Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HISTORIOGRAFI KESULTANAN BANTEN

View through CrossRef
Untuk mengetahui bagaimana visi penulisan sejarah sejarawan Belanda, dapat dilihat bagaimana mereka menjawab tiga pertanyaan berikut: (1) Bagaimana sejarawan Belanda menjelaskan peran VOC terhadap pertumbuhan ekonomi Kesultanan Banten pada momentum yang disebut dengan "era keemasan" (1680-1780)?; (2) Seberapa besar pengaruh VOC bagi kemunduran ekonomi Banten (1780-1808)?; (3) Bagaimana 'perompakan' dan 'penyelundupan' sejumlah komoditi di perairan Selat Sunda antara tahun (17 50-1800) dipahami oleh para sejarawan Belanda?Ketika menjawab tiga pertanyaan tersebut, secara umum para sejarawan Belanda memiliki dua sudut pandang yang disebut (A) Pax­Companica Visie dan (B) Post-colonial visie yang juga sering diidentikkan dengan anti-colonial visie. Sejarawan dengan visie pax-comparuca memberikan evaluasi positif atas kehadiran VOC di Banten. Sementara sejarawan dengan visi post-colonial memberikan evaluasi negatif atas kehadiran VOC dikaitkan dengan kemunduran dan kemajuan Kesultanan Banten.Di luar sejumlah studi dengan kedua visi tersebut, terdapat sejumlah studi yang dilakukan oleh para sejarawan Barat setelah kemerdekaan yang menggunakan pendekatan pengaruh perdagangan (trade-impact approach) dan pendekatan hubungan negara dan masyarakat (state-society relation approach). Sejarawan dengan pendekatan pertama melihat historiografi Banten dengan keyakinan bahwa perdagangan telah memberikan pengaruh pada pembentukan 'pemerintahan lokal' dan suroival sosial ekonomi dan politiknya. Sejarawan dengan pendekatan yang disebut terakhir menganalisa hubungan antara kekuasaan pusat dengan berbagai kelompok sosial di Banten yang memberikan pengaruh kuat terhadap formasi kesultanan Banten. Langsung maupun tidak, sebenarnya karya dengan trade-impact approach memberikan evaluasi negatif terhaclap kehadiran VOC di Banten yang telah memberikan kesengsaraan kepada penduduknya
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Title: HISTORIOGRAFI KESULTANAN BANTEN
Description:
Untuk mengetahui bagaimana visi penulisan sejarah sejarawan Belanda, dapat dilihat bagaimana mereka menjawab tiga pertanyaan berikut: (1) Bagaimana sejarawan Belanda menjelaskan peran VOC terhadap pertumbuhan ekonomi Kesultanan Banten pada momentum yang disebut dengan "era keemasan" (1680-1780)?; (2) Seberapa besar pengaruh VOC bagi kemunduran ekonomi Banten (1780-1808)?; (3) Bagaimana 'perompakan' dan 'penyelundupan' sejumlah komoditi di perairan Selat Sunda antara tahun (17 50-1800) dipahami oleh para sejarawan Belanda?Ketika menjawab tiga pertanyaan tersebut, secara umum para sejarawan Belanda memiliki dua sudut pandang yang disebut (A) Pax­Companica Visie dan (B) Post-colonial visie yang juga sering diidentikkan dengan anti-colonial visie.
Sejarawan dengan visie pax-comparuca memberikan evaluasi positif atas kehadiran VOC di Banten.
Sementara sejarawan dengan visi post-colonial memberikan evaluasi negatif atas kehadiran VOC dikaitkan dengan kemunduran dan kemajuan Kesultanan Banten.
Di luar sejumlah studi dengan kedua visi tersebut, terdapat sejumlah studi yang dilakukan oleh para sejarawan Barat setelah kemerdekaan yang menggunakan pendekatan pengaruh perdagangan (trade-impact approach) dan pendekatan hubungan negara dan masyarakat (state-society relation approach).
Sejarawan dengan pendekatan pertama melihat historiografi Banten dengan keyakinan bahwa perdagangan telah memberikan pengaruh pada pembentukan 'pemerintahan lokal' dan suroival sosial ekonomi dan politiknya.
Sejarawan dengan pendekatan yang disebut terakhir menganalisa hubungan antara kekuasaan pusat dengan berbagai kelompok sosial di Banten yang memberikan pengaruh kuat terhadap formasi kesultanan Banten.
Langsung maupun tidak, sebenarnya karya dengan trade-impact approach memberikan evaluasi negatif terhaclap kehadiran VOC di Banten yang telah memberikan kesengsaraan kepada penduduknya.

Related Results

Art and Artist Movement in Banten Edi Bonetski X PengPeng
Art and Artist Movement in Banten Edi Bonetski X PengPeng
Banten is one of the provinces in Indonesia. It is located in the westernmost of Java. Art Movement in Banten is not as famous as Jakarta, Yogyakarta, nor Bali. Being an Artist is ...
Pengaruh Pengetahuan Keagamaan Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Prilaku Sosial Anak Di Sdit Nur El Qolam Serang Banten
Pengaruh Pengetahuan Keagamaan Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Prilaku Sosial Anak Di Sdit Nur El Qolam Serang Banten
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman data-data empirik mengenai Pengaruh Pengetahuan Keagamaan dan Kecerdasan Emosional, baik secara sendiri-sendiri maupun secara b...
Sosialisasi UMKM dan Pemberdayaan Kelompok Banten dalam Skrining Hipertensi di Desa Adat Budaga, Klungkung
Sosialisasi UMKM dan Pemberdayaan Kelompok Banten dalam Skrining Hipertensi di Desa Adat Budaga, Klungkung
Kelompok Banten merupakan sekumpulan anggota pembuat banten atau sarana upakara dalam umat Hindu. Dewasa ini peningkatan pesanan banten pada Kelompok Banten ini terjadi secara cepa...
Pendampingan Penyusunan Purana Banten di Desa Adat Tegaltamu, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar
Pendampingan Penyusunan Purana Banten di Desa Adat Tegaltamu, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar
Agama Hindu merupakan agama yang sarat akan hari raya atau upacara. Penyelenggaraanya juga sering menggunakan sesajen atau yang dapat disebut dengan banten. Banten juga dapat diart...
Pengembangan Wisata Religi Banten Lama
Pengembangan Wisata Religi Banten Lama
Abstract. The issue which states that there are indications that Banten Lama religious tourism cannot develop from now on because stakeholders have not made efforts to develop reli...
Analisis Dampak Alokasi APBD dalam Perspektif Good Governance terhadap Pengembangan Infrastruktur Wisata Sejarah di Banten Lama
Analisis Dampak Alokasi APBD dalam Perspektif Good Governance terhadap Pengembangan Infrastruktur Wisata Sejarah di Banten Lama
The tourism sector is an important aspect in the sustainability of economic development in Indonesia. One of the tourism in Banten Province is Banten Lama Tourism, this area is an ...
Historiografi Islam Indonesia Kontemporer (Studi Kajian Buku Api Sejarah Karya Ahmad Mansur Suryanegara)
Historiografi Islam Indonesia Kontemporer (Studi Kajian Buku Api Sejarah Karya Ahmad Mansur Suryanegara)
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisi kontesktual historiografi Islam kontemporer dalam buku Api Sejarah karya Ahmad Mansur Suryanegara dan mendeskripsikan riwayat hidu...

Back to Top