Jepang merupakan sebuah negara yang terletak di Asia bagian Timur. Negara ini merupakan salah satu negara maju yang memiliki banyak sekali inovasi dalam teknologi maupun budaya. Je...
Folklor ve Biçembilim
Folklor ve Biçembilim
Folklorik metinlerde anlamın nasıl üretildiği ve temsil edilen değerlerin üretilen anlam çerçevesinde nasıl biçimlendiğini pek çok yönden incelemek olasıdır. Biçembilimin başta ö...
Dramatik Atasözü
Dramatik Atasözü
Göstergelerarası bir çözümleme yapabilmenin ön koşulu iki ayrı gösterge dizgesinin (örneğin bir metinle bir resmin) biçimsel olduğu kadar içeriksel bakımdan alışveriş içerisinde ol...
Representasi Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika
Representasi Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika
Representasi adalah bentuk interpretasi pemikiran siswa yang digunakan untuk menemukan solusi dari suatu masalah. Adapun representasi matematis siswa dalam memecahkan masalah dipen...
Representasi Unsur Budaya Jepang Dalam Game Persona 5
Representasi Unsur Budaya Jepang Dalam Game Persona 5
Game merupakan sesuatu yang dapat dimainkan yang terdiri atas beberapa aturan sehingga terdapat pihak yang menang dan kalah. Pada zaman sekarang, game dapat digunakan sebagai alat ...
Etkileşimleri İçinde Roman Jakobson ve Petr Bogatyrev'in Folklor Anlayışları
Etkileşimleri İçinde Roman Jakobson ve Petr Bogatyrev'in Folklor Anlayışları
Bu makale Roman Jakobson ve Petr Bogatyrev'in folklor alanına katkılarını karşılaştırmalı bir perspektifte, etkileşimleri üzerinden ele almaktadır. Bilindiği gibi Jakobson, folkl...
PELATIHAN BAHASA JEPANG PERHOTELAN BAGI PENGELOLA DAN PEKERJA AKOMODASI DI DESA JATILUWIH
PELATIHAN BAHASA JEPANG PERHOTELAN BAGI PENGELOLA DAN PEKERJA AKOMODASI DI DESA JATILUWIH
Tujuan pengabdian kepada masyarakat di desa Jatiluwih adalah untuk peningkatan sumber daya manusia para pengelola akomodasi dan pekerja di desa Jatiluwih sehingga mereka nantinya b...
DISORGANISASI SOSIAL TENAGA KERJA VIETNAM DI JEPANG
DISORGANISASI SOSIAL TENAGA KERJA VIETNAM DI JEPANG
<p><em>Japan is one of the most powerful economies in the world. A high economy makes the lives of Japanese residents happier, the proof that crime cases in Japan is lo...

Back to Top