Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SIMPANG TIGA ABADI, KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR, PROVINSI SUMATERA SELATAN: JEJAK SUNGAI LAMA DI LAHAN BASAH

View through CrossRef
The east coast of South Sumatra is a wetland area that contains many archaeological remains, one of which is the Simpang Tiga Abadi Site, Simpang Tiga Village, Tulung Selapan District, Ogan Komering Ilir Regency, South Sumatra Province. The problem associated with wetlands in the research area is how the past community reached the Simpang Tiga Abadi site to conduct social relations with the local community. The aim of the study was to determine the geological environmental conditions of the study area, the shape and pattern of old river flows in the Eternal Three Junction area, and the position of the old river towards the Lebong Hitam River or the Lumpur River. In addition to the geological conditions of this site, we also discussed the mapping of old river trails, including the flow patterns and relations between old rivers and rivers that are still flowing at this time. The method applied, is literature review, geological survey, and map analysis. The results of field observations prove that the site landscape includes a terrestrial morphological unit with a slope of 0-2%, and the height of the sea level is 1-7 meters. Deranged flow pattern, periodic river, and adult-old river stage. The composition of this site is swamp sediment, quartz sandstone, and tuff, and lineament as a result of geological structures. The old river reconstruction turned out to flow together with the Lebong Hitam River and Lumpur River. The Simpang Tiga Abadi site is inhabited from the 9th century to the 18th century. Pesisir timur Sumatera Selatan merupakan daerah lahan basah yang banyak mengandung tinggalan kepurbakalaan, salah satunya adalah Situs Simpang Tiga Abadi, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Masalah yang terkait dengan lahan basah di wilayah penelitian, adalah bagaimana masyarakat masa lalu mencapai Situs Simpang Tiga Abadi untuk melakukan hubungan sosial dengan masyarakat setempat. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi lingkungan geologi wilayah penelitian, bentuk dan pola aliran sungai lama di wilayah Simpang Tiga Abadi, dan posisi sungai lama tersebut terhadap Sungai Lebong Hitam atau dengan Sungai Lumpur. Selain kondisi geologi situs ini, dibahas pula tentang pemetaan jejak sungai lama, mencakup pola aliran dan hubungan antara sungai lama dengan sungai-sungai yang masih mengalir saat ini. Metode yang diterapkan, adalah kajian pustaka, survei geologi, dan analisis peta. Hasil pengamatan lapangan membuktikan bahwa bentang alam situs termasuk satuan morfologi dataran dengan kemiringan 0-2%, dan ketinggian dari permukaan air laut adalah 1-7 meter. Berpola aliran deranged, sungai periodis, serta berstadia sungai dewasa-tua. Batuan penyusun situs ini adalah endapan rawa, batupasir kuarsa, dan tufa, serta kelurusan sebagai hasil dari struktur geologi. Rekonstruksi sungai lama ternyata alirannya menyatu dengan Sungai Lebong Hitam dan Sungai Lumpur. Situs Simpang Tiga Abadi dihuni dari abad ke-9 hingga abad ke-18.
Title: SIMPANG TIGA ABADI, KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR, PROVINSI SUMATERA SELATAN: JEJAK SUNGAI LAMA DI LAHAN BASAH
Description:
The east coast of South Sumatra is a wetland area that contains many archaeological remains, one of which is the Simpang Tiga Abadi Site, Simpang Tiga Village, Tulung Selapan District, Ogan Komering Ilir Regency, South Sumatra Province.
The problem associated with wetlands in the research area is how the past community reached the Simpang Tiga Abadi site to conduct social relations with the local community.
The aim of the study was to determine the geological environmental conditions of the study area, the shape and pattern of old river flows in the Eternal Three Junction area, and the position of the old river towards the Lebong Hitam River or the Lumpur River.
In addition to the geological conditions of this site, we also discussed the mapping of old river trails, including the flow patterns and relations between old rivers and rivers that are still flowing at this time.
The method applied, is literature review, geological survey, and map analysis.
The results of field observations prove that the site landscape includes a terrestrial morphological unit with a slope of 0-2%, and the height of the sea level is 1-7 meters.
Deranged flow pattern, periodic river, and adult-old river stage.
