Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Hubungan Karakteristik Individu Dengan Risiko Barotrauma Telinga Nelayan Tradisional Kampung Cumpat Surabaya

View through CrossRef
Barotrauma sering terjadi pada telinga tengah, hal ini karena rumitnya fungsi tuba eustachius. Barotrauma telinga merupakan cedera yang paling sering berisiko dialami penyelam Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik individu dengan risiko Barotrauma Telinga terhadap nelayan tradisional di Kampung Cumpat Surabaya. Metode penelitian ini merupakan Kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan dilaksanakan di Kampung Nelayan Cumpat Surabaya. Populasi penelitian adalah nelayan tradisional yang berjumlah 80 orang dengan sampel sebanyak 67 sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengambilan data primer dilakukan melalui kuesioner. Variabel bebas adalah Umur, masa kerja, alat pelindung diri, kecepatan naik ke permukaan, waktu istirahat, kedalaman menyelam, frekuensi penyelaman, lama menyelam, penggunaan earphone dan intensitas penggunaan earphone. Variabel terikat Risiko Barotrauma. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian sebanyak 56 orang (83,6%) mengalami gangguan telinga. Hasil uji chi square menunjukkan faktor yang berhubungan dengan risiko barotrauma telinga di peroleh umur (p=0,000), masa kerja (p=0,001), alat pelindung diri (p=0,007), lama menyelam (p=0,000), frekuensi penyelaman (p=0,002), kecepatan naik ke permukaan (p=0,002), waktu istirahat (p=0,004), kedalaman menyelam (p= 0,001), Penggunaan earphone (p=0,249), waktu penggunaan earphone (p=0,214 ) . Simpulan penelitian ini meliputi umur, masa kerja, alat pelindung diri, lama menyelam, frekuensi penyelaman, kecepatan naik ke permukaan, waktu istirahat dan kedalaman menyelam memiliki hubungan dengan risiko barotrauma dan penggunaan earphone dan waktu penggunaan earphone tidak ada hubungan dengan risiko barotrauma. Saran yang diberikan diharapkan bagi semua nelayan agar lebih memperhatikan faktor keselamatan kerja Para nelayan perlu mempelajari teknik ekualisasi yang benar agar risiko barotrauma telinga bisa diminimalkan.
Title: Analisis Hubungan Karakteristik Individu Dengan Risiko Barotrauma Telinga Nelayan Tradisional Kampung Cumpat Surabaya
Description:
Barotrauma sering terjadi pada telinga tengah, hal ini karena rumitnya fungsi tuba eustachius.
Barotrauma telinga merupakan cedera yang paling sering berisiko dialami penyelam Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik individu dengan risiko Barotrauma Telinga terhadap nelayan tradisional di Kampung Cumpat Surabaya.
Metode penelitian ini merupakan Kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan dilaksanakan di Kampung Nelayan Cumpat Surabaya.
Populasi penelitian adalah nelayan tradisional yang berjumlah 80 orang dengan sampel sebanyak 67 sampel.
Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling.
Pengambilan data primer dilakukan melalui kuesioner.
Variabel bebas adalah Umur, masa kerja, alat pelindung diri, kecepatan naik ke permukaan, waktu istirahat, kedalaman menyelam, frekuensi penyelaman, lama menyelam, penggunaan earphone dan intensitas penggunaan earphone.
Variabel terikat Risiko Barotrauma.
Analisis data menggunakan Uji Chi-Square.
Hasil penelitian sebanyak 56 orang (83,6%) mengalami gangguan telinga.
Hasil uji chi square menunjukkan faktor yang berhubungan dengan risiko barotrauma telinga di peroleh umur (p=0,000), masa kerja (p=0,001), alat pelindung diri (p=0,007), lama menyelam (p=0,000), frekuensi penyelaman (p=0,002), kecepatan naik ke permukaan (p=0,002), waktu istirahat (p=0,004), kedalaman menyelam (p= 0,001), Penggunaan earphone (p=0,249), waktu penggunaan earphone (p=0,214 ) .
Simpulan penelitian ini meliputi umur, masa kerja, alat pelindung diri, lama menyelam, frekuensi penyelaman, kecepatan naik ke permukaan, waktu istirahat dan kedalaman menyelam memiliki hubungan dengan risiko barotrauma dan penggunaan earphone dan waktu penggunaan earphone tidak ada hubungan dengan risiko barotrauma.
Saran yang diberikan diharapkan bagi semua nelayan agar lebih memperhatikan faktor keselamatan kerja Para nelayan perlu mempelajari teknik ekualisasi yang benar agar risiko barotrauma telinga bisa diminimalkan.

Related Results

HUBUNGAN PEMBERSIHAN TELINGA MENGGUNAKAN COTTON BUDS DENGAN KEJADIAN KELUHAN TELINGA
HUBUNGAN PEMBERSIHAN TELINGA MENGGUNAKAN COTTON BUDS DENGAN KEJADIAN KELUHAN TELINGA
Pembersihan telinga menggunakan cotton buds dapat menjadi faktor risiko infeksi telinga luar terutama kejadian otitis eksterna yang dapat menimbulkan berbagai keluhan telinga seper...
Severe COVID-19 pneumonia and barotrauma: From the frying pan into the fire
Severe COVID-19 pneumonia and barotrauma: From the frying pan into the fire
Abstract Aim COVID-19 pneumonia with ARDS (C-ARDS) has a high mortality. Preliminary reports indicate a higher incidence of bar...
STRATEGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN TRADISIONAL DI KECAMATAN WARA TIMUR KOTA PALOPO
STRATEGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN TRADISIONAL DI KECAMATAN WARA TIMUR KOTA PALOPO
Nelayan tradisional dicirikan memiliki kualitas sumberdaya manusia dan produktivitas yang rendah. Nelayan tradisional di Kecamatan Wara Timur memiliki keterbatasan sumberdaya, sara...
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
Antisipasi Pemuda Nelayan dalam Menghadapi Konflik
Antisipasi Pemuda Nelayan dalam Menghadapi Konflik
Nelayan sering menghadapi kendala-kendala ketika melaut. Berdasarkan observasi ditemukan konflik antar nelayan payang Desa Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan dan nelayan t...
Kesehatan telinga mahasiswa Sekolah Polisi Negara Karombasan Manado
Kesehatan telinga mahasiswa Sekolah Polisi Negara Karombasan Manado
Abstract: Ear is one of the five senses that functions as hearing and body balance device. The health status of human ear is influenced by lifestyle, activities, and environmental ...
Kesehatan telinga mahasiswa Sekolah Polisi Negara Karombasan Manado
Kesehatan telinga mahasiswa Sekolah Polisi Negara Karombasan Manado
Abstract: Ear is one of the five senses that functions as hearing and body balance device. The health status of human ear is influenced by lifestyle, activities, and environmental ...
Manajemen Anestesi pada Operasi Rekonstruksi Telinga Pasien Obstetri
Manajemen Anestesi pada Operasi Rekonstruksi Telinga Pasien Obstetri
Ring block telinga merupakan metode umum untuk anestesi telinga luar, terutama pada pasien dengan kontraindikasi terhadap anestesi umum. Teknik ini terbukti efektif dan aman untuk ...

Back to Top