Javascript must be enabled to continue!
IMPLEMENTASI SYARAT-SYARAT MUFASSIR DI ERA DIGITAL
View through CrossRef
Perkembangan ilmu pengetahuan memberikan perubahan begitu besar bagi manusia. Salah satunya dengan adanya teknologi digital. Keberadaan teknologi tersebut nampaknya dimanfaatkan banyak orang untuk media menafsirkan Alquran dengan cepat dan mudah tanpa ada syarat tertentu. Hal ini berbanding terbalik dengan zaman klasik yang sangat mensakralkan Alquran. Artinya bahwa kegiatan menafsirkan Alquran tidak boleh dilakukan kalau tidak mempunyai kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni. Sedangkan untuk menjadi seorang penafsir sangatlah sulit karena banyaknya syarat-syarat yang harus dipenuhi serta mempunyai keahlian khusus mengenai ilmu tafsir. Syarat tersebut digunakan karena akan berdampak pada hasil penafsiran. maka dari itu tulisan ini akan membahas lebih dalam mengenai implementasi syarat-syarat mufassir di era digital, apakah syarat-syarat tersebut bisa diterapkan di zaman sekarang atau bahkan bertolak belakang dengan kode etik yang telah ditetapkan oleh ulama-ulama terdahulu. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif, anlisisnya menggunakan deskiptif analisis dengan data kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; impelementasi syarat-syarat mufasir di era digital ini sama saja dengan kualifikasi syarat-syarat mufassir yang telah dirumuskan oleh ulama terdahulu. Kemudian ditambah kemampuan “melek teknologi”, termasuk melek teknologi digital. Namun, melek teknologi disini tidak termasuk dalam syarat-syarat mufassir, melek teknologi hanya sebagai wadah dan jalan, agar cakupan ilmu semakin luas. Selain itu untuk menerapakan teknologi digital maka perlu adanya kolaborasi dengan ahli IT.
Title: IMPLEMENTASI SYARAT-SYARAT MUFASSIR DI ERA DIGITAL
Description:
Perkembangan ilmu pengetahuan memberikan perubahan begitu besar bagi manusia.
Salah satunya dengan adanya teknologi digital.
Keberadaan teknologi tersebut nampaknya dimanfaatkan banyak orang untuk media menafsirkan Alquran dengan cepat dan mudah tanpa ada syarat tertentu.
Hal ini berbanding terbalik dengan zaman klasik yang sangat mensakralkan Alquran.
Artinya bahwa kegiatan menafsirkan Alquran tidak boleh dilakukan kalau tidak mempunyai kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni.
Sedangkan untuk menjadi seorang penafsir sangatlah sulit karena banyaknya syarat-syarat yang harus dipenuhi serta mempunyai keahlian khusus mengenai ilmu tafsir.
Syarat tersebut digunakan karena akan berdampak pada hasil penafsiran.
maka dari itu tulisan ini akan membahas lebih dalam mengenai implementasi syarat-syarat mufassir di era digital, apakah syarat-syarat tersebut bisa diterapkan di zaman sekarang atau bahkan bertolak belakang dengan kode etik yang telah ditetapkan oleh ulama-ulama terdahulu.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif, anlisisnya menggunakan deskiptif analisis dengan data kepustakaan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; impelementasi syarat-syarat mufasir di era digital ini sama saja dengan kualifikasi syarat-syarat mufassir yang telah dirumuskan oleh ulama terdahulu.
Kemudian ditambah kemampuan “melek teknologi”, termasuk melek teknologi digital.
Namun, melek teknologi disini tidak termasuk dalam syarat-syarat mufassir, melek teknologi hanya sebagai wadah dan jalan, agar cakupan ilmu semakin luas.
Selain itu untuk menerapakan teknologi digital maka perlu adanya kolaborasi dengan ahli IT.
Related Results
KORELASI KEADAAN RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TBC PARU
KORELASI KEADAAN RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TBC PARU
Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberkulosis. Umumnya setelah masuk ke dalam tubuh melalui rongga pernapasan, bakteri ini akan menuju ke ...
The influence of micro influencers and digital marketing on product purchasing decisions at tiktok shop in bengkulu city
The influence of micro influencers and digital marketing on product purchasing decisions at tiktok shop in bengkulu city
THE INFLUENCE OF MICRO-INFLUENCERS AND DIGITAL MARKETING ON PURCHASE DECISIONS OF TIKTOK SHOP CUSTOMERS IN BENGKULU CITY
Andhes Tiani Putri, Meylaty F
12Faculty Of Economic
E...
Eksistensi Digital Wedding Di Era Disrupsi Dalam Maqashid Syariah
Eksistensi Digital Wedding Di Era Disrupsi Dalam Maqashid Syariah
Abstract
The era of disruption has presented a new phenomenon in wedding procedures, namely digital weddings. The emergence of digital marriage raises questions about its validity...
UPAYA NOTARIS DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PERLINDUNGAN TERHADAP DATA PENGHADAP DI ERA DIGITAL
UPAYA NOTARIS DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PERLINDUNGAN TERHADAP DATA PENGHADAP DI ERA DIGITAL
AbstractThe development of the digital era has brought various changes, both positive impacts that can be used as well as possible. But at the same time, the digital era also bring...
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP DARI SARI JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN JENIS PENGIKAT GOM ARAB DAN PUTIH TELUR
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP DARI SARI JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN JENIS PENGIKAT GOM ARAB DAN PUTIH TELUR
Jagung mengandung energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Tablet hisap adalah sediaan padat yang mengandung satu atau l...
Urgensitisitas Manahij Al-mufassirin Di Era Kontemporer
Urgensitisitas Manahij Al-mufassirin Di Era Kontemporer
Penafsiran al-Qur'an berperan untuk membantu manusia menangkap rahasia-rahasia Allah swt di dalam kalamNya. Al qur’an sebagai landasan hukum pertama bagi seorang muslim, maka tafsi...
SOSIALISASI TRANSFORMASI DIGITAL DI ERA INDUSTRI 5.0 PADA KARYAWAN PT FLEXTRONICS TECHNOLOGY
SOSIALISASI TRANSFORMASI DIGITAL DI ERA INDUSTRI 5.0 PADA KARYAWAN PT FLEXTRONICS TECHNOLOGY
Abstract: This community service activity focuses on increasing digital literacy as an effort to support digital transformation in the Industry 5.0 era. This program is designed to...
Dampak Ekosistem Digital terhadap Hukum Persaingan Usaha di Indonesia serta Optimalisasi Peran Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Era Ekonomi Digital
Dampak Ekosistem Digital terhadap Hukum Persaingan Usaha di Indonesia serta Optimalisasi Peran Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Era Ekonomi Digital
Era ekonomi digital seperti saat ini, telah menuntut para pelaku bisnis untuk melakukan kegiatan usahanya secara daring. Akibat dari itu, para pembeli juga akan melakukan pembelian...