The composition of this site is swamp sediment, quartz sandstone, and tuff, and lineament as a result of geological structures.
The old river reconstruction turned out to flow together with the Lebong Hitam River and Lumpur River.
The Simpang Tiga Abadi site is inhabited from the 9th century to the 18th century.
 Pesisir timur Sumatera Selatan merupakan daerah lahan basah yang banyak mengandung tinggalan kepurbakalaan, salah satunya adalah Situs Simpang Tiga Abadi, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.
Masalah yang terkait dengan lahan basah di wilayah penelitian, adalah bagaimana masyarakat masa lalu mencapai Situs Simpang Tiga Abadi untuk melakukan hubungan sosial dengan masyarakat setempat.
Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi lingkungan geologi wilayah penelitian, bentuk dan pola aliran sungai lama di wilayah Simpang Tiga Abadi, dan posisi sungai lama tersebut terhadap Sungai Lebong Hitam atau dengan Sungai Lumpur.
Selain kondisi geologi situs ini, dibahas pula tentang pemetaan jejak sungai lama, mencakup pola aliran dan hubungan antara sungai lama dengan sungai-sungai yang masih mengalir saat ini.
Metode yang diterapkan, adalah kajian pustaka, survei geologi, dan analisis peta.
Hasil pengamatan lapangan membuktikan bahwa bentang alam situs termasuk satuan morfologi dataran dengan kemiringan 0-2%, dan ketinggian dari permukaan air laut adalah 1-7 meter.
Berpola aliran deranged, sungai periodis, serta berstadia sungai dewasa-tua.
Batuan penyusun situs ini adalah endapan rawa, batupasir kuarsa, dan tufa, serta kelurusan sebagai hasil dari struktur geologi.
Rekonstruksi sungai lama ternyata alirannya menyatu dengan Sungai Lebong Hitam dan Sungai Lumpur.
Situs Simpang Tiga Abadi dihuni dari abad ke-9 hingga abad ke-18.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PRONOMINA BAHASA KOMERING
PRONOMINA BAHASA KOMERING
Penelitian ini  bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pronomina persona, pronomina penunjuk, dan pronomina penanya dalam bahasa Komering. Penelitian dilaksanakan dengan menggunaka...
Analisis Kinerja Simpang Tiga Tak Bersinyal Terhadap Kemacetan Lalu-Lintas Dengan Metode PKJI 2014
Analisis Kinerja Simpang Tiga Tak Bersinyal Terhadap Kemacetan Lalu-Lintas Dengan Metode PKJI 2014
Simpang Purwosari – Ngambon merupakan simpang tiga tak bersinyal.Volume lalu lintas yang melewati simpang ini cukup padat dan bervariasi pada tiap lengan sehingga menyebabkan kemac...
Studi Kawasan Tambak Di Pesisir Pantai Timur Kecamatan Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir
Studi Kawasan Tambak Di Pesisir Pantai Timur Kecamatan Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir
Wilayah Pesisir merupakan wilayah dinamis yang menjadi wilayah pertemuan dua ekosistem besar yaitu ekosistem laut dan ekosistem darat. Budidaya tambak merupakan potensi di wilayah ...
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Disiplin Guru terhadap Kinerja Guru di Sekolah Dasar Kecamatan Lempuing Jaya Ogan Komering Ilir
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Disiplin Guru terhadap Kinerja Guru di Sekolah Dasar Kecamatan Lempuing Jaya Ogan Komering Ilir
The aim of this research is to describe and analyze. 1). To describe and analyze the influence of the principal's leadership on teacher performance at the Lempuing Jaya elementary ...
Etnobotani tumbuhan obat Suku Ogan di Desa Beringin Dalam Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir
Etnobotani tumbuhan obat Suku Ogan di Desa Beringin Dalam Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir
Penggunaan  tumbuhan berkhasiat obat telah dikenal sejak lama oleh Suku Ogan di Desa Beringin Dalam kabupaten Ogan Ilir, sudah diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi, t...
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
<p>Pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, dan pesatnya pembangunan menjadikan permasalahan penggunaan lahan semakin kompleks. Lahan berperan sebagai penyedia pangan, n...

Back to Top