Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perspektif Konseling Pastoral Dalam Menghadapi Rasa Insecure Siswa Remaja Usia 15-18 Tahun

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif konseling pastoral dalam menangani siswa remaja usia 15-18 tahun yang mengalami insecure, yang dapat berpotensi memengaruhi pertumbuhan mental mereka di lingkungan  sekolah. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research. Kajian dalam artikel mencakup beberapa aspek penting, antara lain deskripsi dari insecure pada remaja tersebut, tantangan yang dihadapi dalam pertumbuhan mental pada rentang usia tersebut, dampak dari pertumbuhan mental yang tidak stabil, peran konseling pastoral dalam mengatasi perasaan insecure yang dialami oleh remaja, dan strategi konseling pastoral yang  dapat diterapkan. Dalam konteks sosial dan psikologis remaja, insecure dapat menjadi salah satu masalah yang kompleks dan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan mental mereka. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam mengenai peran penting konseling pastoral dalam membantu siswa remaja mengatasi insecure dan memperkuat perkembangan mental siswa remaja. Perspektif konseling pastoral mengakui pentingnya dimensi spiritual dalam kehidupan remaja. Melalui pendekatan ini, konseling pastoral mampu membantu remaja mengeksplorasi nilai-nilai, keyakinan, dan makna hidup mereka. Mereka juga dapat mengembangkan keterampilan coping yang sehat, meningkatkan pemahaman diri, dan menciptakan hubungan yang solid dengan diri sendiri dan hubungan interaksi dengan orang lain. Pendampingan pastoral dapat memberikan remaja ruang yang aman untuk berbicara tentang kekhawatiran mereka, merasa didengar, dan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang identitas dan nilai-nilai mereka.
Title: Perspektif Konseling Pastoral Dalam Menghadapi Rasa Insecure Siswa Remaja Usia 15-18 Tahun
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif konseling pastoral dalam menangani siswa remaja usia 15-18 tahun yang mengalami insecure, yang dapat berpotensi memengaruhi pertumbuhan mental mereka di lingkungan  sekolah.
Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research.
Kajian dalam artikel mencakup beberapa aspek penting, antara lain deskripsi dari insecure pada remaja tersebut, tantangan yang dihadapi dalam pertumbuhan mental pada rentang usia tersebut, dampak dari pertumbuhan mental yang tidak stabil, peran konseling pastoral dalam mengatasi perasaan insecure yang dialami oleh remaja, dan strategi konseling pastoral yang  dapat diterapkan.
Dalam konteks sosial dan psikologis remaja, insecure dapat menjadi salah satu masalah yang kompleks dan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan mental mereka.
Penelitian ini memberikan wawasan mendalam mengenai peran penting konseling pastoral dalam membantu siswa remaja mengatasi insecure dan memperkuat perkembangan mental siswa remaja.
Perspektif konseling pastoral mengakui pentingnya dimensi spiritual dalam kehidupan remaja.
Melalui pendekatan ini, konseling pastoral mampu membantu remaja mengeksplorasi nilai-nilai, keyakinan, dan makna hidup mereka.
Mereka juga dapat mengembangkan keterampilan coping yang sehat, meningkatkan pemahaman diri, dan menciptakan hubungan yang solid dengan diri sendiri dan hubungan interaksi dengan orang lain.
Pendampingan pastoral dapat memberikan remaja ruang yang aman untuk berbicara tentang kekhawatiran mereka, merasa didengar, dan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang identitas dan nilai-nilai mereka.

Related Results

Pastoral Konseling 2
Pastoral Konseling 2
Buku ajar ini membahas tentang konsep dasar Pastoral Konseling 2, yang mencakup berbagai pendekatan konseling, teknik konseling, dan peran pastor dalam konseling. Buku ini juga mem...
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut WHO batasan usia remaja adalah 10 tahun hingga 19 tahun. Batasan usia remaja yang digunak...
KREATIVITAS KONSELOR DALAM PENGEMBANGAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING IMPACT
KREATIVITAS KONSELOR DALAM PENGEMBANGAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING IMPACT
Konseling impact merupakan sebuah pendekatan baru dalam bidang konseling. Impact counseling menekankan pada pendekatan multisensori yang melibatkan dimensi verbal, visual, dan kine...
PELATIHAN BAHAYA NARKOBA DAN KENAKALAN REMAJA TERHADAP MANAJEMEN KEUANGAN
PELATIHAN BAHAYA NARKOBA DAN KENAKALAN REMAJA TERHADAP MANAJEMEN KEUANGAN
Menurut UU No. 22 Tahun 1997, Narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau ...
Konseling Pastoral dan Seni Berkomunikasi
Konseling Pastoral dan Seni Berkomunikasi
AbstractPastoral counseling is an important part of church life. Pastoral counseling does not solely focus on overcoming problems and finding ways to overcome these problems, but a...
Pastoral in Victorian Literature
Pastoral in Victorian Literature
Victorian pastoral literature and culture represents a significant period of a long-standing tradition. In its many forms, it did not simply replicate existing pastoral tropes and ...
Pelayanan Pastoral yang Efektif dan Efisien (Refleksi dari Perspektif Pelayanan Publik)
Pelayanan Pastoral yang Efektif dan Efisien (Refleksi dari Perspektif Pelayanan Publik)
Pastoral service is a shepherding activity performed in Catholic Church for obtaining eschatological salvation. The eschatological salvation begins in this world and will be comple...
Toward an Integrative Model of Christian Counseling: Insights from Jesus’ Holistic Ministry
Toward an Integrative Model of Christian Counseling: Insights from Jesus’ Holistic Ministry
This study examines Jesus’ holistic ministry as a theological resource for developing an integrative model of Christian counseling. While previous studies in Christian psychology a...

Back to Top