Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Fahr disease pada pasien polineuropati diabetikum: Laporan kasus

View through CrossRef
Introduction: Fahr disease is a rare disease that affects less than one in a million people. Calcification in the basal ganglia region is the hallmark of Fahr disease. Genetic mutations or, secondarily, other systemic diseases such as hypoparathyroidism are the root cause of this condition. This case reports Fahr Disease in a patient with diabetic polyneuropathy. Case Report: A 70-year-old male with complaints of weakness in both legs, right hand trembling, muscle weakness, and a history of uncontrolled diabetes mellitus. On neurological examination, there was a coordination system disorder. Serologic examination results showed Hba 1C levels >14%. CT scan of the brain showed bilateral symmetrical extensive calcifications in the basal ganglia in the left cerebellum. Conclusion: Fahr Disease was discovered based on clinical findings accompanied by CT scan results showing calcification in the brain. The prognosis of this disease is undetermined, so regular evaluation is needed to assess the progression of this disease.   Pendahuluan: Fahr disease merupakan penyakit langka yang diderita pada kurang dari satu per satu juta penduduk. Kalsifikasi di daerah ganglia basalis merupakan tanda dari Fahr disease. Mutasi genetik atau sekunder oleh penyakit sistemik lain seperti hipoparatiroidisme merupakan penyebab dari penyakit ini. Pada kasus ini melaporkan tentang Fahr disease pada pasien dengan polineuropati diabetikum. Presentasi kasus: Laki-laki berusia 70 tahun dengan keluhan lemah pada kedua kaki, tangan kanan gemetar, kelemahan otot, dan riwayat diabetes melitus yang tidak terkontrol. Pada pemeriksaan neurologi terdapat gangguan sistem koordinasi. Hasil pemeriksaan serologi didapatkan kadar Hba1c >14%. CT scan otak menunjukkan kalsifikasi luas simetris bilateral pada basal ganglia di serebelum kiri. Kesimpulan: Fahr disease ditemukan berdasarkan temuan klinis disertai dengan hasil CT scan yang menunjukkan adanya kalsifikasi pada otak. Prognosis penyakit ini belum dapat ditentukan, sehingga perlu dilakukan evaluasi secara berkala untuk menilai perkembangan penyakit ini.
Title: Fahr disease pada pasien polineuropati diabetikum: Laporan kasus
Description:
Introduction: Fahr disease is a rare disease that affects less than one in a million people.
Calcification in the basal ganglia region is the hallmark of Fahr disease.
Genetic mutations or, secondarily, other systemic diseases such as hypoparathyroidism are the root cause of this condition.
This case reports Fahr Disease in a patient with diabetic polyneuropathy.
Case Report: A 70-year-old male with complaints of weakness in both legs, right hand trembling, muscle weakness, and a history of uncontrolled diabetes mellitus.
On neurological examination, there was a coordination system disorder.
Serologic examination results showed Hba 1C levels >14%.
CT scan of the brain showed bilateral symmetrical extensive calcifications in the basal ganglia in the left cerebellum.
Conclusion: Fahr Disease was discovered based on clinical findings accompanied by CT scan results showing calcification in the brain.
The prognosis of this disease is undetermined, so regular evaluation is needed to assess the progression of this disease.
  Pendahuluan: Fahr disease merupakan penyakit langka yang diderita pada kurang dari satu per satu juta penduduk.
Kalsifikasi di daerah ganglia basalis merupakan tanda dari Fahr disease.
Mutasi genetik atau sekunder oleh penyakit sistemik lain seperti hipoparatiroidisme merupakan penyebab dari penyakit ini.
Pada kasus ini melaporkan tentang Fahr disease pada pasien dengan polineuropati diabetikum.
Presentasi kasus: Laki-laki berusia 70 tahun dengan keluhan lemah pada kedua kaki, tangan kanan gemetar, kelemahan otot, dan riwayat diabetes melitus yang tidak terkontrol.
Pada pemeriksaan neurologi terdapat gangguan sistem koordinasi.
Hasil pemeriksaan serologi didapatkan kadar Hba1c >14%.
CT scan otak menunjukkan kalsifikasi luas simetris bilateral pada basal ganglia di serebelum kiri.
Kesimpulan: Fahr disease ditemukan berdasarkan temuan klinis disertai dengan hasil CT scan yang menunjukkan adanya kalsifikasi pada otak.
Prognosis penyakit ini belum dapat ditentukan, sehingga perlu dilakukan evaluasi secara berkala untuk menilai perkembangan penyakit ini.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Findings of Fahr’s Syndrome in A Patient Suspected With Subarachnoid Hemorrhage: An Evidence-Based Case Report
Findings of Fahr’s Syndrome in A Patient Suspected With Subarachnoid Hemorrhage: An Evidence-Based Case Report
ABSTRACT Fahr’s syndrome is an entity where there is symmetrical bilateral calcification of basal ganglia with parkinsonian and psychiatric symptoms. However, due to its rari...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Karakteristik Pasien Diabetik Polineuropati di Rumah Sakit Umum Daerah di Jawa Barat
Karakteristik Pasien Diabetik Polineuropati di Rumah Sakit Umum Daerah di Jawa Barat
Abstract. Type 2 diabetes mellitus with polyneuropathy can reduce quality of life, increase disability, and elevate economic burden. The rising prevalence of polyneuropathy is acco...
Hubungan Jenis Kelamin dengan Kejadian Ulkus Diabetikum di RSUD Meuraxa Banda Aceh
Hubungan Jenis Kelamin dengan Kejadian Ulkus Diabetikum di RSUD Meuraxa Banda Aceh
Latar Belakang: Ulkus diabetikum merupakan suatu luka kronik yang terjadi pada daerah di perifer tubuh dan paling sering di dapati pada bagian bawah pergelangan kaki yang di akibat...
PERAWATAN LUKA DENGAN ALOE VERA GEL PADA PASIEN DENGAN ULKUS DIABETIKUM
PERAWATAN LUKA DENGAN ALOE VERA GEL PADA PASIEN DENGAN ULKUS DIABETIKUM
Data dari Organisasi International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2021 terdapat 537 juta individu di dunia menderita diabetes dan dari data tersebut di negara Indonesia yang ...
TINJAUAN ASPEK RADIOLOGIS FAHR'S DISEASE
TINJAUAN ASPEK RADIOLOGIS FAHR'S DISEASE
Latar Belakang: Fahr’s disease merupakan penyakit langka saat deposit kalsium abnormal berada di area otak yang mengontrol pergerakan. Kasus: Wanita 54 tahun datang ke mengel...
Pengaruh Kualitas Layanan dan Keterlibatan Pasien terhadap Kepuasan: Peran Mediasi Pengalaman Pasien
Pengaruh Kualitas Layanan dan Keterlibatan Pasien terhadap Kepuasan: Peran Mediasi Pengalaman Pasien
Penelitian mengenai kepuasan pasien umumnya berfokus pada pengaruh langsung kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien, sementara peran keterlibatan pasien dan pengalaman pasien s...

Back to Top