Javascript must be enabled to continue!
Karakteristik Pasien Diabetik Polineuropati di Rumah Sakit Umum Daerah di Jawa Barat
View through CrossRef
Abstract. Type 2 diabetes mellitus with polyneuropathy can reduce quality of life, increase disability, and elevate economic burden. The rising prevalence of polyneuropathy is accompanied by changes in patient characteristics. Therefore, this study aimed to determine the prevalence of complications and describe the demographic and clinical characteristics of patients in a regional public hospital in West Java. This cross-sectional study used medical record data from 340 patients in the 2023–2024 period, selected through simple random sampling based on inclusion and exclusion criteria. The analyzed variables included age, sex, fasting blood glucose (FBG), 2-hour postprandial glucose (2h-PPG), and HbA1c levels. The results showed a diabetic polyneuropathy prevalence of 15.11% among all T2DM patients. Most patients were female with an average age of 54–55 years. The mean FBG ranged from 167–184 mg/dL (N: 70–100 mg/dL), mean 2h-PPG was approximately 244–245 mg/dL (N: <180 mg/dL), and the average HbA1c ranged from 9.4–9.8% (N: <5.7%), indicating poor glycemic control. These findings suggest that diabetic polyneuropathy is more common in older patients, women, and individuals with chronic hyperglycemia due to suboptimal metabolic control. Early intervention and intensive glycemic management are essential to prevent progression and complications.
Abstrak. Diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi polineuropati dapat menurunkan kualitas hidup, disabilitas, serta peningkatan beban ekonomi. Prevalensi polineuropati yang meningkat disertai dengan perubahan karakteristik pasien. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi komplikasi serta menggambarkan karakteristik demografis dan klinis pasien di salah satu rumah sakit umum daerah di Jawa Barat. Desain penelitian ini menggunakan cross-sectional berdasarkan data rekam medis dari 340 pasien pada periode 2023–2024 dengan teknik simple random sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel yang dianalisis meliputi usia, jenis kelamin, kadar gula darah puasa (GDP), gula darah dua jam setelah makan (GD2PP), dan HbA1C. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi polineuropati diabetik sebesar 15,11% dari seluruh pasien DMT2. Mayoritas pasien berusia rata-rata 54–55 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Rerata GDP berkisar antara 167–184 mg/dL (N: 70–100 mg/dL), nilai GD2PP sekitar 244–245 mg/dL (N: <180 mg/dL), dan HbA1C memiliki nilai rata-rata 9,4–9,8% (N: <5,7%), yang menggambarkan kontrol glikemik yang buruk. Temuan ini menunjukkan bahwa polineuropati diabetik lebih banyak terjadi pada pasien usia lanjut, perempuan, serta individu dengan hiperglikemia kronis akibat pengendalian metabolik yang tidak optimal. Penanganan dini dan pengelolaan glikemik secara intensif diperlukan untuk mencegah progresivitas dan dampak komplikasi.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Karakteristik Pasien Diabetik Polineuropati di Rumah Sakit Umum Daerah di Jawa Barat
Description:
Abstract.
Type 2 diabetes mellitus with polyneuropathy can reduce quality of life, increase disability, and elevate economic burden.
The rising prevalence of polyneuropathy is accompanied by changes in patient characteristics.
Therefore, this study aimed to determine the prevalence of complications and describe the demographic and clinical characteristics of patients in a regional public hospital in West Java.
This cross-sectional study used medical record data from 340 patients in the 2023–2024 period, selected through simple random sampling based on inclusion and exclusion criteria.
The analyzed variables included age, sex, fasting blood glucose (FBG), 2-hour postprandial glucose (2h-PPG), and HbA1c levels.
The results showed a diabetic polyneuropathy prevalence of 15.
11% among all T2DM patients.
Most patients were female with an average age of 54–55 years.
The mean FBG ranged from 167–184 mg/dL (N: 70–100 mg/dL), mean 2h-PPG was approximately 244–245 mg/dL (N: <180 mg/dL), and the average HbA1c ranged from 9.
