Javascript must be enabled to continue!
Dampak sanitasi dan perilaku higiene terhadap kejadian diare pada balita
View through CrossRef
Salah satu penyebab utama sakit anak kecil adalah diare. Penyakit ini berhubungan dengan kebersihan lingkungan. Balita menjadi kelompok rentan karena sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna dan paparan tinggi terhadap patogen lingkungan. Penelitian ini merupakan studi literature review yang bertujuan menganalisis hubungan antara sanitasi lingkungan dan perilaku higiene dengan kejadian diare pada balita. Artikel dikumpulkan dari database seperti PubMed dan Google Scholar, dengan kriteria inklusi artikel yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir (2020–2025), tersedia dalam akses penuh, dan membahas hubungan antara variabel sanitasi, higiene, dan diare pada balita. Dari total 1.110 artikel yang diidentifikasi, disaring menjadi 7 artikel yang dianalisis secara naratif dan deskriptif. Tinjauan menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan seperti ketersediaan air bersih, jamban sehat, pengelolaan sampah, dan sistem pembuangan limbah memiliki hubungan yang signifikan terhadap penurunan risiko diare. Selain itu, perilaku higiene seperti mencuci tangan pakai sabun dan penerapan keamanan pangan oleh ibu juga terbukti mampu menurunkan prevalensi diare pada balita secara signifikan. Terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dan perilaku higiene dengan kejadian diare pada balita. Oleh karena itu, strategi pencegahan yang efektif perlu mencakup perbaikan infrastruktur sanitasi dasar serta edukasi masyarakat, khususnya ibu balita, dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi
Title: Dampak sanitasi dan perilaku higiene terhadap kejadian diare pada balita
Description:
Salah satu penyebab utama sakit anak kecil adalah diare.
Penyakit ini berhubungan dengan kebersihan lingkungan.
Balita menjadi kelompok rentan karena sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna dan paparan tinggi terhadap patogen lingkungan.
Penelitian ini merupakan studi literature review yang bertujuan menganalisis hubungan antara sanitasi lingkungan dan perilaku higiene dengan kejadian diare pada balita.
Artikel dikumpulkan dari database seperti PubMed dan Google Scholar, dengan kriteria inklusi artikel yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir (2020–2025), tersedia dalam akses penuh, dan membahas hubungan antara variabel sanitasi, higiene, dan diare pada balita.
Dari total 1.
110 artikel yang diidentifikasi, disaring menjadi 7 artikel yang dianalisis secara naratif dan deskriptif.
Tinjauan menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan seperti ketersediaan air bersih, jamban sehat, pengelolaan sampah, dan sistem pembuangan limbah memiliki hubungan yang signifikan terhadap penurunan risiko diare.
Selain itu, perilaku higiene seperti mencuci tangan pakai sabun dan penerapan keamanan pangan oleh ibu juga terbukti mampu menurunkan prevalensi diare pada balita secara signifikan.
Terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dan perilaku higiene dengan kejadian diare pada balita.
Oleh karena itu, strategi pencegahan yang efektif perlu mencakup perbaikan infrastruktur sanitasi dasar serta edukasi masyarakat, khususnya ibu balita, dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Related Results
PENGARUH SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP INSIDEN DIARE PADA BALITA
PENGARUH SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP INSIDEN DIARE PADA BALITA
Penyakit diare tetap menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara-negara berkembang. Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan sering kali berpotensi menjadi Kejadi...
Faktor-Faktor Perilaku Ibu Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita
Faktor-Faktor Perilaku Ibu Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita
Diare merupakan penyebab kematian terbesar ke dua pada Balita di Dunia setelah penyakit Pneumonia. Diare adalah suau keadaan peradangan pada mukosa lambung dan usus halus yang meng...
Gambaran Perilaku Masyarakat terhadap terjadinya Diare pada Balita di Wilayah Lingkungan I,II,III,IV, Daerah Aliran Sungai , Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Medan
Gambaran Perilaku Masyarakat terhadap terjadinya Diare pada Balita di Wilayah Lingkungan I,II,III,IV, Daerah Aliran Sungai , Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Medan
Abstrak
Latar Belakang : Diare adalah penyebab umum pada tingkat kematian yang terjadi di negara berkembang, tingkat penyebab pertama kematian balita (di bawah lima tahun) di...
MODEL ESTIMASI KEJADIAN DIARE DI KOTA MAKASSAR
MODEL ESTIMASI KEJADIAN DIARE DI KOTA MAKASSAR
Estimasi Kejadian Diare di masa yang akan datang merupakan aspek penting mengingat tingginya prevalensi Diare di Kota Makassar.Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kejadian ...
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, ...
Karakteristik Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Biru Kabupaten Bone
Karakteristik Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Biru Kabupaten Bone
Kesehatan merupakan salah satu aspek dari kehidupan masyarakat mutu hidup, produktifitas tenaga kerja, angka kesakitan dan kematian yang tinggi pada bayi dan anak-anak. Penelitian ...
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALUMPANG
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALUMPANG
Diare adalah keadadan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali bagi anak, konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan dara...

