Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Makna Implisit dan Eksplisit pada Bahasa Batak Toba dan Bahasa Indonesia

View through CrossRef
AbstrakSetiap bahasa bersifat unik. Bahasa mempunyai caranya masing-masing untuk menyampaikan maksudnya. Bahasa Indonesia mempunyai caranya sendiri yang berbeda dari bahasa Batak, meskipun kedua bahasa ini berada pada wilayah yang sama, yaitu teritori Indonesia. Kedua bahasa ini mempunyai karakteristik masing-masing dalam hal menyampaikan pemikirannya. Makna dalam suatu bahasa dapat dinyatakan secara implisit dan secara eksplisit. Mengimplisitkan makna, maksudnya adalah tidak menyatakan makna tertentu secara jelas, baik melalui kosa kata atau gramatika bahasa itu akan tetapi makna itu dipahami oleh pembaca. Makna yang dieksplisitkan, yaitu makna yang dinyatakan dengan kosa kata atau dengan struktur bahasa itu sendiri. Suatu makna dinyatakan secara eksplisit atau implisit tergantung pada konteks atau ketersediaan kosa kata pada sebuah bahasa. Menyatakan makna secara eksplisit dapat menghindarkan ambiguitas, ketidakjelasan dan kesalahpahaman. Akan tetapi mengekpresikan makna secara eksplisit berulang-ulang dapat menyebabkan sepertinya membodohi pembaca, seakan pembaca tidak mengetahui topik yang sedang dibicarakan atau juga dapat membuat tulisan itu membosankan. Data yang digunakan pada kajian ini adalah Patik Ni Debata Nasampului Dohot Lapatanna untuk data bahasa Batak dan Dasa Titah untuk bahasa Indonesia. Pada kajian ini dapat dilihat bahwa Bahasa Batak pada umumnya mengeksplisitkan maknanya dibanding dengan bahasa Indonesia. Tujuan dari kajian ini adalah untuk memberi gambaran karakteristik bahasa Batak dan Bahasa Indonesia khususnya dalam hal mengekspresikan maknanya. Kata Kunci: Implisit, eksplisit, padanan kata, karakteristik bahasa AbstractEvery language is unique. Language has a specific way to state its idea. The Indonesian language has its way that differs from the Batak language in conveying their meaning, eventhough both belong to the same region, that is Indonesian territory. These two languages have their specific characteristics in expressing their thoughts. Meaning in a language can be defined implicitly and explicitly. To explain a meaning implicitly means that the meaning is expressed without using a particular word and a language structure, but the reader understands it. To tell a meaning explicitly implies that the meanings are expressed by using a word or by the language's structure. To convey the meaning explicitly or implicitly depends on thecontext or by some cirstumstaces and the lexicon's availability in a language. To express a meaning explicitly may avoid ambiguity, vagueness, and misunderstanding. But, describing the meaning explicitly all the time may cause ignorant, as if other people know nothing about the topic of the discussion. The data used is taken from Patik Ni Debata Nasampului Dohot Lapatanna for Batak Language and Dasa Titah for the Indonesian language. This writing shows that the Batak language uses straightforward way more in comparison to the Indonesian language. This study aims to draw a characteristic of the Batak language and Indonesian language, especially in expressing their meaning. Key words : Implicit, Explicit, equivalence, language characteristics
Title: Analisis Makna Implisit dan Eksplisit pada Bahasa Batak Toba dan Bahasa Indonesia
Description:
AbstrakSetiap bahasa bersifat unik.
Bahasa mempunyai caranya masing-masing untuk menyampaikan maksudnya.
Bahasa Indonesia mempunyai caranya sendiri yang berbeda dari bahasa Batak, meskipun kedua bahasa ini berada pada wilayah yang sama, yaitu teritori Indonesia.
Kedua bahasa ini mempunyai karakteristik masing-masing dalam hal menyampaikan pemikirannya.
Makna dalam suatu bahasa dapat dinyatakan secara implisit dan secara eksplisit.
Mengimplisitkan makna, maksudnya adalah tidak menyatakan makna tertentu secara jelas, baik melalui kosa kata atau gramatika bahasa itu akan tetapi makna itu dipahami oleh pembaca.
Makna yang dieksplisitkan, yaitu makna yang dinyatakan dengan kosa kata atau dengan struktur bahasa itu sendiri.
Suatu makna dinyatakan secara eksplisit atau implisit tergantung pada konteks atau ketersediaan kosa kata pada sebuah bahasa.
Menyatakan makna secara eksplisit dapat menghindarkan ambiguitas, ketidakjelasan dan kesalahpahaman.
Akan tetapi mengekpresikan makna secara eksplisit berulang-ulang dapat menyebabkan sepertinya membodohi pembaca, seakan pembaca tidak mengetahui topik yang sedang dibicarakan atau juga dapat membuat tulisan itu membosankan.
Data yang digunakan pada kajian ini adalah Patik Ni Debata Nasampului Dohot Lapatanna untuk data bahasa Batak dan Dasa Titah untuk bahasa Indonesia.
Pada kajian ini dapat dilihat bahwa Bahasa Batak pada umumnya mengeksplisitkan maknanya dibanding dengan bahasa Indonesia.
Tujuan dari kajian ini adalah untuk memberi gambaran karakteristik bahasa Batak dan Bahasa Indonesia khususnya dalam hal mengekspresikan maknanya.
Kata Kunci: Implisit, eksplisit, padanan kata, karakteristik bahasa AbstractEvery language is unique.
Language has a specific way to state its idea.
The Indonesian language has its way that differs from the Batak language in conveying their meaning, eventhough both belong to the same region, that is Indonesian territory.
These two languages have their specific characteristics in expressing their thoughts.
Meaning in a language can be defined implicitly and explicitly.
To explain a meaning implicitly means that the meaning is expressed without using a particular word and a language structure, but the reader understands it.
To tell a meaning explicitly implies that the meanings are expressed by using a word or by the language's structure.
To convey the meaning explicitly or implicitly depends on thecontext or by some cirstumstaces and the lexicon's availability in a language.
To express a meaning explicitly may avoid ambiguity, vagueness, and misunderstanding.
But, describing the meaning explicitly all the time may cause ignorant, as if other people know nothing about the topic of the discussion.
The data used is taken from Patik Ni Debata Nasampului Dohot Lapatanna for Batak Language and Dasa Titah for the Indonesian language.
This writing shows that the Batak language uses straightforward way more in comparison to the Indonesian language.
This study aims to draw a characteristic of the Batak language and Indonesian language, especially in expressing their meaning.
Key words : Implicit, Explicit, equivalence, language characteristics.

