Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

NOKEN SERAT ALAM PADA MASYARAKAT ARFAK DI KAWASAN CAGAR ALAM PEGUNUNGAN ARFAK TELAAH PENGETAHUAN DAN KONTRIBUSI NOKEN SERAT ALAM TERHADAP EKONOMI RUMAH TANGGA

View through CrossRef
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis tumbuhan untuk pembuatan, proses pemasaran di tingkat masyarakat serta kontribusi ekonomi dari noken yang diperoleh masyarakat Kampung Umpung Distrik Minyambouw Kabupaten Pegunungan Arfak Provinsi Papua Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik observasi lapangan dan wawancara semi-struktural. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa terdapat 3 (tiga) jenis yang digunakan sebagai bahan baku anyaman noken, yaitu:  Debregeasia longifolia (Urticaceae), Debregeasia sp., (Urticaceae) dan Cypholopus brunneolus (Urticaceae).  Selain sebagai bahan baku  terdapat juga pewarna alami yang digunakan untuk mewarnai noken sebanyak 4 (empat) jenis vegetasi, yaitu: Bixa orellana (Bixaceae), Helicia sp. (Proteaceae), Iresine herbstii Hook (Amaranthaceae), Pipturus sp. (Urticaceae) pembuatan noken dimulai dari pengambilan bahan baku (di alam) berupa kulit batang pohon (pepagan), pengupasan kulit (epidermis), penjemuran (pengeringan) bahan, pemintalan serat, pewarnaan serat dan penganyaman (pembuatan noken), serta pemasaran yang dilakukan masyarakat. Transfer pola pengetahuan dalam menganyam noken dikhususkan pada perempuan saja, yaitu dari para ibu kepada anak-anak perempuan.  Terkait pola konservasi jenis vegetasi bahan baku noken, masyarakat masih memanfaatkan bahan baku  yang diambil langsung dari alam dan masyarakat belum membudidayakan bahan baku tjenis vegetasi tersebut.  Sedangkan untuk bahan pewarna alami, salah satu bentuk upaya konservasi yang dilakukan adalah dengan menanam tanaman tersebut di halaman pekarangan rumah. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengambilan bahan baku pewarna tersebut dan mudah untuk diperoleh saat akan digunakan.Kesimpulan bahan baku pembuatan noken terdiri dari 3 jenis dan satu famili dan untuk pewarna alami terdiri dari 4 jenis dan 4 famili pembuatan noken menghabiskan waktu 1 sampai 2 hari untuk ukuran kecil dan 1minggu untuk ukuran besar dari pembuatan ini noken dijual dan pengghasilannya digunakan untuk pemenug=han biaya rumah tangga
Title: NOKEN SERAT ALAM PADA MASYARAKAT ARFAK DI KAWASAN CAGAR ALAM PEGUNUNGAN ARFAK TELAAH PENGETAHUAN DAN KONTRIBUSI NOKEN SERAT ALAM TERHADAP EKONOMI RUMAH TANGGA
Description:
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis tumbuhan untuk pembuatan, proses pemasaran di tingkat masyarakat serta kontribusi ekonomi dari noken yang diperoleh masyarakat Kampung Umpung Distrik Minyambouw Kabupaten Pegunungan Arfak Provinsi Papua Barat.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik observasi lapangan dan wawancara semi-struktural.
Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa terdapat 3 (tiga) jenis yang digunakan sebagai bahan baku anyaman noken, yaitu:  Debregeasia longifolia (Urticaceae), Debregeasia sp.
, (Urticaceae) dan Cypholopus brunneolus (Urticaceae).
  Selain sebagai bahan baku  terdapat juga pewarna alami yang digunakan untuk mewarnai noken sebanyak 4 (empat) jenis vegetasi, yaitu: Bixa orellana (Bixaceae), Helicia sp.
(Proteaceae), Iresine herbstii Hook (Amaranthaceae), Pipturus sp.
(Urticaceae) pembuatan noken dimulai dari pengambilan bahan baku (di alam) berupa kulit batang pohon (pepagan), pengupasan kulit (epidermis), penjemuran (pengeringan) bahan, pemintalan serat, pewarnaan serat dan penganyaman (pembuatan noken), serta pemasaran yang dilakukan masyarakat.
Transfer pola pengetahuan dalam menganyam noken dikhususkan pada perempuan saja, yaitu dari para ibu kepada anak-anak perempuan.
  Terkait pola konservasi jenis vegetasi bahan baku noken, masyarakat masih memanfaatkan bahan baku  yang diambil langsung dari alam dan masyarakat belum membudidayakan bahan baku tjenis vegetasi tersebut.
  Sedangkan untuk bahan pewarna alami, salah satu bentuk upaya konservasi yang dilakukan adalah dengan menanam tanaman tersebut di halaman pekarangan rumah.
Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengambilan bahan baku pewarna tersebut dan mudah untuk diperoleh saat akan digunakan.
Kesimpulan bahan baku pembuatan noken terdiri dari 3 jenis dan satu famili dan untuk pewarna alami terdiri dari 4 jenis dan 4 famili pembuatan noken menghabiskan waktu 1 sampai 2 hari untuk ukuran kecil dan 1minggu untuk ukuran besar dari pembuatan ini noken dijual dan pengghasilannya digunakan untuk pemenug=han biaya rumah tangga.

Related Results

Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Melestarikan Tas Noken Sebagai Budaya Papua Barat Di Lingkungan Sekolah SMP Muhammadiyah Al- Amin Kota Sorong
Melestarikan Tas Noken Sebagai Budaya Papua Barat Di Lingkungan Sekolah SMP Muhammadiyah Al- Amin Kota Sorong
Noken sebagai budaya asli papua yang telah mendapat pengakuan  dari UNESCO merupakan suatu kerajinan tangan asli mama-mama papua yang perlu diperhatikan kelestariannya. Beberapa u...
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Swamedikasi dilakukan masyarakat untuk mengobati penyakit yang dapat dikenali sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan obat demam di televisi terhadap pemi...
Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak
Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak
Keanekaragaman cagar budaya Indonesia dapat mencerminkan kekayaan sekaligus identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, cagar budaya Indonesia jumlahnya belum diketahui secara past...

Back to Top