Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MESIN ELUK BULU BAGI PENGRAJIN SHUTTLECOCK DESA PULESARI TIRTOMOYO, KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG

View through CrossRef
Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di sentra industri shuttlecock desa Pulesari Tirtomoyo kecamatan PakisKabupaten Malang. Pemilik usaha masih menggunakan alat sederhana, sehingga proses produksi lambat, tidak standart,produk masih banyak cacat, dan shuttlecock di pukul masih oleng. Tujuan pengabdian masyarakat, memberikanpemahaman tentang pentingnya memanfaatkan teknologi dengan membuatkan desain dan mesin eluk bulu angsa agarproses menjadi lebih efisien, cepat, akurasi pukulan sudah sesuai dengan standart. Metode pelaksanaan dengan memilihmitra dan sekaligus dilakukan kesepakatan mesin yang akan dibuat, membuatkan disain mesin eluk bulu angsa, mencaribengkel mesin, uji coba mesin dan praktek di tempat mitra, revisi mesin jika masih belum sempurna, dilakukan uji cobakembali dan penyerahan mesin ke mitra untuk dimanfaatkan sepenuhnya. Karya utama berupa desain mesin eluk buluangsa, 1 unit mesin eluk bulu angsa yang digerakkan dengan dinamo listrik 1 pk, daya listrik 250 watt, voltase 220. Hasileluk bulu angsa lebih efisien dan efektif baik dari sis waktu , biaya tenaga kerja, dan hasil produksi lebih banyak danstrandart. Dampak bagi mitra sangat bermanfaat, karena proses pembuatan shuttle cock dimulai dari bulu angsa yangsudah dikukus dan dikeringkan kemudian dieluk satu per satu agar lurus masih dijalankan secara manual denganberbekal tang saja dan perlu waktu yang cukup lama yaitu : 1 shuttle cock terdiri dari 16 bulu angsa diperlukan waktu ½menit atau dalam 1 menit menghasilkan 32 bulu angsa lurus. Mesin eluk bulu angsa sebagai teknologi tepat guna dalam 1menit menghasilkan sebanyak 100 bulu atau ± 8 slop shuttle cock, dan masih ada kelebihan 3 cock. 1 slop 12 shuttle cockdengan harga Rp. 54.000,- dan sisa 3 shuttle cock x Rp. 4.500 = Rp 13.500,- oleh karena itu pemanfaatan teknologimampu memberikan kemudahan bagi usaha kecil dalam meningkatkan usaha. Inovasi mesin eluk bulu angsa dapatmemberikan efisiensi waktu dan biaya, sedangkan kenaikan hasil produksi shuttle cock dalam 1 menit sebesar 312,5%.
Title: MESIN ELUK BULU BAGI PENGRAJIN SHUTTLECOCK DESA PULESARI TIRTOMOYO, KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG
Description:
Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di sentra industri shuttlecock desa Pulesari Tirtomoyo kecamatan PakisKabupaten Malang.
Pemilik usaha masih menggunakan alat sederhana, sehingga proses produksi lambat, tidak standart,produk masih banyak cacat, dan shuttlecock di pukul masih oleng.
Tujuan pengabdian masyarakat, memberikanpemahaman tentang pentingnya memanfaatkan teknologi dengan membuatkan desain dan mesin eluk bulu angsa agarproses menjadi lebih efisien, cepat, akurasi pukulan sudah sesuai dengan standart.
Metode pelaksanaan dengan memilihmitra dan sekaligus dilakukan kesepakatan mesin yang akan dibuat, membuatkan disain mesin eluk bulu angsa, mencaribengkel mesin, uji coba mesin dan praktek di tempat mitra, revisi mesin jika masih belum sempurna, dilakukan uji cobakembali dan penyerahan mesin ke mitra untuk dimanfaatkan sepenuhnya.
Karya utama berupa desain mesin eluk buluangsa, 1 unit mesin eluk bulu angsa yang digerakkan dengan dinamo listrik 1 pk, daya listrik 250 watt, voltase 220.
Hasileluk bulu angsa lebih efisien dan efektif baik dari sis waktu , biaya tenaga kerja, dan hasil produksi lebih banyak danstrandart.
Dampak bagi mitra sangat bermanfaat, karena proses pembuatan shuttle cock dimulai dari bulu angsa yangsudah dikukus dan dikeringkan kemudian dieluk satu per satu agar lurus masih dijalankan secara manual denganberbekal tang saja dan perlu waktu yang cukup lama yaitu : 1 shuttle cock terdiri dari 16 bulu angsa diperlukan waktu ½menit atau dalam 1 menit menghasilkan 32 bulu angsa lurus.
Mesin eluk bulu angsa sebagai teknologi tepat guna dalam 1menit menghasilkan sebanyak 100 bulu atau ± 8 slop shuttle cock, dan masih ada kelebihan 3 cock.
1 slop 12 shuttle cockdengan harga Rp.
54.
000,- dan sisa 3 shuttle cock x Rp.
4.
500 = Rp 13.
500,- oleh karena itu pemanfaatan teknologimampu memberikan kemudahan bagi usaha kecil dalam meningkatkan usaha.
Inovasi mesin eluk bulu angsa dapatmemberikan efisiensi waktu dan biaya, sedangkan kenaikan hasil produksi shuttle cock dalam 1 menit sebesar 312,5%.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGARUH BOKASHI PAKIS DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI BESAR PADA TANAH ALUVIAL
PENGARUH BOKASHI PAKIS DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI BESAR PADA TANAH ALUVIAL
Cabai besar (Capsicum annum L.) adalah salah satu komoditas yang dikenal sebagai penyedap rasa dan pelengkap menu masakan khas Indonesia sehingga banyak dibudidayakan oleh masyarak...
ANALISIS KARAKTERISTIK KECEPATAN SHUTTLECOCK HOME INDUSTRY INDONESIA
ANALISIS KARAKTERISTIK KECEPATAN SHUTTLECOCK HOME INDUSTRY INDONESIA
Badminton adalah olahraga yang menggunakan sarana prasarana yang cukup banyak, diantaranya ada raket, net, lapang, dan salah satunya shuttlecock. Shuttlecock ini yang cukup signifi...
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Tingkat pendidikan, (2) Tingkat pendapatan, (3) Kondisi Kesehatan, dan (4) Kondisi Transportasi masyarakat pengrajin ...
Utilizing Bulu Clam Shell and Sikacim Concrete as Partial Cement Replacement in Porous Concrete Production
Utilizing Bulu Clam Shell and Sikacim Concrete as Partial Cement Replacement in Porous Concrete Production
Abstract: The novelty of this research lies in the utilization of waste from bulu clam shells, which are abundantly found in Batu Bara Regency, North Sumatra, Indonesia, combined w...
Tingkat Kecepatan Lari Anak Usia Dini Kecamatan Pakis Kabupaten Malang
Tingkat Kecepatan Lari Anak Usia Dini Kecamatan Pakis Kabupaten Malang
Abstract: The purpose of this study was to determine how the category of running speed level of early childhood Pakis District Malang Regency. The research method used is the surve...
PERANCANGAN STASIUN KERJA BARU UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA HOME INDUSTRY SHUTTLECOCK
PERANCANGAN STASIUN KERJA BARU UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA HOME INDUSTRY SHUTTLECOCK
Salah satu jenis olahraga yang sangat digerami oleh seluruh kalangan adalah Badminton / Bulu Tangkis. Untuk melakukan olahraga ini yaitu membutuhkan raket dan shuttlecock. Karena p...

Back to Top