Javascript must be enabled to continue!
Polemik Penayangan Film Joker dalam Perspektif Kompas.com
View through CrossRef
Film Joker mengangkat kehidupan tokoh penjahat paling terkenal di dunia. Film ini sudah banyak menimbulkan banyak kontroversi bahkan sebelum pemutaran perdananya karena diklaim mempromosikan kekerasan. Kompas.com adalah salah satu pionir media online di Indonesia yang ikut memberitakan mengenai kontroversi atau polemik penayang film Joker ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi pemberitaan yang dilakukan Kompas.com dalam membingkai polemik penayangan film joker periode 29 Agustus sampai 08 Oktober 2019.Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dikarenakan peneliti ingin menganalisa fenomena media dalam mengkonstruksikan suatu kasus atau realita yang menjadi berita. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis teks media dengan metode analisis framing menggunakan pendekatan model framing Robert N. EntmanAdapun hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam define problem, ada tiga berita mengenai polemik penayangan film Joker yang dipublikasikan oleh Kompas.com periode 29 Agustus – 08 Oktober 2019. Ketiga berita tersebut mengandung unsur polemik atau pro dan kontra terhadap penayangan film Joker. Pada diagnose causes; banyak orang yang menganggap bahwa tayangan Film Joker. Joker menginspirasi orang dalam melakukan kekerasan. Pada make moral judgment, Kompas.com dalam pemberitaannya berusaha menyampaikan bahwa film Joker ini layak tayang, namun yang perlu digaris bawahi adalah film ini tidak untuk semua kalangan, melainkan hanya untuk dewasa. Pada treatment recommendation, Kompas.com berusaha menyampaikan bahwa film Joker tidak sepenuhnya mempromosikan tentang kekerasan atau memprovokasi seseorang untuk melakukan kejahatan. Film ini juga berusaha menyampaikan pesan bahwa setiap orang bisa saja menjadi jahat atau melakukan tindak kejahatan jika dirinya mengalami tekanan.
Title: Polemik Penayangan Film Joker dalam Perspektif Kompas.com
Description:
Film Joker mengangkat kehidupan tokoh penjahat paling terkenal di dunia.
Film ini sudah banyak menimbulkan banyak kontroversi bahkan sebelum pemutaran perdananya karena diklaim mempromosikan kekerasan.
Kompas.
com adalah salah satu pionir media online di Indonesia yang ikut memberitakan mengenai kontroversi atau polemik penayang film Joker ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi pemberitaan yang dilakukan Kompas.
com dalam membingkai polemik penayangan film joker periode 29 Agustus sampai 08 Oktober 2019.
Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dikarenakan peneliti ingin menganalisa fenomena media dalam mengkonstruksikan suatu kasus atau realita yang menjadi berita.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis teks media dengan metode analisis framing menggunakan pendekatan model framing Robert N.
EntmanAdapun hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam define problem, ada tiga berita mengenai polemik penayangan film Joker yang dipublikasikan oleh Kompas.
com periode 29 Agustus – 08 Oktober 2019.
Ketiga berita tersebut mengandung unsur polemik atau pro dan kontra terhadap penayangan film Joker.
Pada diagnose causes; banyak orang yang menganggap bahwa tayangan Film Joker.
Joker menginspirasi orang dalam melakukan kekerasan.
Pada make moral judgment, Kompas.
com dalam pemberitaannya berusaha menyampaikan bahwa film Joker ini layak tayang, namun yang perlu digaris bawahi adalah film ini tidak untuk semua kalangan, melainkan hanya untuk dewasa.
Pada treatment recommendation, Kompas.
com berusaha menyampaikan bahwa film Joker tidak sepenuhnya mempromosikan tentang kekerasan atau memprovokasi seseorang untuk melakukan kejahatan.
Film ini juga berusaha menyampaikan pesan bahwa setiap orang bisa saja menjadi jahat atau melakukan tindak kejahatan jika dirinya mengalami tekanan.
Related Results
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
Intoleransi Keagamaan dalam Framing Surat Kabar Kompas
Intoleransi Keagamaan dalam Framing Surat Kabar Kompas
Indonesia is known as a multi-religious country in which there are various religions. United in diversity, and harmony in diversity becomes a key word that can no longer be contest...
Representation of violence value in Joker Film
Representation of violence value in Joker Film
The Joker film aired in Indonesia on October 2, 2019. This film was widely discussed by the audience and succeeded in bringing the audience into the atmosphere of the film. This is...
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Phillip Noyce is one of Australia’s most prominent film makers—a successful feature film director with both iconic Australian narratives and many a Hollywood blockbuster under his ...
BINGKAI MEDIA TERHADAP BERITA KOMUNIKASI PEMERINTAH DI PANDEMI COVID-19
BINGKAI MEDIA TERHADAP BERITA KOMUNIKASI PEMERINTAH DI PANDEMI COVID-19
ABSTRAK
Keberhasilan penanganan Covid-19 di suatu negara salah satunya tercermin dari kemampuan pemerintah dalam berkomunikasi ke masyarakat. Di Indonesia, isu komunikasi pem...
Konstruksi Realitas Berita Kriminal di Media Online Detik.com dan Kompas.com
Konstruksi Realitas Berita Kriminal di Media Online Detik.com dan Kompas.com
Abstract. The media can limit and interpret comments from news sources by providing different portions of news from various existing sources. This research takes framing analysis i...
ANALISIS KUALITAS LAMAN KOMPAS.COM MENGGUNAKAN METODE WEBQUAL 4.0 dan IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS
ANALISIS KUALITAS LAMAN KOMPAS.COM MENGGUNAKAN METODE WEBQUAL 4.0 dan IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS
Kemajuan teknologi informasi belakangan ini sebanding dengan berkembangnya berita online. Perkembangan berita online telah mencuri perhatian pengguna internet di Indonesia yang jum...
FRAMING PEMBERITAAN KASUS DUGAAN KETIDAKNETRALAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DALAM MASA PEMILIHAN PRESIDEN DI KOMPAS.COM
FRAMING PEMBERITAAN KASUS DUGAAN KETIDAKNETRALAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DALAM MASA PEMILIHAN PRESIDEN DI KOMPAS.COM
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana framing atau pembingkaian pemberitaan mengenai kasus dugaan ketidaknetralan Institusi Polri dalam masa Pilpres 2019 yang a...

