Javascript must be enabled to continue!
CHIMERICAL (The Art of Assemblage)
View through CrossRef
Kemampuan ‘menghubung-kaitkan’ sesuatu dengan sesuatu yang lain merupakan sebuah kreativitas yang tidak datang begitu saja. Kemampuan tersebut merupakan ‘anugerah yang dilatih’, yang kemudian ditekuni penulis hingga terciptalah karya-karya assemblage-art, Assemblage merupakan sebuah teknik mengumpulkan berbagai macam media, kemudian mengkonstruksi dan merakitnya menjadi sebuah karya seni. Anugerah tersebut sudah dilatih sejak usia anak-anak di mana saat itu penulis menyadari ketidak mampuannya untuk memiliki berbagai macam mainan yang diinginkan anak-anak pada umumnya, sehingga ‘terdesak’ untuk menciptakan mainan sendiri dengan merakit benda-benda yang ditemukan. Kegemaran merakit benda temuan tersebut berlangsung hingga usia dewasa, yang kemudian dikembangkan dengan menambahkan sebuah muatan konsep atau pesan-pesan tertentu.Istilah Chimera dipilih penulis untuk mewakili ciri khas kekaryaannya baik dalam proses penciptaan hingga hasil akhir. Menggabung-gabungkan berbagai jenis makhluk hidup sebagai tema dari wujud karya dan menggabung-gabungkan berbagai jenis benda temuan sebagai metode dalam proses penciptaan karya seni. Chimera merupakan istilah populer yang digunakan untuk menyebutkan sesuatu yang ‘dikawin-silangkan’, kemudian dipilihlah istilah lanjutan yaitu Chimerical yang berarti sesuatu yang memiiki sifat-sifat menggabung-gabungkan.Kata kunci: Assemblage, Chimerical dan benda temuan
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Title: CHIMERICAL (The Art of Assemblage)
Description:
Kemampuan ‘menghubung-kaitkan’ sesuatu dengan sesuatu yang lain merupakan sebuah kreativitas yang tidak datang begitu saja.
Kemampuan tersebut merupakan ‘anugerah yang dilatih’, yang kemudian ditekuni penulis hingga terciptalah karya-karya assemblage-art, Assemblage merupakan sebuah teknik mengumpulkan berbagai macam media, kemudian mengkonstruksi dan merakitnya menjadi sebuah karya seni.
Anugerah tersebut sudah dilatih sejak usia anak-anak di mana saat itu penulis menyadari ketidak mampuannya untuk memiliki berbagai macam mainan yang diinginkan anak-anak pada umumnya, sehingga ‘terdesak’ untuk menciptakan mainan sendiri dengan merakit benda-benda yang ditemukan.
Kegemaran merakit benda temuan tersebut berlangsung hingga usia dewasa, yang kemudian dikembangkan dengan menambahkan sebuah muatan konsep atau pesan-pesan tertentu.
Istilah Chimera dipilih penulis untuk mewakili ciri khas kekaryaannya baik dalam proses penciptaan hingga hasil akhir.
Menggabung-gabungkan berbagai jenis makhluk hidup sebagai tema dari wujud karya dan menggabung-gabungkan berbagai jenis benda temuan sebagai metode dalam proses penciptaan karya seni.
Chimera merupakan istilah populer yang digunakan untuk menyebutkan sesuatu yang ‘dikawin-silangkan’, kemudian dipilihlah istilah lanjutan yaitu Chimerical yang berarti sesuatu yang memiiki sifat-sifat menggabung-gabungkan.
Kata kunci: Assemblage, Chimerical dan benda temuan.
Related Results
Palynology of the Lance (Late Cretaceous) and Fort Union (Paleocene) Formations of the Type Lance Area, Wyoming
Palynology of the Lance (Late Cretaceous) and Fort Union (Paleocene) Formations of the Type Lance Area, Wyoming
Three palynological assemblage zones, based on two major floral changes, are established within the upper Lance (Late Cretaceous) and Fort Union (Paleocene) Formations in and adjac...
Computational methods for de novo assembly of next-generation genome sequencing data
Computational methods for de novo assembly of next-generation genome sequencing data
Méthodes de calcul pour assemblage de novo de nouvelle génération des techniques de séquençage du génome
Dans cette thèse, nous présentons des méthodes de calcul (m...
The Late Cretaceous flora of the Khatanga depression
The Late Cretaceous flora of the Khatanga depression
Fossil plants from the Late Cretaceous deposits of the Khatanga depression are joined in three floristic assemblages: the Ledyanaya assemblage (the Turonian-Coniacian), the Kheta a...
Organizacija litičke proizvodnje na nalazištu Campanož u kontekstu srednjega paleolitika jadranske regije
Organizacija litičke proizvodnje na nalazištu Campanož u kontekstu srednjega paleolitika jadranske regije
In archaeological contexts, lithic technology is often seen an informative source about various aspects of human behaviour. The relationship between lithic technology and land use ...
Assemblages
Assemblages
Abstract
This chapter examines the concept of “assemblage” and the central tenets of assemblage theory and assemblage thinking. Our contention is that assemblage the...
Palynological investigation of the tura formation (early eocene) exposed along the tura-dalu road, west Garo Hills, Meghalaya, India
Palynological investigation of the tura formation (early eocene) exposed along the tura-dalu road, west Garo Hills, Meghalaya, India
The present paper deals with the palynological study of the Tura Formation exposed along the Tura Dalu Road in West Garo Hills, Meghalaya. The recovered palynoflora is represented ...
Syenite formation after TTG gneiss: evidence from the Madiapala massif (Limpopo complex, South Africa) and experiment
Syenite formation after TTG gneiss: evidence from the Madiapala massif (Limpopo complex, South Africa) and experiment
<p>The Madiapala syenite massif is situated within the host Alldays TTG gneisses in the western part of the Central Zone(CZ) of the Limpopo Complex (South Africa). Th...
Strange Assemblage
Strange Assemblage
This paper contends that the power of Deleuze & Guattari’s (1988) notion of assemblage as theorised in 1000 Plateaus can be normalised and reductive with reference to its appli...

