Javascript must be enabled to continue!
LATAR SOSIAL DAN POLITIK PENGGUNAAN BUSANA ADAT DAN TATAKRAMA DI SURAKARTA DALAM SERAT TATAKRAMA KEDHATON
View through CrossRef
AbstrakBusana adat adalah harta kultural yang dimiliki suatu bangsa.Seiring dengan perkembangan zaman, busana adat mengalami kemunduran dalam hal pemakaian. Hal itu akan mengancam kelestariannya.Di beberapa wilayah Jawa Tengah dan DIY busana adat mulai diperhatikan untuk dilestarikan pemakaiannya. Namun demikian, pakem busana adat itu sendiri masih belum begitu jelas.Salah satu pakem yang dapat digunakan untuk merunut dan menjadi acuan adalah manuskrip.Serat Tatakrama Kedhaton. Serat ini merupakan salah satu manuskrip beraksara dan berbahasa Jawa krama alus yang ditulis oleh Pakubuwana IV dari Keraton Surakarta.Deskripsi busana adat dan perbedaan pemakaian atribut serta busana untuk para pejabat di Keraton menunjukkan adanya pemilahan stratifikasi sosial dan ekonomi yang cukup baik.Demikian pula perbedaan tatakrama yang diatur untuk para pejabat di keraton Surakarta menunjukkan adanya perhatian yang tinggi terkait dengan kedisiplinan.Penghilangan tatakrama dengan melakukan sembah dari pejabat keraton yang lebih rendah kepada pejabat yang lebih tinggi, menunjukkan adanya upaya Pakubuwana IV untuk mengembalikan pandangan pejabat keraton tentang hakiki kesetiaan dan upaya meluruskan pada siapa manusia menyembah.Hal ini disebabkan Pakubuwana IV merupakan seorang raja Surakarta yang sangat taat dalam ajaran agama Islam.Kata Kunci: social, politik, adat, tata karma, Serat Tatakrama Kedhaton AbstractThe traditional clothes is the assets of nation. In several region of Central Java and Yogyakarta, the people begin to pay attention on it. But, the standard of its usage wa not explicit. One of the instruction was used as the sources is Serat Tatakrama Kedhaton. This letter was written in Javanese script by Pakubuwana IV from Keraton Surakarta. This research will descrbe how the usage of traditional clothes, from the history of the name, the usage, who used it, and the meaning of the traditional clothes.Keywords: tradition, Serat Tatakrama Kedhaton
Title: LATAR SOSIAL DAN POLITIK PENGGUNAAN BUSANA ADAT DAN TATAKRAMA DI SURAKARTA DALAM SERAT TATAKRAMA KEDHATON
Description:
AbstrakBusana adat adalah harta kultural yang dimiliki suatu bangsa.
Seiring dengan perkembangan zaman, busana adat mengalami kemunduran dalam hal pemakaian.
Hal itu akan mengancam kelestariannya.
Di beberapa wilayah Jawa Tengah dan DIY busana adat mulai diperhatikan untuk dilestarikan pemakaiannya.
Namun demikian, pakem busana adat itu sendiri masih belum begitu jelas.
Salah satu pakem yang dapat digunakan untuk merunut dan menjadi acuan adalah manuskrip.
Serat Tatakrama Kedhaton.
Serat ini merupakan salah satu manuskrip beraksara dan berbahasa Jawa krama alus yang ditulis oleh Pakubuwana IV dari Keraton Surakarta.
Deskripsi busana adat dan perbedaan pemakaian atribut serta busana untuk para pejabat di Keraton menunjukkan adanya pemilahan stratifikasi sosial dan ekonomi yang cukup baik.
Demikian pula perbedaan tatakrama yang diatur untuk para pejabat di keraton Surakarta menunjukkan adanya perhatian yang tinggi terkait dengan kedisiplinan.
Penghilangan tatakrama dengan melakukan sembah dari pejabat keraton yang lebih rendah kepada pejabat yang lebih tinggi, menunjukkan adanya upaya Pakubuwana IV untuk mengembalikan pandangan pejabat keraton tentang hakiki kesetiaan dan upaya meluruskan pada siapa manusia menyembah.
Hal ini disebabkan Pakubuwana IV merupakan seorang raja Surakarta yang sangat taat dalam ajaran agama Islam.
Kata Kunci: social, politik, adat, tata karma, Serat Tatakrama Kedhaton AbstractThe traditional clothes is the assets of nation.
In several region of Central Java and Yogyakarta, the people begin to pay attention on it.
But, the standard of its usage wa not explicit.
One of the instruction was used as the sources is Serat Tatakrama Kedhaton.
This letter was written in Javanese script by Pakubuwana IV from Keraton Surakarta.
This research will descrbe how the usage of traditional clothes, from the history of the name, the usage, who used it, and the meaning of the traditional clothes.
Keywords: tradition, Serat Tatakrama Kedhaton.
Related Results
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem kepengarangan dalam serat-serat wulang Pakubuwono (PB) IX. Data penelitian berupa kata dan kalimat yang menunjukkan sistem kepengara...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
ASPEK TATAKRAMA MASYARAKAT SUNDA DALAM BABASAN DAN PARIBASA
ASPEK TATAKRAMA MASYARAKAT SUNDA DALAM BABASAN DAN PARIBASA
Penelitian ini mendeskripsikan aspek-aspek tatakrama masyarakat Sunda dengan merujuk pada budaya babasan dan paribasa Sunda. Babasan dan paribasa Sunda sendiri merupakan produk bud...
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
Serat dalam material diartikan sebagai penguat dimana serat memiliki ukuran yang kecil namun memiliki fleksibilitas yang baik serta kekuatan dalam pembebanan yang tinggi. Dalam seg...
MUTIARA HITAM SEBAGAI IDE PENCIPTAAN BUSANA PESTA
MUTIARA HITAM SEBAGAI IDE PENCIPTAAN BUSANA PESTA
The background of the work is the many accessories worn by women in the form of pearls which are the inspiration for creating the work. Pearls can also be associated with the socia...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...

