Javascript must be enabled to continue!
Analisis Tingkat Kelayakahunian Rumah Susun Sederhana Sewa (Studi Kasus: Rusunawa Begalon, Jurug, Mojosongo, dan Mangkubumen Kota Surakarta)
View through CrossRef
Penyediaan rusunawa merupakan salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan hunian di perkotaan untuk mengatasi kepadatan penduduk dan keterbatasan lahan. Hadirnya rusunawa tidak lepas dari berbagai permasalahan yang ditinjau dari berbagao aspek dalam memenuhi kebutuhan bermukim. Keberhasilan dalam penyediaan rusunawa dapat diukur dari tingkat livability. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat livability pada rusunawa di Surakarta. Dalam penelitian pemilihan lokasinya berdasarkan usia bangunan, pada setiap kecamatan diambil satu rusunawa, dan pengelolaan oleh pemerintah kota. Lokasi penelitian ini pada Rusunawa Begalon II, Jurug, Mojosongo, dan Mangkubumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan dekdutif Jenis penelitian pada penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan analisis skoring dan deksriptif kuantitaif. Untuk kuantitatif di gunakan kepada kuesioner metode studi literatur untuk menganalisis berbagai aspek yang memengaruhi tingkat livability, termasuk kualitas fisik bangunan, aksesibilitas terhadap fasilitas publik, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kepuasan penghuni. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat livability rusunawa di Kota Surakarta diperoleh skor persentase sebesar 76,8%. dikategorikan dalam tingkat livability “Tinggi.” Artinya, meskipun kondisi hunian sudah cukup layak dan mendukung kehidupan penghuninya, masih terdapat beberapa aspek yang memerlukan peningkatan agar mencapai tingkat yang lebih optimal untuk meningkatkan livability rusunawa di Kota Surakarta.
Universitas Indo Global Mandiri
Title: Analisis Tingkat Kelayakahunian Rumah Susun Sederhana Sewa (Studi Kasus: Rusunawa Begalon, Jurug, Mojosongo, dan Mangkubumen Kota Surakarta)
Description:
Penyediaan rusunawa merupakan salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan hunian di perkotaan untuk mengatasi kepadatan penduduk dan keterbatasan lahan.
Hadirnya rusunawa tidak lepas dari berbagai permasalahan yang ditinjau dari berbagao aspek dalam memenuhi kebutuhan bermukim.
Keberhasilan dalam penyediaan rusunawa dapat diukur dari tingkat livability.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat livability pada rusunawa di Surakarta.
Dalam penelitian pemilihan lokasinya berdasarkan usia bangunan, pada setiap kecamatan diambil satu rusunawa, dan pengelolaan oleh pemerintah kota.
Lokasi penelitian ini pada Rusunawa Begalon II, Jurug, Mojosongo, dan Mangkubumen.
Penelitian ini menggunakan pendekatan dekdutif Jenis penelitian pada penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif.
Teknik analisis yang digunakan analisis skoring dan deksriptif kuantitaif.
Untuk kuantitatif di gunakan kepada kuesioner metode studi literatur untuk menganalisis berbagai aspek yang memengaruhi tingkat livability, termasuk kualitas fisik bangunan, aksesibilitas terhadap fasilitas publik, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kepuasan penghuni.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat livability rusunawa di Kota Surakarta diperoleh skor persentase sebesar 76,8%.
dikategorikan dalam tingkat livability “Tinggi.
” Artinya, meskipun kondisi hunian sudah cukup layak dan mendukung kehidupan penghuninya, masih terdapat beberapa aspek yang memerlukan peningkatan agar mencapai tingkat yang lebih optimal untuk meningkatkan livability rusunawa di Kota Surakarta.
Related Results
Implementasi Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa di Rusunawa Sombo Kota Surabaya
Implementasi Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa di Rusunawa Sombo Kota Surabaya
Pengelolaan rumah susun sederhana sewa merupakan tahapan lanjutan dari penyelenggaraan rumah susun. Di Kota Surabaya, pengelolaan rumah susun sederhana sewa diatur dalam Peraturan ...
PEMILIHAN LOKASI RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA: STUDI KASUS RUSUNAWA PUTRI CEMPO, SURAKARTA
PEMILIHAN LOKASI RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA: STUDI KASUS RUSUNAWA PUTRI CEMPO, SURAKARTA
<p><em>Kota Surakarta memiliki luas wilayah sebesar 44,04 km<sup>2</sup> dengan kepadatan penduduk lebih dari 11.340,84 jiwa/km<sup>2</sup>. Seb...
ATRIBUT KEPUASAN RUSUNAWA DI JAKARTA TIMUR
ATRIBUT KEPUASAN RUSUNAWA DI JAKARTA TIMUR
Kepuasan atas rusunawa menggambarkan jarak antara harapan dengan realitas yang dirasakan oleh penghuni. Atribut kepuasan atas rusunawa merupakan ukuran atas kepuasan yang dirasakan...
OPTIMALISASI PENGELOLAAN RUSUNAWA DI KOTA SEMARANG
OPTIMALISASI PENGELOLAAN RUSUNAWA DI KOTA SEMARANG
Rusunawa merupakah salah satu program untuk mengatasi permasalahan keterbatasan lahan dan ketidakmampuan MBR untuk menjangkau fasilitas hunian. Seiring dengan pembangunan rusunawa ...
RUSUNAWA SOMBO REDESIGN CONCEPT BASED ON RESIDENTS’ PERCEPTION KONSEP REDESAIN RUSUNAWA SOMBO BERDASARKAN PERSEPSI PENGHUNI
RUSUNAWA SOMBO REDESIGN CONCEPT BASED ON RESIDENTS’ PERCEPTION KONSEP REDESAIN RUSUNAWA SOMBO BERDASARKAN PERSEPSI PENGHUNI
Rusunawa merupakan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang di berlakukan pembayaran tiap bulan bagi penghuninya dengan digunakan bersama serta fasiltias bersama dan di b...
Tingkat Kenyamanan Hunian Berdasarkan Kondisi Fisik Rusunawa Blok A dan Blok B Jalan Kom Yos Sudarso Pontianak
Tingkat Kenyamanan Hunian Berdasarkan Kondisi Fisik Rusunawa Blok A dan Blok B Jalan Kom Yos Sudarso Pontianak
Usaha pemerintah dalam memenuhi kebutuhan perumahan di kota – kota besar dengan tingkat kepadatan yang tinggi adalah dicanangkannya kebijakan pembangunan rumah susun. Tujuan pemban...
ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP SEWA MENYEWA RUMAH DINAS
ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP SEWA MENYEWA RUMAH DINAS
Praktek sewa menyewa rumah dinas milik PTKA di Kel. Randusari Kec. Semarang Selatan merupakan sebuah akad menyewakan rumah dinas. PT.KA mempunyai wewenang dalam menentukan tarif se...

