Javascript must be enabled to continue!
Isun Hang Gandrung
View through CrossRef
Isun Hang Gandrung adalah judul karya tari yang diciptakan. Judul ini sekaligus menjadi konsep dasar yang diwujudkan dalam sebuah koreografi kelompok. Isun dalam bahasa Osing artinya Saya, kemudian Hang berarti yang, dan Gandrung berarti disanjung, dicintai, atau digandrungi. “Isun Hang Gandrung“ berarti saya yang digandrungi. Ide tersebut muncul dari ketertarikan terhadap kesenian Gandrung yang dulunya dilakukan oleh laki-laki sehingga disebut Gandrung Lanang. Gandrung merupakan sebuah kesenian yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam sejarahnya Gandrung dulunya dilakukan oleh seorang laki-laki, namun sekarang berganti menjadi perempuan. Segala bentuk sumber telah dicari melalui buku, wawancara, dan juga melalui video. Hal tersebut sangat membantu dalam proses penciptaan dan penjajakan gerak serta komposisinya. Karya tari Isun Hang Gandrung disajikan dalam sebuah koreografi kelompok dengan melibatkan delapan penari laki-laki dan satu penari perempuan, dengan menggunakan properti kipas dan dipentaskan di proscenium stage. Gerak yang digunakan bersumber dari gerak tari Gandrung Banyuwangi yang dikomposisikan dengan memperhatikan aspek ruang, waktu, dan tenaga. Isun Hang Gandrung is the title of a dance piece created. The title also became a basic concept that is embodied in a choreography group. Isun in Osing language means „I‟, Hang means „that‟, and Gandrung means praised or loved. “Isun Hang Gandrung“mean that I am loved. The idea came from the interest of the arts Gandrung that formerly done by men so-called Gandrung Lanang. Gandrung is an art from Banyuwangi, East Java. Historically, Gandrung formerly done by a man, but now turned into woman. All forms of resources have been sought through books, interviews, and also via video. It was very helpful in the process of creation and exploration of movement and composition. Isun Hang Gandrung dance piece presented in a choreography group involved eight male dancers and one female dancer, the property of the fan was used and staged in a proscenium stage. The motion was obtained from Gandrung Banyuwangi dance composed with attention to aspects of space, time, and energy.
Title: Isun Hang Gandrung
Description:
Isun Hang Gandrung adalah judul karya tari yang diciptakan.
Judul ini sekaligus menjadi konsep dasar yang diwujudkan dalam sebuah koreografi kelompok.
Isun dalam bahasa Osing artinya Saya, kemudian Hang berarti yang, dan Gandrung berarti disanjung, dicintai, atau digandrungi.
“Isun Hang Gandrung“ berarti saya yang digandrungi.
Ide tersebut muncul dari ketertarikan terhadap kesenian Gandrung yang dulunya dilakukan oleh laki-laki sehingga disebut Gandrung Lanang.
Gandrung merupakan sebuah kesenian yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur.
Dalam sejarahnya Gandrung dulunya dilakukan oleh seorang laki-laki, namun sekarang berganti menjadi perempuan.
Segala bentuk sumber telah dicari melalui buku, wawancara, dan juga melalui video.
Hal tersebut sangat membantu dalam proses penciptaan dan penjajakan gerak serta komposisinya.
Karya tari Isun Hang Gandrung disajikan dalam sebuah koreografi kelompok dengan melibatkan delapan penari laki-laki dan satu penari perempuan, dengan menggunakan properti kipas dan dipentaskan di proscenium stage.
Gerak yang digunakan bersumber dari gerak tari Gandrung Banyuwangi yang dikomposisikan dengan memperhatikan aspek ruang, waktu, dan tenaga.
Isun Hang Gandrung is the title of a dance piece created.
The title also became a basic concept that is embodied in a choreography group.
Isun in Osing language means „I‟, Hang means „that‟, and Gandrung means praised or loved.
“Isun Hang Gandrung“mean that I am loved.
The idea came from the interest of the arts Gandrung that formerly done by men so-called Gandrung Lanang.
Gandrung is an art from Banyuwangi, East Java.
