Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH MODEL DIFRAKSI TERHADAP PERAMBATAN GELOMBANG DETONASI PADA CAMPURAN BAHAN BAKAR HIDROGEN-OKSIGEN DENGAN DILUENT ARGON

View through CrossRef
Pada sistem pembakaran snpersonik, shock wave dan reaction wave merambat dengan kondisi berhimpit dengan kecepatan di bawah 1 mikro detik. Shock wave yang memiliki tekanan tinggi hingga mencapai 20 kali tekanan awal akan membahayakan bagi keselamatan manusia jika kecelakaan detonasi terjadi. Dengan demikian  diharapkan kecelakaan yang diakibatkan oleh gelombang detonasi akan dapat dihindari atau diminimalisasi. Hal ini dilakukan dengan cara mengubah gelombang detonasi menjadi gelombang deflagrasi, yaitu memisahkan shock wave dengan reaction wave akibat proses ekspansi gelombang detonasi. Pada eksperimen ini, model diuji pada pipa uji detonasi (PUD) horizontal berpenampang lingkaran dengan diameter dalam 50 mm dan panjang 6300 mm yang terdiri dari seksi driver sepanjang 1000 mm, seksi driven sepanjang 5300 mm. Pada seksi driven dipasang model facing step 50% dengan bahan alumunium sepanjang 300 mm. Empat unit sensor tekanan yang berfungsi untuk merekam profil tekanan sepanjang proses pembakaran dan empat unit ionisation probe yang berfungsi untuk mendeteksi waktu kedatangan flame front, dipasang masing - masing 2 unit di upstream dan 2 unit di downstream dari model dengan posisi saling berhadapan. Campuran bahan bakar untuk seksi driver yang digunakan pada eksperimen ini adalah campuran hidrogen dan oksigen dengan kondisi stokiometrik dan tekanan awal 100 kPa untuk menjamin terjadinya detonasi pada seksi driver, sedangkan pada seksi driven campuran bahan bakar yang digunakan adalah campuran hidrogen - oksigen dengan diluent argon pada variasi tekanan awal mulai 20 kPa hingga 100 kPa. Dari hasil penelitian diperoleh 3 mekanisme perambatan gelombang detonasi di belakang model.facing step 50%, yaitu a) Reinisiasi detonasi oleh adanya DDT, yaitu kondisi merambatnya kembali gelombang detonasi akibat proses deflagration to detonation transition di daerah downstream dari model setelah sebelumnya quenching detonasi akibat gelombang ekspansi, (b) Reinisiasi detonasi oleh adanya S-W, kondisi merambatnya kembali gelombang detonasi akibat adanya interaksi gelonbang kejut dengan dinding pipa, (c) transmisi detonasi, merupakan proses perambatan gelombang detonasi tanpa melalui proses quenching didaerah downstream dari model.
Politeknik Negeri Bandung
Title: PENGARUH MODEL DIFRAKSI TERHADAP PERAMBATAN GELOMBANG DETONASI PADA CAMPURAN BAHAN BAKAR HIDROGEN-OKSIGEN DENGAN DILUENT ARGON
Description:
Pada sistem pembakaran snpersonik, shock wave dan reaction wave merambat dengan kondisi berhimpit dengan kecepatan di bawah 1 mikro detik.
Shock wave yang memiliki tekanan tinggi hingga mencapai 20 kali tekanan awal akan membahayakan bagi keselamatan manusia jika kecelakaan detonasi terjadi.
Dengan demikian  diharapkan kecelakaan yang diakibatkan oleh gelombang detonasi akan dapat dihindari atau diminimalisasi.
Hal ini dilakukan dengan cara mengubah gelombang detonasi menjadi gelombang deflagrasi, yaitu memisahkan shock wave dengan reaction wave akibat proses ekspansi gelombang detonasi.
Pada eksperimen ini, model diuji pada pipa uji detonasi (PUD) horizontal berpenampang lingkaran dengan diameter dalam 50 mm dan panjang 6300 mm yang terdiri dari seksi driver sepanjang 1000 mm, seksi driven sepanjang 5300 mm.
Pada seksi driven dipasang model facing step 50% dengan bahan alumunium sepanjang 300 mm.
Empat unit sensor tekanan yang berfungsi untuk merekam profil tekanan sepanjang proses pembakaran dan empat unit ionisation probe yang berfungsi untuk mendeteksi waktu kedatangan flame front, dipasang masing - masing 2 unit di upstream dan 2 unit di downstream dari model dengan posisi saling berhadapan.
Campuran bahan bakar untuk seksi driver yang digunakan pada eksperimen ini adalah campuran hidrogen dan oksigen dengan kondisi stokiometrik dan tekanan awal 100 kPa untuk menjamin terjadinya detonasi pada seksi driver, sedangkan pada seksi driven campuran bahan bakar yang digunakan adalah campuran hidrogen - oksigen dengan diluent argon pada variasi tekanan awal mulai 20 kPa hingga 100 kPa.
Dari hasil penelitian diperoleh 3 mekanisme perambatan gelombang detonasi di belakang model.
facing step 50%, yaitu a) Reinisiasi detonasi oleh adanya DDT, yaitu kondisi merambatnya kembali gelombang detonasi akibat proses deflagration to detonation transition di daerah downstream dari model setelah sebelumnya quenching detonasi akibat gelombang ekspansi, (b) Reinisiasi detonasi oleh adanya S-W, kondisi merambatnya kembali gelombang detonasi akibat adanya interaksi gelonbang kejut dengan dinding pipa, (c) transmisi detonasi, merupakan proses perambatan gelombang detonasi tanpa melalui proses quenching didaerah downstream dari model.
.

