Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS SIMBOLISME RELIGIUS DALAM ALIRAN THERAVADA DAN TANTRAYANA: KAJIAN KOMPARATIF MAKNA DAN FUNGSI
View through CrossRef
Artikel ini mengkaji simbolisme religius dalam dua aliran utama Buddhisme yang dianut masyarakat Desa Candigaron, yaitu aliran Theravada dan aliran Tantrayana. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah makna di balik simbol-simbol keagamaan yang digunakan dalam praktik ibadah kedua aliran tersebut serta bagaimana simbol-simbol tersebut memengaruhi pengalaman spiritual umat. Aliran Theravada, simbolisme terlihat pada penggunaan lilin, dupa, air, buah, dan bunga yang digunakan secara sederhana sebagai bentuk penghormatan dan sarana perenungan menuju pembebasan batin. Sedangkan aliran Tantrayana simbolisme keagamaan mengambil bentuk yang lebih kompleks melalui penggunaan mudra, mantra Tibet, visualisasi mandala, berbagai jenis air persembahan, dupa, bunga dan lilin yang semuanya membentuk satu kesatuan sakral untuk menyatukan tubuh, ucapan, dan pikiran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan inkuiri naturalistik dengan berbasis observasi lapangan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun berbeda dalam bentuk, kedua aliran memiliki tujuan spiritual yang serupa, yaitu pencerahan dan ketenangan batin. Simbol dalam masing-masing aliran tidak hanya memiliki makna ritual, tetapi juga nilai sosial yang mempererat hubungan antarumat. Simbolisme dalam praktik keagamaan terbukti menjadi jembatan penting bagi penghayatan makna hidup spiritual dan sosial umat Buddha di Desa Candigaron.
Universitas Hindu Indonesia
Title: ANALISIS SIMBOLISME RELIGIUS DALAM ALIRAN THERAVADA DAN TANTRAYANA: KAJIAN KOMPARATIF MAKNA DAN FUNGSI
Description:
Artikel ini mengkaji simbolisme religius dalam dua aliran utama Buddhisme yang dianut masyarakat Desa Candigaron, yaitu aliran Theravada dan aliran Tantrayana.
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah makna di balik simbol-simbol keagamaan yang digunakan dalam praktik ibadah kedua aliran tersebut serta bagaimana simbol-simbol tersebut memengaruhi pengalaman spiritual umat.
Aliran Theravada, simbolisme terlihat pada penggunaan lilin, dupa, air, buah, dan bunga yang digunakan secara sederhana sebagai bentuk penghormatan dan sarana perenungan menuju pembebasan batin.
Sedangkan aliran Tantrayana simbolisme keagamaan mengambil bentuk yang lebih kompleks melalui penggunaan mudra, mantra Tibet, visualisasi mandala, berbagai jenis air persembahan, dupa, bunga dan lilin yang semuanya membentuk satu kesatuan sakral untuk menyatukan tubuh, ucapan, dan pikiran.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan inkuiri naturalistik dengan berbasis observasi lapangan dan wawancara mendalam.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun berbeda dalam bentuk, kedua aliran memiliki tujuan spiritual yang serupa, yaitu pencerahan dan ketenangan batin.
Simbol dalam masing-masing aliran tidak hanya memiliki makna ritual, tetapi juga nilai sosial yang mempererat hubungan antarumat.
Simbolisme dalam praktik keagamaan terbukti menjadi jembatan penting bagi penghayatan makna hidup spiritual dan sosial umat Buddha di Desa Candigaron.
Related Results
Kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada
Kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada
The essence of Buddhism teaching is endowed from the core ideas of Siddhartha Gautama, or who was then called as Shakyamuni Buddha. Buddhist’s life guide is set in sila, in which i...
Simulasi Aliran Fluida Crude Palm Oil (CPO) dan Air Pada Pipa Horizontal Menggunakan Metode Volume Hingga
Simulasi Aliran Fluida Crude Palm Oil (CPO) dan Air Pada Pipa Horizontal Menggunakan Metode Volume Hingga
Telah dilakukan simulasi aliran dua fasa cair- cair crude palm oil (CPO) dan air yang mengalir satu arah dalam pipa horizontal untuk mendapatkan pola aliran campuran dan karakteris...
Kaji efisiensi temperatur penukar panas dengan variasi aliran untuk aplikasi pengering
Kaji efisiensi temperatur penukar panas dengan variasi aliran untuk aplikasi pengering
Abstrak Heat exchanger atau alat penukar panas adalah alat-alat yang digunakan untuk mengubah temperatur fluida atau mengubah fasa fluida dengan cara mempertukarkan panasnya dengan...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Peran Pondok Pesantren Darussalam dalam Meningkatkan Sikap Religius Siswa di Sekolah Ma’arif Sidorejo Lampung Timur
Peran Pondok Pesantren Darussalam dalam Meningkatkan Sikap Religius Siswa di Sekolah Ma’arif Sidorejo Lampung Timur
Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi peran Pondok Pesantren Darussalam dalam meningkatkan sikap religius siswa di Sekolah Ma'arif. Pendidikan religius dan pembentukan sikap r...
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
Kajian ini merupakan kajian linguistik yang membahas tentang klasifikasi makna (ditinjau dari ranah komunikasi). Dalam kajian ini di bahas klasifikasi makna atau arti (types of mea...
Pelaksanaan Upacara Ritual Dalam Tantrayana
Pelaksanaan Upacara Ritual Dalam Tantrayana
Salah satu ciri khas kebudayaan di Indonesia, adalah timbulnya proses pembauran atau sintesis antara unsur-unsur tradisi se tempat dengan kebudayaan yang datang dari India. Begitu ...
Konsep Dasar Makna Dalam Ranah Semantik
Konsep Dasar Makna Dalam Ranah Semantik
Kajian tentang konsep dasar makna dalam ranah semantik ini merupakan kajian tentang keutuhan bahasa terletak pada hadirnya kedua lapisan itu, yakni lapisan bentuk dan lapisan makna...

