Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kompetensi dan Perkembangan Profesi

View through CrossRef
Spektrum keilmuan Oftalmologi berada diantara dua sisi, kebutaan dan penglihatan yang optimal; oleh karena itu, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, paradigma oftalmologi bergeser dari rehabilitasi kebutaan dan pencegahan kebutaan menjadi optimalisasi kemampuan penglihatan. Kondisi tsb tercermin pada berbagai makalah yang ditampilkan pada edisi ini. Artikel case report memperlihatkan ketepatan pengobatan yang ahirnya dapat membedakan dua keadaan yang mengancam kebutaan namun dengan prognosis yang berbeda. Dua artikel lain, inovasi untuk menggunakan pemeriksaan kartu Amsler untuk menilai adanya gangguan lapang pandang penderita Glaukoma, dan pemberian obat acetazolamide pasca bedah katarak masuk katagori pencegahan kebutaan. Begitu pula makalah deskripsi retrospektif tumor orbita primer pada anak, yang diskusi maupun kesimpulan nya terasa menjadi sesuatu yang umum. Kedalaman substansi dan ketajaman pembahasan makalah-makalah kita cenderung kurang terasa menjadi sesuatu pengetahuan baru. Hal ini, disatu sisi, dapat dimengerti karena umumnya artikel tsb merupakan hasil proses pendidikan para peserta program studi; namun, disisi lain menunjukkan kurangnya arahan, keterlibatan atau ketidak pedulian para pengampu-nya. Namun, hal itu sebenarnya adalah suatu ironi karena pada dasarnya yang paling di-untung-kan oleh adanya persyaratan publikasi bagi peserta didik adalah institusi pendidikan dan individu pengampu-nya dalam konteks akreditasi institusi maupun personal. Secara tidak langsung, keadaan itu juga terlihat dari asal institusi makalah yang ditampilkan, yang relatif hanya berasal dari institusi pendidikan tertentu saja, relatif sangat jarang adanya artikel dari anggota profesi yang berada di jalur pelayanan yang tidak membutuhkan nilai publikasi tsb. Hal yang sebaliknya, terlihat pada presentasi oral di acara ilmiah, terutama yang menampilkan aspek psiko motor dan yang berciri cutting edge technology justru dimunculkan oleh profesional dari sarana pelayanan. Keadaan itu menunjukkan spektrum kondisi dan situasi profesional kita sesuai dengan penjenjangan tingkatan kebutuhan individu berdasarkan teori Maslow’, dimana tingkatan tertinggi kebutuhan individu, adalah aktualisasi diri; yang secara nyata ditunjukkan dengan menampilkan karya -karya, atau berbagi pengalaman yang baik atau bahkan yang buruk pada pertemuan ilmiah tahunan profesi, atau menuliskan nya dalam makalah. Sesungguh-nya leader dalam suatu profesi adalah mereka yang mau berbagi kelebihan-nya di luar keterikatan pada lingkup bidang tugas-nya. Situasi dan kondisi keterbatasan materi untuk publikasi yang kurang kondusif, di negeri tercinta kita ini, maaf, telah berlangsung hampir seumur majalah organisasi profesi kita. Memang, ada geliat sporadik di beberapa pusat pendidikan dan pelayanan, namun terbukti belum mampu menggerakkan gerbong profesi kita secara serentak. Harus diakui, kita memang terperangkap dalam rutinitas yang menjebak, serta terlena dalam tidur nyenyak kenyamanan yang berkepanjangan. Dalam era Jaminan sosial (baca BPJS) saat ini untuk sebagian kecil dari kita, menjadi perluang besar dengan melakukan upaya entrepreunership dengan membuka klinik-klinik yang dapat melakukan operasi katarak; sedangkan, mayoritas anggota profesi akan semakin terjebak dengan rutinitas akibat membanjirnya jumlah pasien dengan nilai remunerasi yang tanpa disadari cenderung semakin minim....
Pesatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia
Title: Kompetensi dan Perkembangan Profesi
Description:
Spektrum keilmuan Oftalmologi berada diantara dua sisi, kebutaan dan penglihatan yang optimal; oleh karena itu, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, paradigma oftalmologi bergeser dari rehabilitasi kebutaan dan pencegahan kebutaan menjadi optimalisasi kemampuan penglihatan.
Kondisi tsb tercermin pada berbagai makalah yang ditampilkan pada edisi ini.
Artikel case report memperlihatkan ketepatan pengobatan yang ahirnya dapat membedakan dua keadaan yang mengancam kebutaan namun dengan prognosis yang berbeda.
Dua artikel lain, inovasi untuk menggunakan pemeriksaan kartu Amsler untuk menilai adanya gangguan lapang pandang penderita Glaukoma, dan pemberian obat acetazolamide pasca bedah katarak masuk katagori pencegahan kebutaan.
Begitu pula makalah deskripsi retrospektif tumor orbita primer pada anak, yang diskusi maupun kesimpulan nya terasa menjadi sesuatu yang umum.
Kedalaman substansi dan ketajaman pembahasan makalah-makalah kita cenderung kurang terasa menjadi sesuatu pengetahuan baru.
Hal ini, disatu sisi, dapat dimengerti karena umumnya artikel tsb merupakan hasil proses pendidikan para peserta program studi; namun, disisi lain menunjukkan kurangnya arahan, keterlibatan atau ketidak pedulian para pengampu-nya.
Namun, hal itu sebenarnya adalah suatu ironi karena pada dasarnya yang paling di-untung-kan oleh adanya persyaratan publikasi bagi peserta didik adalah institusi pendidikan dan individu pengampu-nya dalam konteks akreditasi institusi maupun personal.
Secara tidak langsung, keadaan itu juga terlihat dari asal institusi makalah yang ditampilkan, yang relatif hanya berasal dari institusi pendidikan tertentu saja, relatif sangat jarang adanya artikel dari anggota profesi yang berada di jalur pelayanan yang tidak membutuhkan nilai publikasi tsb.
Hal yang sebaliknya, terlihat pada presentasi oral di acara ilmiah, terutama yang menampilkan aspek psiko motor dan yang berciri cutting edge technology justru dimunculkan oleh profesional dari sarana pelayanan.
Keadaan itu menunjukkan spektrum kondisi dan situasi profesional kita sesuai dengan penjenjangan tingkatan kebutuhan individu berdasarkan teori Maslow’, dimana tingkatan tertinggi kebutuhan individu, adalah aktualisasi diri; yang secara nyata ditunjukkan dengan menampilkan karya -karya, atau berbagi pengalaman yang baik atau bahkan yang buruk pada pertemuan ilmiah tahunan profesi, atau menuliskan nya dalam makalah.
Sesungguh-nya leader dalam suatu profesi adalah mereka yang mau berbagi kelebihan-nya di luar keterikatan pada lingkup bidang tugas-nya.
Situasi dan kondisi keterbatasan materi untuk publikasi yang kurang kondusif, di negeri tercinta kita ini, maaf, telah berlangsung hampir seumur majalah organisasi profesi kita.
Memang, ada geliat sporadik di beberapa pusat pendidikan dan pelayanan, namun terbukti belum mampu menggerakkan gerbong profesi kita secara serentak.
Harus diakui, kita memang terperangkap dalam rutinitas yang menjebak, serta terlena dalam tidur nyenyak kenyamanan yang berkepanjangan.
Dalam era Jaminan sosial (baca BPJS) saat ini untuk sebagian kecil dari kita, menjadi perluang besar dengan melakukan upaya entrepreunership dengan membuka klinik-klinik yang dapat melakukan operasi katarak; sedangkan, mayoritas anggota profesi akan semakin terjebak dengan rutinitas akibat membanjirnya jumlah pasien dengan nilai remunerasi yang tanpa disadari cenderung semakin minim.
.