4–9.
8% (N: <5.
7%), indicating poor glycemic control.
These findings suggest that diabetic polyneuropathy is more common in older patients, women, and individuals with chronic hyperglycemia due to suboptimal metabolic control.
Early intervention and intensive glycemic management are essential to prevent progression and complications.
Abstrak.
Diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi polineuropati dapat menurunkan kualitas hidup, disabilitas, serta peningkatan beban ekonomi.
Prevalensi polineuropati yang meningkat disertai dengan perubahan karakteristik pasien.
Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi komplikasi serta menggambarkan karakteristik demografis dan klinis pasien di salah satu rumah sakit umum daerah di Jawa Barat.
Desain penelitian ini menggunakan cross-sectional berdasarkan data rekam medis dari 340 pasien pada periode 2023–2024 dengan teknik simple random sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi.
Variabel yang dianalisis meliputi usia, jenis kelamin, kadar gula darah puasa (GDP), gula darah dua jam setelah makan (GD2PP), dan HbA1C.
Hasil penelitian menunjukkan prevalensi polineuropati diabetik sebesar 15,11% dari seluruh pasien DMT2.
Mayoritas pasien berusia rata-rata 54–55 tahun dan berjenis kelamin perempuan.
Rerata GDP berkisar antara 167–184 mg/dL (N: 70–100 mg/dL), nilai GD2PP sekitar 244–245 mg/dL (N: <180 mg/dL), dan HbA1C memiliki nilai rata-rata 9,4–9,8% (N: <5,7%), yang menggambarkan kontrol glikemik yang buruk.
Temuan ini menunjukkan bahwa polineuropati diabetik lebih banyak terjadi pada pasien usia lanjut, perempuan, serta individu dengan hiperglikemia kronis akibat pengendalian metabolik yang tidak optimal.
Penanganan dini dan pengelolaan glikemik secara intensif diperlukan untuk mencegah progresivitas dan dampak komplikasi.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pengaruh Waktu Tunggu Terhadap Kepuasanpasien Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Doloksanggul Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2024
Pengaruh Waktu Tunggu Terhadap Kepuasanpasien Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Doloksanggul Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2024
Latar Belakang: Rumah Sakit Umum Daerah Doloksanggul adalah salah satu rumah sakit tipe C di Doloksanggul. Rumah Sakit Umum Daerah Doloksanggul diketahui bahwa dari 10 responden ya...
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
<p>Rumah Sakit mcmiliki kewajiban untuk memberikan pertolongan (emergency)tanpa mengharuskan pembayaran uang muka terlebih dahulu, hal ini tertuang dalam Pasal 32 ayat (1) da...
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Bauran pemasaran merupakan strategi mencampur kegiatan-kegiatan marketing yang meliputi product, price, place, dan promotion, agar dicari kombinasi maksimal sehingga mendatangkan h...
PERENCANAAN LANGKAH -LANGKAH MENUJU KESELAMATAN PASIEN
PERENCANAAN LANGKAH -LANGKAH MENUJU KESELAMATAN PASIEN
Dalam melakukan keselamatan pasien perlu merencanakan langkah-langkah dalam keselamatan pasien. keselamatan pasien (patien safety) merupakan proses dalam sRumah Sakit dalam memberi...
PENGARUH INTERPERSONAL COLABORATION UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN PASIEN
PENGARUH INTERPERSONAL COLABORATION UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN PASIEN
ABSTRAK keselamatan pasien merupakan langkah-langkah dalam keselamatan pasien. keselamatan pasien (patien safety) merupakan proses dalam Rumah Sakit dalam memberikan asuhan k...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
RSI Purwokerto yang terletak di daerah barat Purwokerto merupakan rumah sakit rujukan swasta yang memfasilitasi pasien-pasien secara umum ataupun BPJS dan asuransi umum lainnya . S...

