Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Abrasi dan Sedimentasi dengan Teknologi Remote Sensing di Pantai Karawang

View through CrossRef
Keberadaan pesisir pantai di wilayah bagian utara Kabupaten Karawang sangat mengkhawatirkan akibat terjadinya abrasi dan sedimentasi dimana air laut yang tadinya jauh dari sisi jalan kini sudah berada pada bibir jalan dan beberapa wilayah disepanjang pantai telah rusak terkena dampak abrasi tersebut. Proses terjadinya abrasi dan sedimentasi dapat dipantau dengan menggunakan teknologi Remote Sensing yaitu teknologi yang mengunakan gelombang elektro magnetic untuk menghasilkan gambar/citra yang diperoleh dari sensor yang dibawa oleh satelit dengan sifat-sifat fisik obyek yang diamati di permukaan bumi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses terjadinya abrasi dan sedimentasi yang terjadi di pantai kabupaten Karawang dengan mengunakan teknologi remote sensing. Beberdasarkan hasil pengolahan dan analisa data yang dilakukan di 6 kecamatan disepanjang pantai Karawang, telah terjadi abrasi dan sedimentasi, dimana 4 desa mengalami abrasi sedangkan 2 desa mengalami sedimentasi. Luas wilayah yang terbentuk akibat abrasi terbesar terjadi di desa Sedari seluas 166,802 hektar dan luas wilayah yang terbentuk akibat sedimentasi yang terbesar terjadi desa Muara Cilamaya sebesar 276,318 hektare. Kecepatan proses terjadinya abrasi yang tercepat terjadi desa Sukajaya sebesar 10.00 meter/tahun sedangkan proses sedimentasi yang tercepat berada di desa Muara Cimalaya sebesar 4,50 meter/tahun.
Agency for Marine and Fisheries Research and Development
Title: Kajian Abrasi dan Sedimentasi dengan Teknologi Remote Sensing di Pantai Karawang
Description:
Keberadaan pesisir pantai di wilayah bagian utara Kabupaten Karawang sangat mengkhawatirkan akibat terjadinya abrasi dan sedimentasi dimana air laut yang tadinya jauh dari sisi jalan kini sudah berada pada bibir jalan dan beberapa wilayah disepanjang pantai telah rusak terkena dampak abrasi tersebut.
Proses terjadinya abrasi dan sedimentasi dapat dipantau dengan menggunakan teknologi Remote Sensing yaitu teknologi yang mengunakan gelombang elektro magnetic untuk menghasilkan gambar/citra yang diperoleh dari sensor yang dibawa oleh satelit dengan sifat-sifat fisik obyek yang diamati di permukaan bumi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses terjadinya abrasi dan sedimentasi yang terjadi di pantai kabupaten Karawang dengan mengunakan teknologi remote sensing.
Beberdasarkan hasil pengolahan dan analisa data yang dilakukan di 6 kecamatan disepanjang pantai Karawang, telah terjadi abrasi dan sedimentasi, dimana 4 desa mengalami abrasi sedangkan 2 desa mengalami sedimentasi.
Luas wilayah yang terbentuk akibat abrasi terbesar terjadi di desa Sedari seluas 166,802 hektar dan luas wilayah yang terbentuk akibat sedimentasi yang terbesar terjadi desa Muara Cilamaya sebesar 276,318 hektare.
Kecepatan proses terjadinya abrasi yang tercepat terjadi desa Sukajaya sebesar 10.
00 meter/tahun sedangkan proses sedimentasi yang tercepat berada di desa Muara Cimalaya sebesar 4,50 meter/tahun.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Sedimentasi di Sekitar Bangunan Groin di Pantai Komodo Kota Tegal
Sedimentasi di Sekitar Bangunan Groin di Pantai Komodo Kota Tegal
Bangunan pelindung pantai berupa groin yang terdapat pada Pantai Komodo yaitu memiliki fungsi sebagai penahan aktivitas transport sedimen yang terjadi pada sepanjang pantai sehingg...
Kajian Perubahan Garis Pantai Dengan Metode One-Line Model Pantai Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar
Kajian Perubahan Garis Pantai Dengan Metode One-Line Model Pantai Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar
Perubahan garis pantai telah banyak terjadi, salah satunya adalah wilayah pesisir Kabupaten Takalar, Kecamatan Galesong Utara. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui per...
Pengaruh Pembangunan Breakwater Terhadap Perubahan Garis Pantai Di Pantai Dadap Indramayu
Pengaruh Pembangunan Breakwater Terhadap Perubahan Garis Pantai Di Pantai Dadap Indramayu
Pantai Dadap merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu yang mengalami kemunduran garis pantai yang menyebabkan kerusakan properti serta hilangnya la...
PROSES ABRASI DI KAWASAN PANTAI LOMBONG, MAJENE, SULAWESI BARAT
PROSES ABRASI DI KAWASAN PANTAI LOMBONG, MAJENE, SULAWESI BARAT
Saat ini pantai Lombong yang merupakan bagian dari kawasan pantai di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mengalami kerusakan akibat abrasi, sehingga sarana dan pras...
KARAKTERISTIK PANTAI PULAU LAUT-SEKATUNG (SALAH SATU PULAU TERLUAR NKRI)
KARAKTERISTIK PANTAI PULAU LAUT-SEKATUNG (SALAH SATU PULAU TERLUAR NKRI)
Pulau Laut-Sekatung adalah salah satu pulau terluar Negara Republik Indonesia yang berbatasan dengan perairan Malaysia Timur. Pulau ini terletak di laut Cina Selatan sebagai bagian...

Back to Top