Javascript must be enabled to continue!
KULTUR ROTIFER DENGAN BEBERAPA JENIS PAKAN DAN KOMBINASINYA
View through CrossRef
Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis dan kombinasi pakan yang terbaik pada kultur rotifer secara intensif. Penelitian menggunakan pakan alga Nannochloropsis oculata, ragi roti (Saccharomyces cerevisiae), vitamin B dan Scott’s emulsion, perlakuan pakan A) N.oculata, B) ragi roti + Scott’s emulsion, C) Ragi roti + Scott’s emulsion + Vit.B12, dan D) N.oculata + ragi roti + Vit.B12 + Scott’s emulsion. Wadah penelitian menggunakan kontainer plastik putih volume 20 L. dengan media pemeliharaan 18 L, densitas awal adalah 56 ekor rotifer/mL. Produksi tertinggi adalah 33,4 juta ekor     rotifer (1.867 ekor rotifer/mL) pada perlakuan D) dengan persentase produksi telur harian mencapai 29%. Peringkat kedua produksi ada pada perlakuan A) yang hanya mengandalkan N. oculata. Hasil pengamatan menunjukkan peranan vital alga sebagai dasar sumber energi yang akan berlipat hasilnya dengan penambahan suplemen yang essensial untuk memacu kemampuan reproduksi rotifer. Intensifikasi budidaya dan produksi rotifer dapat dikembangkan dengan pakan dasar alga dikombinasikan dengan suplemen essensial, dan didukung pengaturan kondisi pencahayaan yang tepat, diyakini akan memberikan hasil yang optimal.The aim of this study was to find out types of feed and their combinations for intensive culture of rotifer. Feeds used were Nannochloropsis oculata, beaker yeast (Saccharomyces cerevisiae), vitamin B12 and Scott’s emulsion. The treatments consisted of A) N.oculata, B) beaker yeast + Scott’s emulsion, C) beaker yeast + Scott’s emulsion + Vit.B12, and D) N. oculata + beaker yeast + Vit.B12 + Scott’s emulsion. White plastic containers were used for culturing the rotifer in 18 L. culture medium, with initial density of 56 ind./mL. The highest production was 33.4 million rotifers (1,867 rotifer/mL) in treatment D with daily production of eggs of 25%, and the second was reached by treatment A) (algae only). This result showed the important role of algae as a basic energy source for growth and rotifer reproduction can be accelerated with the addition of essential supplements. Development of intensive culture of rotifer using algae as a basic feed, combined with essential supplements, and cultured under appropriate light intensity could result in optimum growth of rotifer.
Agency for Marine and Fisheries Research and Development
Title: KULTUR ROTIFER DENGAN BEBERAPA JENIS PAKAN DAN KOMBINASINYA
Description:
Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis dan kombinasi pakan yang terbaik pada kultur rotifer secara intensif.
Penelitian menggunakan pakan alga Nannochloropsis oculata, ragi roti (Saccharomyces cerevisiae), vitamin B dan Scott’s emulsion, perlakuan pakan A) N.
oculata, B) ragi roti + Scott’s emulsion, C) Ragi roti + Scott’s emulsion + Vit.
B12, dan D) N.
oculata + ragi roti + Vit.
B12 + Scott’s emulsion.
Wadah penelitian menggunakan kontainer plastik putih volume 20 L.
dengan media pemeliharaan 18 L, densitas awal adalah 56 ekor rotifer/mL.
Produksi tertinggi adalah 33,4 juta ekor     rotifer (1.
867 ekor rotifer/mL) pada perlakuan D) dengan persentase produksi telur harian mencapai 29%.
Peringkat kedua produksi ada pada perlakuan A) yang hanya mengandalkan N.
oculata.
Hasil pengamatan menunjukkan peranan vital alga sebagai dasar sumber energi yang akan berlipat hasilnya dengan penambahan suplemen yang essensial untuk memacu kemampuan reproduksi rotifer.
