Javascript must be enabled to continue!
Teori “Innefabilitas” Menurut Allamah Thabataba’i
View through CrossRef
<div><p><strong>Abstract :</strong> This essay will attempt to explain some of the theories of inneffability of Allamah Thabataba’i, as in an earlier work we have explained the same concept as viewed by both W. Stace and William James. Some of the issues will be outlined in this article, that is whether the absolute can be expressed ? If wahdāh al-wujūd (unity of being) asserts absoluteness, does this mean that there is no language that can describe it ? Then what exactly is the meaning of innefability ? What does it mean that the experience of wahdāh al-wujūd can not be conceptualized, nor can it be described, nor can it be logical ? If so, where then do words such as innefability, paradox and ‘absolute’ originate from? What does it mean that this is unattainable by reason? This work will reveal that the experience of the absolutely wahdāh al-wujūd can be expressed generally not in detail, by means that diff ers from peripatetic logic.</p><p><em>Keywords : Ineffability, unconceptualized, irrational, reason, potential fantacy</em></p><p> </p><p><strong>Abstrak :</strong> Tulisan ini mencoba memaparkan beberapa konsep innefabilitas, menurut Allamah Thabataba’i, di mana pada tulisan sebelumnya kami mengutarakan beberapa konsep innefabilitas dalam pandangan W.Stace dan William James. Beberapa persoalan yang akan diuraikan dalam tulisan ini adalah apakah absolut dapat diekspresikan ? jika wahdāh al-wujūd melazimkan keabsolutan apakah hal ini berarti bahwa tak ada bahasa yang dapat menggambarkan konsep wahdāh al-wujūd ? lalu apa sebenarnya makna dari innefabilitas ? apakah maksudnya bahwa pengalaman irfani wahdāh al-wujūd tidak bisa dikonsepsikan, ataukah tidak bisa dipahami, ataukah tidak bisa dilogikakan ? jika demikian, lalu kata seperti tak terbatas, tak terhingga, paradoks, dan kata ‘absolut’ ini muncul dari mana ? apakah maksud dari innefabilitas bahwa akal tak mampu menjangkaunya karena sudah diluar tapal batas akal? tulisan ini ingin menunjukkan bahwa pengalaman irfani wahdāh al-wujūd yang absolut dan tak terbatas dapat diekspresikan secara global namun tidak secara terperinci, namun akal yang digunakan bukan lagi akal paripatetik.</p><p><em>Kata kunci : Innefabilitas, ketidakmungkinan-dikonsepsikan, irrasioanal, akal, potensi fantasi</em></p></div>
Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra
Title: Teori “Innefabilitas” Menurut Allamah Thabataba’i
Description:
<div><p><strong>Abstract :</strong> This essay will attempt to explain some of the theories of inneffability of Allamah Thabataba’i, as in an earlier work we have explained the same concept as viewed by both W.
Stace and William James.
Some of the issues will be outlined in this article, that is whether the absolute can be expressed ? If wahdāh al-wujūd (unity of being) asserts absoluteness, does this mean that there is no language that can describe it ? Then what exactly is the meaning of innefability ? What does it mean that the experience of wahdāh al-wujūd can not be conceptualized, nor can it be described, nor can it be logical ? If so, where then do words such as innefability, paradox and ‘absolute’ originate from? What does it mean that this is unattainable by reason? This work will reveal that the experience of the absolutely wahdāh al-wujūd can be expressed generally not in detail, by means that diff ers from peripatetic logic.
</p><p><em>Keywords : Ineffability, unconceptualized, irrational, reason, potential fantacy</em></p><p> </p><p><strong>Abstrak :</strong> Tulisan ini mencoba memaparkan beberapa konsep innefabilitas, menurut Allamah Thabataba’i, di mana pada tulisan sebelumnya kami mengutarakan beberapa konsep innefabilitas dalam pandangan W.
Stace dan William James.