Historically, Gandrung formerly done by a man, but now turned into woman.
All forms of resources have been sought through books, interviews, and also via video.
It was very helpful in the process of creation and exploration of movement and composition.
Isun Hang Gandrung dance piece presented in a choreography group involved eight male dancers and one female dancer, the property of the fan was used and staged in a proscenium stage.
The motion was obtained from Gandrung Banyuwangi dance composed with attention to aspects of space, time, and energy.
.
Related Results
Isun Hang Gandrung
Isun Hang Gandrung
Isun Hang Gandrung adalah judul karya tari yang diciptakan. Judul ini sekaligus menjadi konsep dasar yang diwujudkan dalam sebuah koreografi kelompok. Isun dalam bahasa Osing artin...
TƯƠNG QUAN MẶT PHẲNG TẬN CÙNG RĂNG CỐI SỮA THỨ HAI DẠNG THẲNG HAY DẠNG BẬC XUỐNG GẦN LÀ TƯƠNG QUAN LÝ TƯỞNG Ở BỘ RĂNG SỮA?
TƯƠNG QUAN MẶT PHẲNG TẬN CÙNG RĂNG CỐI SỮA THỨ HAI DẠNG THẲNG HAY DẠNG BẬC XUỐNG GẦN LÀ TƯƠNG QUAN LÝ TƯỞNG Ở BỘ RĂNG SỮA?
Đặt vấn đề: Ở bộ răng sữa, có ba dạng tương quan mặt phẳng tận cùng răng cối sữa thứ hai là dạng thẳng, dạng bậc xuống gần và dạng bậc xuống xa. Trong đó, tương quan dạng thẳng đượ...
Etnomatematika Pada Pola Lantai Tari Gandrung Banyuwangi
Etnomatematika Pada Pola Lantai Tari Gandrung Banyuwangi
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas etnografi dalam tari Jejer Gandrung, Jejer Gandrung Kembang Menur dan Gandrung Dor Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah ...
Kritik Mitos Tentang “Hang Tuah” Karya Amir Hamzah
Kritik Mitos Tentang “Hang Tuah” Karya Amir Hamzah
This study reveals the myth criticism on rhyme "Hang Tuah", an Amir Hamzah’s work expressing Malay myth. The Malay myth found in the rhyme "Hang Tuah" is placed as a meeting place ...
Malay Warrior Board Game A Method of Appreciation of The Narrative of Hikayat Hang Tuah
Malay Warrior Board Game A Method of Appreciation of The Narrative of Hikayat Hang Tuah
ABSTRACT
Hikayat Hang Tuah is a traditional Malay literary work that often attracts the attention of scholars both within and outside the nation. The story is always a topic of dis...
Male Peacocks as a Source of Ideas for Creating the Gandrung Liwung Dance
Male Peacocks as a Source of Ideas for Creating the Gandrung Liwung Dance
Gandrung Liwung Dance was created as a new creative dance inspired by the behavior and beauty of the male peacock. This dance combines elegance and visual beauty displayed through ...
GANDRUNG TAK HANYA MENARI: IDENTITAS PEREMPUAN DAN PERLAWANAN DALAM BUDAYA BANYUWANGI
GANDRUNG TAK HANYA MENARI: IDENTITAS PEREMPUAN DAN PERLAWANAN DALAM BUDAYA BANYUWANGI
Gandrung Banyuwangi is not merely a form of entertainment but also a political and social medium that conveys elements of female identity (Arisandi et al., 2023). Gandrung dancers ...
THE MEANING OF MANTRA IN THE RITUAL TEING HANG KOLANG IN A TRADITIONAL COMMUNITY CEREMONY IN TANGGE VILLAGE, LEMBOR DISTRICT, WEST MANGGARAI
THE MEANING OF MANTRA IN THE RITUAL TEING HANG KOLANG IN A TRADITIONAL COMMUNITY CEREMONY IN TANGGE VILLAGE, LEMBOR DISTRICT, WEST MANGGARAI
Teing Hang Kolang is commonly known in West Manggarai regency as one of the traditional rites of ancestral heritage since its existence in this world, which is as old as the belief...