Related Results

PENGARUH PENAMBAHAN ETANOL DI BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MESIN 4 TAK
PENGARUH PENAMBAHAN ETANOL DI BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MESIN 4 TAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan etanol berkadar 96% dalam bahan bakar. Data hasil pengujian menyebutkan bahan bakar pertalit memiliki nilai kadar Karb...
Pengaruh pemakaian bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak
Pengaruh pemakaian bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak. Seberapa besar pengaruh pemakaian berbagai bahan bak...
Studi Eksplorasi Motor Bakar Berbahan Bakar Ganda dalam Upaya Mendukung Pengembangan Motor Bakar Berbahan Bakar Gas Alam
Studi Eksplorasi Motor Bakar Berbahan Bakar Ganda dalam Upaya Mendukung Pengembangan Motor Bakar Berbahan Bakar Gas Alam
ABSTRAK Penelitian mengenai eksplorasi motor bakar berbahan bakar ganda dalam upaya mendukung pengembangan motor bakar berbahan bakar gas alam telah dilaksanakan di MIDC Bandung. P...
Studi sistem bahan bakar gas pada superheater untuk pengembangan bahan bakar alternatif
Studi sistem bahan bakar gas pada superheater untuk pengembangan bahan bakar alternatif
Kebutuhan energi di Indonesia terutama penggunaan bahan bakar solar yang semakin meningkat dan emisi gas buang yang semakin tinggi menyebabkan pemanasan global merupakan permasalah...
PENGARUH PENGGUNAAN CDI UNLIMITER TERHADAP DAYA DAN TORSI HONDA KARISMA
PENGARUH PENGGUNAAN CDI UNLIMITER TERHADAP DAYA DAN TORSI HONDA KARISMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui effektifitas penggunaan bahan bakar dari campuran gasoline-etanol dan penggunaan CDI limiter dan unlimiter. Pengujian menggunakan motor 4 ...
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH MEDAN MAGNET 1200 GAUSS DAN 2500 GAUSS TERHADAP MESIN BENSIN BAHAN BAKAR PREMIUM
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH MEDAN MAGNET 1200 GAUSS DAN 2500 GAUSS TERHADAP MESIN BENSIN BAHAN BAKAR PREMIUM
Krisis energi pada saat ini sudah dirasakan pada beberapa negara, mereka berlomba-lomba untuk mengadakan penghematan dan pemakaian energi yang tepat diberbagai bidang. Salah satu m...
RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR GELOMBANG PERMUKAAN LAUT PRESISI TINGGI (A PROTOTYPE DESIGN)
RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR GELOMBANG PERMUKAAN LAUT PRESISI TINGGI (A PROTOTYPE DESIGN)
Gelombang permukaan laut adalah salah satu fenomena yang sangat kompleks dan mudah berubah dibandingkan dengan arus dan pasang surut, sehingga untuk memahami secara menyeluruh tent...

Back to Top