Intensifikasi budidaya dan produksi rotifer dapat dikembangkan dengan pakan dasar alga dikombinasikan dengan suplemen essensial, dan didukung pengaturan kondisi pencahayaan yang tepat, diyakini akan memberikan hasil yang optimal.
The aim of this study was to find out types of feed and their combinations for intensive culture of rotifer.
Feeds used were Nannochloropsis oculata, beaker yeast (Saccharomyces cerevisiae), vitamin B12 and Scott’s emulsion.
The treatments consisted of A) N.
oculata, B) beaker yeast + Scott’s emulsion, C) beaker yeast + Scott’s emulsion + Vit.
B12, and D) N.
oculata + beaker yeast + Vit.
B12 + Scott’s emulsion.
White plastic containers were used for culturing the rotifer in 18 L.
culture medium, with initial density of 56 ind.
/mL.
The highest production was 33.
4 million rotifers (1,867 rotifer/mL) in treatment D with daily production of eggs of 25%, and the second was reached by treatment A) (algae only).
This result showed the important role of algae as a basic energy source for growth and rotifer reproduction can be accelerated with the addition of essential supplements.
Development of intensive culture of rotifer using algae as a basic feed, combined with essential supplements, and cultured under appropriate light intensity could result in optimum growth of rotifer.
Related Results
MANAJEMEN KULTUR ROTIFER DENGAN TANGKI VOLUME KECIL
MANAJEMEN KULTUR ROTIFER DENGAN TANGKI VOLUME KECIL
Keberhasilan pembenihan ikan sangat dipengaruhi keberhasilan produksi jasad pakan rotifer secara tepat dan efisien. Penelitian kultur rotifer dengan tangki volume kecil bertujuan u...
Pengawasan dan Pemberian Pakan pada Kolam Ikan di Pondok Pesantren Lintang Songo Menggunakan Telegram
Pengawasan dan Pemberian Pakan pada Kolam Ikan di Pondok Pesantren Lintang Songo Menggunakan Telegram
Budidaya ikan menjadi salah satu usaha mandiri yang dilakukan oleh masyarakat, salah satunya adalah Pondok Pesantren Lintang Songo. Pentingnya memperhatikan cara merawat dan memeli...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PEMELIHARAAN LARVA IKAN KLOWN (Amphiprion percula) DENGAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA
PEMELIHARAAN LARVA IKAN KLOWN (Amphiprion percula) DENGAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA
Nilai jual ikan hias klown sangat tergantung dari kecerahan dan keunikan warna yang dimilikinya, namun ikan hias produk hatcheri masih belum sebaik hasil tangkapan alam. Pengkayaan...
Pertumbuhan Rajungan (Portunus pelagicus) Yang Diberi Pakan Segar Keong Bakau (Telescopium telescopium) Dan Keong Mas (Pomacea canaliculata) Dalam Sistem Resirkulasi
Pertumbuhan Rajungan (Portunus pelagicus) Yang Diberi Pakan Segar Keong Bakau (Telescopium telescopium) Dan Keong Mas (Pomacea canaliculata) Dalam Sistem Resirkulasi
Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditas ekspor yang bernilai cukup tinggi sehingga teknologi pembudidayaannya yang berkelanjutan seperti kontinyuitas pakannya sangat perl...
Kinerja benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang diberi pakan maggot dan cacing sutera
Kinerja benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang diberi pakan maggot dan cacing sutera
Permasalahan yang sering dihadapi dalam pembenihan ikan gurami adalah pertumbuhan ikan lambat dan penyediaan pakan ikan. Hal ini menjadi kendala dalam peningkatan produksi benih ik...
Uji Kualitas Fisik Kukis Pakan Ternak Dengan Level Penggunaan Jerami Padi fermentasi Yang Berbeda
Uji Kualitas Fisik Kukis Pakan Ternak Dengan Level Penggunaan Jerami Padi fermentasi Yang Berbeda
Ketersediaan bahan pakan umumnya berfluktuasi sepanjang tahun, yaitu melimpah pada saat musim penghujan dan terbatas pada saat musim kemarau. Kondisi seperti itu adalah merupakan p...

