Javascript must be enabled to continue!
PERILAKU SANITASI SEBAGAI PENENTU KEJADIAN DIARE PADA ANAK DI INDONESIA
View through CrossRef
Diare masih menjadi masalah kesehatan yang belum teratasi, dimana delapan persen kematian pada anak disebabkan karena diare. Salah satu penyebab diare adalah sanitasi dan perilaku saniter. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perilaku sanitasi sesuai dengan lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM); buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dengan aman, mengelola limbah dengan aman dan mengelola sampah dengan benar dan pengaruhnya terhadap kejadian diare anak. Method: penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (crosssectional) dengan menggunakan data survei riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013. Sampel penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita. Regresi logistik digunakan untuk mengetahui nilai rasio odds kejadian diare berdasarkan perilaku sanitasi. Results: hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian diare rendah pada ibu yang berperilaku saniter. Conclusion: Pengelolaan air minum dan pengelolaan limbah rumah tangga merupakan pilar yang menentukan dalam kejadian diare anak. Ibu sebagai penentu kondisi kesehatan anak perlu meningkatkan pengetahuan agar hidup lebih higienis dan saniter agar anak tercegah dari kejadian diare.
Title: PERILAKU SANITASI SEBAGAI PENENTU KEJADIAN DIARE PADA ANAK DI INDONESIA
Description:
Diare masih menjadi masalah kesehatan yang belum teratasi, dimana delapan persen kematian pada anak disebabkan karena diare.
Salah satu penyebab diare adalah sanitasi dan perilaku saniter.
Penelitian ini bertujuan untuk menilai perilaku sanitasi sesuai dengan lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM); buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dengan aman, mengelola limbah dengan aman dan mengelola sampah dengan benar dan pengaruhnya terhadap kejadian diare anak.
Method: penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (crosssectional) dengan menggunakan data survei riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013.
Sampel penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita.
Regresi logistik digunakan untuk mengetahui nilai rasio odds kejadian diare berdasarkan perilaku sanitasi.
Results: hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian diare rendah pada ibu yang berperilaku saniter.
Conclusion: Pengelolaan air minum dan pengelolaan limbah rumah tangga merupakan pilar yang menentukan dalam kejadian diare anak.
Ibu sebagai penentu kondisi kesehatan anak perlu meningkatkan pengetahuan agar hidup lebih higienis dan saniter agar anak tercegah dari kejadian diare.
Related Results
PENGARUH SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP INSIDEN DIARE PADA BALITA
PENGARUH SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP INSIDEN DIARE PADA BALITA
Penyakit diare tetap menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara-negara berkembang. Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan sering kali berpotensi menjadi Kejadi...
Dampak sanitasi dan perilaku higiene terhadap kejadian diare pada balita
Dampak sanitasi dan perilaku higiene terhadap kejadian diare pada balita
Salah satu penyebab utama sakit anak kecil adalah diare. Penyakit ini berhubungan dengan kebersihan lingkungan. Balita menjadi kelompok rentan karena sistem kekebalan tubuh yang be...
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita
Sanitasi lingkungan merupakan hal yang penting untuk kesehatan lingkungan dan harus dimiliki oleh setiap keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dampak dari rendahnya tingka...
Faktor-Faktor Perilaku Ibu Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita
Faktor-Faktor Perilaku Ibu Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita
Diare merupakan penyebab kematian terbesar ke dua pada Balita di Dunia setelah penyakit Pneumonia. Diare adalah suau keadaan peradangan pada mukosa lambung dan usus halus yang meng...
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALUMPANG
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALUMPANG
Diare adalah keadadan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali bagi anak, konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan dara...
The association of sanitation, birth history, and nutritional status on the incidence of diarrhea among children under five in Zambia, South Africa
The association of sanitation, birth history, and nutritional status on the incidence of diarrhea among children under five in Zambia, South Africa
Negara sub-sahara dikenal memiliki pasokan sumber air bersih dan sanitasi yang belum mumpuni, sehihngga mempengaruhi peningkatan risiko kejadian diare. Diketahui bahwa masalah gizi...
Gambaran Kejadian Diare pada Balita di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Denpasar
Gambaran Kejadian Diare pada Balita di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Denpasar
Abstrak
Diare merupakan suatu penyakit buang air besar dengan frekuensi 3 kali atau lebih per hari yang berbentuk lunak dan cair serta dapat disertai darah, lendir, dan lemak. Dia...
Gambaran Kualitas Fisik Air Minum Dan Kejadian Diare Pada Keluarga Dengan Anak Stunting Di Wilayah Pesisir Pekanbaru
Gambaran Kualitas Fisik Air Minum Dan Kejadian Diare Pada Keluarga Dengan Anak Stunting Di Wilayah Pesisir Pekanbaru
Buruknya kualitas fisik air minum umumnya dipengaruhi oleh kurangnya pengelolaan air bersih, pembuangan limbah rumah tangga yang tidak tepat, serta kondisi sanitasi lingkungan yang...