Beberapa persoalan yang akan diuraikan dalam tulisan ini adalah apakah absolut dapat diekspresikan ? jika wahdāh al-wujūd melazimkan keabsolutan apakah hal ini berarti bahwa tak ada bahasa yang dapat menggambarkan konsep wahdāh al-wujūd ? lalu apa sebenarnya makna dari innefabilitas ? apakah maksudnya bahwa pengalaman irfani wahdāh al-wujūd tidak bisa dikonsepsikan, ataukah tidak bisa dipahami, ataukah tidak bisa dilogikakan ? jika demikian, lalu kata seperti tak terbatas, tak terhingga, paradoks, dan kata ‘absolut’ ini muncul dari mana ? apakah maksud dari innefabilitas bahwa akal tak mampu menjangkaunya karena sudah diluar tapal batas akal? tulisan ini ingin menunjukkan bahwa pengalaman irfani wahdāh al-wujūd yang absolut dan tak terbatas dapat diekspresikan secara global namun tidak secara terperinci, namun akal yang digunakan bukan lagi akal paripatetik.
</p><p><em>Kata kunci : Innefabilitas, ketidakmungkinan-dikonsepsikan, irrasioanal, akal, potensi fantasi</em></p></div>.
Related Results
Penerapan Teori-Teori Filosofis Dalam Menafsirkan Al-Qur’an
Penerapan Teori-Teori Filosofis Dalam Menafsirkan Al-Qur’an
<p><strong>Abstract</strong></p><p>Human reason is a tool to understand the realities and to express them in the philosophical theories. Because the K...
Teori Belajar dalam Perspektif Barat dan Islam
Teori Belajar dalam Perspektif Barat dan Islam
Teori belajar yang ditawarkan Barat mempunyai world view sekuler-positifistik-materialistik membatasi teori belajar pada gejala-gejala yang berkaitan dengan peristiwa belajar yang ...
TEORI PUITIKA SASTERA MELAYU: INTERPRETASI DAN PRAKTIKALITI
TEORI PUITIKA SASTERA MELAYU: INTERPRETASI DAN PRAKTIKALITI
ABSTRAK
Makalah ini bertujuan menilai Teori Puitika Sastera Melayu sebagai teori sastera tempatan yang digagaskan oleh Muhammad Haji Salleh (1989). Teori ini mendapat perhati...
PARADIGMA HUKUM ISLAM TEOANTROPOSENTRIS: TELAAH PARADIGMATIS PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN DAN ABDULLAH SAEED
PARADIGMA HUKUM ISLAM TEOANTROPOSENTRIS: TELAAH PARADIGMATIS PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN DAN ABDULLAH SAEED
Penelitian ini ingin melihat bagaimana paradigma dan teori penafsiran hukum Fazlur Rahman dan Abdullah Saeed. Teori penafsiran Rahman (double movement) dan Saeed (teori kontekstual...
Perbandingan Fiqh Tentang Akad Tidak Bernama
Perbandingan Fiqh Tentang Akad Tidak Bernama
Abstract
This paper uses a type of qualitative research with a library research focus. The discussion of this paper, first discusses the meaning of contract in a comparative ...
Telaah Kritis Gerhana Flat Earth Dalam Perspektif Teori Kebenaran Pragmatis
Telaah Kritis Gerhana Flat Earth Dalam Perspektif Teori Kebenaran Pragmatis
: Di tengah berkembang teori sains modern terkait gerhana, teori ini dihadapkan sebuah tantangan baru dengan kemunculan gerakan konspirasi penganut konsep bumi datar (Flat Earth)...
Pendidikan Theory-Based Learning Era 4.0: Manfaat Kursus Teori Seni Dengan Penggunaan Platfom Ai
Pendidikan Theory-Based Learning Era 4.0: Manfaat Kursus Teori Seni Dengan Penggunaan Platfom Ai
Pendidikan teori seni di kalangan pelajar Kolej Pengajian Seni Kreatif (KPSK) Universiti Teknologi MARA kampus Machang (Kelantan) dan Kota Samarahan (Sarawak) bagi kursus pengajian...
Teori-Teori Pembelajaran Musik
Teori-Teori Pembelajaran Musik
Musik sebagai ilmu pengetahuan terus berkembang dan menghasilkan berbagai teori. Secara umum, teori musik adalah studi tentang praktik bermusik dan potensi yang dihasilkan melalui ...