Related Results

KODE ETIK SEBAGAI PEDOMAN PELAKSANAAN PROFESI HUKUM YANG BAIK
KODE ETIK SEBAGAI PEDOMAN PELAKSANAAN PROFESI HUKUM YANG BAIK
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Sejalan dengan ketentuan tersebut maka prinsip-prinsip penting negara hukum...
Peran profesi guru di dalan di dalam dunia pendidikan
Peran profesi guru di dalan di dalam dunia pendidikan
profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian seperti keterampilan dan kejuruan tertentu. apa itu profesi adalah segala seutu hal yang berkaitan dengan bidang...
ARTIKEL KOMPETENSI GURU DALAM PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN E-LEARNING DI TENGAH PANDEMI COVID-19
ARTIKEL KOMPETENSI GURU DALAM PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN E-LEARNING DI TENGAH PANDEMI COVID-19
Guru merupakan profesi yang memerlukan keahlian khusus. Tugas guru meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai hidup. Mengajar bera...
DEFINISI KONSEP PROFESI KEGURUAN
DEFINISI KONSEP PROFESI KEGURUAN
AbstrakProfesi secara etimologi berasal dari kata profession (inggris) yang berasal dari bahasa latin profesus yang berarti “mampu atau ahli dalam suatu bentuk pekerjaan” profesi d...
Pengembangan Profesi dan Karir Guru
Pengembangan Profesi dan Karir Guru
Guru adalah sebuah profesi yang harus terus dikembangkan. Pengembangan profesi guru merupakan suatu usaha dalam mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas. Selain itu, seorang...
Profesi keguruan
Profesi keguruan
Guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan di sekolah sekaligus memegang tugas dan fungsi ganda, yaitu sebagai pengajar dan sebagai pendidik. Sebagai pengajar gur...
INTENSITAS PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DAN SIKAP MAHASISWA PADA PROFESI GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR PROFESI KEGURUAN
INTENSITAS PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DAN SIKAP MAHASISWA PADA PROFESI GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR PROFESI KEGURUAN
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar profesi keguruan antara mahasiswa yang memiliki intensitas pemanfaatan sumber belajar tinggi den...
KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI FAKTOR PENENTU KINERJA USAHA KECIL KAMPOENG RADJOET
KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI FAKTOR PENENTU KINERJA USAHA KECIL KAMPOENG RADJOET
Usaha kecil Kampoeng Radjoet binong jati telah memberikan kontribusi dan berperan penting dalam perekonomian Kota Bandung. Permasalah pokok yang di hadapi pelaku usaha sebenarnya b...

Back to Top