Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kekuasaan dan Pengetahuan dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori
View through CrossRef
Mencuatnya kembali isu pelanggaran HAM berat di masa lalu yang belum terselesaikan, seiring kemenangan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024. Memberikan dampak signifikan terhadap diproduksinya kembali novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori yang mengungkapkan strategi normalisasi kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu. Artikel ini bertujuan untuk mengulas bagaimana kekuasaan dan pengetahuan digambarkan dalam novel Laut Bercerita. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis wacana kritis (AWK) oleh Norman Fairclough. Terdiri atas tiga level analisis yaitu text, discource practice, dan sosiocultural practice. Pengumpulan data melalui dua cara, yaitu studi dokumen dan studi pustaka. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori kekuasaan dan pengetahuan oleh Michel Foucault. Penelitian ini menarik karena masih sedikit ditemukan dalam studi sosiologi tentang novel yang didominasi oleh studi ilmu bahasa sehingga perlunya kajian sosiologi dalam menguak ideologi dan manipulasi di balik sebuah wacana. Temuan menunjukkan bahwa kekuasaan dalam novel Laut Bercerita tersebar luas dalam sistem hubungan dan interaksi lembaga sosial seperti lembaga hukum, militer, pendidikan dan media. Pengetahuan diproduksi oleh kekuasaan melalui lembaga lembaga sosial tersebut, terkait dengan pemberian stereotip komunis yang melabeli kelompok Winatra dan Wirasena dalam novel Laut Bercerita, sehingga melegitimasi tindakan represif aparat terhadap kelompok Winatra dan Wirasena, yang berujung pada praktik impunitas terhadap pelaku. Sehingga dikategorikan sebagai peristiwa pelanggan HAM berat di masa lalu di bawah rezim Orde Baru. Kekuasaan dan pengetahuan yang digambarkan dalam novel melalui narasi yang dibangun penulis menjadikan novel ini sebagai bentuk resistensi penulis terhadap isu pelanggaran HAM berat yang belum terselesaikan.
Title: Analisis Kekuasaan dan Pengetahuan dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori
Description:
Mencuatnya kembali isu pelanggaran HAM berat di masa lalu yang belum terselesaikan, seiring kemenangan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.
Memberikan dampak signifikan terhadap diproduksinya kembali novel Laut Bercerita karya Leila S.
Chudori yang mengungkapkan strategi normalisasi kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu.
Artikel ini bertujuan untuk mengulas bagaimana kekuasaan dan pengetahuan digambarkan dalam novel Laut Bercerita.
Tulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis wacana kritis (AWK) oleh Norman Fairclough.
Terdiri atas tiga level analisis yaitu text, discource practice, dan sosiocultural practice.
Pengumpulan data melalui dua cara, yaitu studi dokumen dan studi pustaka.
Penelitian ini dianalisis menggunakan teori kekuasaan dan pengetahuan oleh Michel Foucault.
Penelitian ini menarik karena masih sedikit ditemukan dalam studi sosiologi tentang novel yang didominasi oleh studi ilmu bahasa sehingga perlunya kajian sosiologi dalam menguak ideologi dan manipulasi di balik sebuah wacana.
Temuan menunjukkan bahwa kekuasaan dalam novel Laut Bercerita tersebar luas dalam sistem hubungan dan interaksi lembaga sosial seperti lembaga hukum, militer, pendidikan dan media.
Pengetahuan diproduksi oleh kekuasaan melalui lembaga lembaga sosial tersebut, terkait dengan pemberian stereotip komunis yang melabeli kelompok Winatra dan Wirasena dalam novel Laut Bercerita, sehingga melegitimasi tindakan represif aparat terhadap kelompok Winatra dan Wirasena, yang berujung pada praktik impunitas terhadap pelaku.
Sehingga dikategorikan sebagai peristiwa pelanggan HAM berat di masa lalu di bawah rezim Orde Baru.
Kekuasaan dan pengetahuan yang digambarkan dalam novel melalui narasi yang dibangun penulis menjadikan novel ini sebagai bentuk resistensi penulis terhadap isu pelanggaran HAM berat yang belum terselesaikan.
Related Results
REPRESENTASI KEKERASAN DALAM NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI (REPRESENTATION OF VIOLENCE IN LAUT BERCERITA NOVEL BY LEILA S. CHUDORI)
REPRESENTASI KEKERASAN DALAM NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI (REPRESENTATION OF VIOLENCE IN LAUT BERCERITA NOVEL BY LEILA S. CHUDORI)
AbstractRepresentation of Violence in Laut Bercerita Novel by Leila S. Chudori. This study aims to describe the forms of violence and resistance in the novel Laut Bercerita by Leil...
Nilai Sosial Dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori
Nilai Sosial Dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori
Menambah pengetahuan dari berbagai sumber. Salah satunya dengan sastra. Karya sastra adalah suatu bentuk gagasan, emosi, atau masalah hidup yang dikemas oleh pengarangnya. Jenis pe...
THE RED THREAD IN LEILA S. CHUDORI’S NADIRA AND PULANG (Benang Merah dalam Novel Nadira dan Pulang karya Leila S. Chudori)
THE RED THREAD IN LEILA S. CHUDORI’S NADIRA AND PULANG (Benang Merah dalam Novel Nadira dan Pulang karya Leila S. Chudori)
Novel Nadira (2015) dan Pulang (2012) karya Leila S. Chudori merupakan dua novel yang dianalisis dalam tulisan ini. Keduanya sama-sama bercerita tentang sebuah keluarga yang berjua...
Citra Perempuan dalam Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori
Citra Perempuan dalam Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori
This study aims to describe the dominant image of women depicted in the novel Laut Bercerita by Leila S Chudori. The problem that arises in this study is how is the image of a fema...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
Sengketa Wilayah Maritim di Laut Tiongkok Selatan
Sengketa Wilayah Maritim di Laut Tiongkok Selatan
Sengketa Laut Tiongkok Selatan merupakan sengketa terpanas di abad ke-21, dimana Tiongkok, Amerika Serikat dan sebagian besar anggota ASEAN terlibat secara tak langsung. Adapun 3 (...
Representasi Identitas Masyarakat Laut dalam Kumpulan Cerita Pendek Nelayan Itu Berhenti Melaut
Representasi Identitas Masyarakat Laut dalam Kumpulan Cerita Pendek Nelayan Itu Berhenti Melaut
Kumpulan cerpen Nelayan itu Berhenti Melaut karya Safar Banggai merupakan kumpulan dari 12 cerpen yang hampir seluruhnya erat dengan latar laut dan kemaritiman. Penceritaan yang di...
PENGOLAHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni) MENJADI DAWET RUMPUT LAUT
PENGOLAHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni) MENJADI DAWET RUMPUT LAUT
Diversifikasi produk rumput laut jenis Eucheuma cottoni menjadi minuman khas daerah berupadawet. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan dawet rumput laut Eucheuma cottoni sertamen...

