Javascript must be enabled to continue!
Early Marriage Factors Indonesian Using Spatial Regression Analysis
View through CrossRef
Pernikahan merupakan suatu ikatan sakral yang diakui secara sosial dan agama untuk membentuk sebuah keluarga, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Persentase pernikahan dini di Indonesia terus meningkat hingga mencapai 21,5% pada tahun 2022, menempatkan Indonesia pada peringkat 8 dunia menurut UNICEF. data tahun 2023. Meningkatnya pernikahan dini berdampak signifikan terhadap kesehatan ibu dan anak dan seringkali berujung pada tingginya angka perceraian, yaitu sebanyak 516.334 kasus pada tahun 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada pelajar tentang pernikahan dini dan regresi spasial. Faktor utama yang mempengaruhi terjadinya pernikahan dini adalah rendahnya tingkat pendidikan, kesulitan ekonomi, dan faktor lingkungan. Penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini paling tinggi terjadi di Kalimantan dan Sulawesi, dengan efek spasial mempengaruhi persentase pernikahan dini antar wilayah. Analisis regresi spasial seperti model Spatial Autoregressive (SAR) digunakan untuk menguji interaksi antar wilayah yang mempengaruhi pernikahan dini. Uji autokorelasi spasial dan efek ketergantungan spasial menunjukkan efek ketergantungan spasial, sehingga model SAR dengan bobot kedekatan ratu menjadi yang paling sesuai. Model yang dihasilkan dinilai cukup baik mengingat nilai R-squared sebesar 40,97%. Model terbaik menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) kaum muda merupakan variabel signifikan yang sangat mempengaruhi persentase pernikahan dini. Oleh karena itu, pemerintah pusat dan provinsi diharapkan lebih memperhatikan faktor pengangguran terbuka kaum muda untuk mengendalikan dan menurunkan angka pernikahan dini di Indonesia.
Universitas Negeri Padang
Title: Early Marriage Factors Indonesian Using Spatial Regression Analysis
Description:
Pernikahan merupakan suatu ikatan sakral yang diakui secara sosial dan agama untuk membentuk sebuah keluarga, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019.
Persentase pernikahan dini di Indonesia terus meningkat hingga mencapai 21,5% pada tahun 2022, menempatkan Indonesia pada peringkat 8 dunia menurut UNICEF.
data tahun 2023.
Meningkatnya pernikahan dini berdampak signifikan terhadap kesehatan ibu dan anak dan seringkali berujung pada tingginya angka perceraian, yaitu sebanyak 516.
334 kasus pada tahun 2022.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada pelajar tentang pernikahan dini dan regresi spasial.
Faktor utama yang mempengaruhi terjadinya pernikahan dini adalah rendahnya tingkat pendidikan, kesulitan ekonomi, dan faktor lingkungan.
Penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini paling tinggi terjadi di Kalimantan dan Sulawesi, dengan efek spasial mempengaruhi persentase pernikahan dini antar wilayah.
Analisis regresi spasial seperti model Spatial Autoregressive (SAR) digunakan untuk menguji interaksi antar wilayah yang mempengaruhi pernikahan dini.
Uji autokorelasi spasial dan efek ketergantungan spasial menunjukkan efek ketergantungan spasial, sehingga model SAR dengan bobot kedekatan ratu menjadi yang paling sesuai.
Model yang dihasilkan dinilai cukup baik mengingat nilai R-squared sebesar 40,97%.
Model terbaik menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) kaum muda merupakan variabel signifikan yang sangat mempengaruhi persentase pernikahan dini.
Oleh karena itu, pemerintah pusat dan provinsi diharapkan lebih memperhatikan faktor pengangguran terbuka kaum muda untuk mengendalikan dan menurunkan angka pernikahan dini di Indonesia.
Related Results
Underage marriage in Islamic law and Yemeni law
Underage marriage in Islamic law and Yemeni law
This research aims to explain the marriage of minors and to know the point of view of Islamic law and Yemeni law on this marriage, as well as to know its causes and effects. This o...
Marriage Provisions Polygamy in the Three Divine Books
Marriage Provisions Polygamy in the Three Divine Books
There are provisions for marriage for each of the three religions, which we found through the revealed heavenly books. Marriage is considered an obligation in Judaism, except for s...
Does the Marriage Tax Differential Influence Same‐Sex Couples' Marriage Decisions?
Does the Marriage Tax Differential Influence Same‐Sex Couples' Marriage Decisions?
AbstractObjectiveThis article evaluates whether the federal marriage tax penalty (penalty) or federal marriage bonus (bonus) affects the marriage decisions of same‐sex couples (SSC...
A Study on Traditional Marriage of Kashmir and Attitude of Kashmiri Youth Towards Marriage, Family life and Healthy Living
A Study on Traditional Marriage of Kashmir and Attitude of Kashmiri Youth Towards Marriage, Family life and Healthy Living
Marriage (nikāḥ) in Islamic law (sharia), is a legal and social contract between two individuals. It is an act of Islam and is strongly recommended. In Islam Polygyny is permitted ...
Marriage Guardians in Indonesian and Algerian Legislation: A Comparative Analysis of the Concept of Maslahat and Gender Justice
Marriage Guardians in Indonesian and Algerian Legislation: A Comparative Analysis of the Concept of Maslahat and Gender Justice
Purpose – The existence of guardians as a pillar of marriage has been regulated in family law in Muslim countries, two of which are Indonesia and Algeria. These two countries base ...
Dalil Hukum Wali, Saksi dan Usia Menikah
Dalil Hukum Wali, Saksi dan Usia Menikah
The position of the guardian in the marriage contract is a very important aspect in determining the validity of a marriage contract between a male and female couple. What is meant ...
HUBUNGAN STATUS EKONOMI TERHADAP PERNIKAHAN DINI PADA PEREMPUAN DI PERDESAAN INDONESIA
HUBUNGAN STATUS EKONOMI TERHADAP PERNIKAHAN DINI PADA PEREMPUAN DI PERDESAAN INDONESIA
Abstract
Background: Early marriage practice in Indonesia is more often found in rural than in urban areas.
Objective: The aim of this study is to examine the relationship of socio...
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Kawin Pineng pada Masyarakat Adat Abung Nunyai
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Kawin Pineng pada Masyarakat Adat Abung Nunyai
Abstract [English]:In the customary of low, Â marriage is a matter that is blessed with kinship, family and community. until now some communities have consistently carried out wedd...