Related Results

Analisis Personal Branding Perempuan Batak Toba Melalui Budaya Sinamot dalam Pernikahan Adat Batak Toba
Analisis Personal Branding Perempuan Batak Toba Melalui Budaya Sinamot dalam Pernikahan Adat Batak Toba
Personal branding menjadi hal yang penting dalam diri untuk menciptakan citra diri yang positif dengan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Riset penelitian ini membahas men...
KEKERABATAN BAHASA BATAK TOBA DAN BAHASA BATAK ANGKOLA SUATU KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
KEKERABATAN BAHASA BATAK TOBA DAN BAHASA BATAK ANGKOLA SUATU KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan antara Bahasa Batak Toba dan Bahasa Batak Angkola, dengan melakukan perbandingan antara Bahasa Batak An...
CORRESPONDENCE OF THE PROTO-AUSTRONESIAN CONSONANT PHONEMES IN TOBA BATAK LANGUAGE
CORRESPONDENCE OF THE PROTO-AUSTRONESIAN CONSONANT PHONEMES IN TOBA BATAK LANGUAGE
Abstrak—Bahasa Proto Austronesia merupakan nama sebuah rumpun bahasa yang mendiami wilayah daratan Asia Tenggara. Bahasa Batak merupakan bahasa yang digunakan oleh penutur asli bah...
EKSISTENSI BAHASA BATAK TOBA DI KOTA MEDAN
EKSISTENSI BAHASA BATAK TOBA DI KOTA MEDAN
Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi serta identitas suatu masyarakat harus terus dijaga. Namun ada sekitar 145 bahasa terus mengalami kemunduran. Bahasa yang berangsur-angsur ...
Cephalometry Variation of Bataknese
Cephalometry Variation of Bataknese
Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang terdiri dari berbagai macam etnis dan suku bangsa, salah satu suku bangsa terbesar di Indonesia adalah suku Batak. Suku Batak terbag...
Tradisi Andung dalam Masyarakat Batak Toba
Tradisi Andung dalam Masyarakat Batak Toba
Kematian adalah salah satu tahap yang tidak dapat dihindari dalam proses kehidupan manusia. Kematian menjadi salah satu bentuk penyadaran diri bahwa semua yang hidup didunia ini pa...
Analisis Makna Figuratif dan Pergeseran Fungsi Andung “Tangis Ni Tao Toba” dalam Upaya Melestarikan Tradisi Andung Batak Toba
Analisis Makna Figuratif dan Pergeseran Fungsi Andung “Tangis Ni Tao Toba” dalam Upaya Melestarikan Tradisi Andung Batak Toba
Penelitian tentang andung Batak Toba telah banyak dilakukan oleh peneliti dan akademisi yang tertarik dengan topik penelitian ini. Tetapi penelitian andung dari segi makna figurat...
Narasi Counter-Stereotype Etnis Batak dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap (2022)
Narasi Counter-Stereotype Etnis Batak dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap (2022)
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana narasi counter-stereotype direpresentasikan dalam film Ngeri-Ngeri Sedap. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif de...

Back to Top