Javascript must be enabled to continue!
Perbandingan Pemeriksaan Skrining Antibodi (Indirect Coombs Test) dengan Direct Coombs Test pada Pasien dengan Riwayat Transfusi Darah Berulang
View through CrossRef
Transfusi darah berulang dapat meningkatkan risiko alloimunisasi dan autoimunisasi, yang menyebabkan terbentuknya alloantibodi dan autoantibodi. Keberadaan antibodi tersebut dapat mempersulit pencocokan darah dan meningkatkan risiko reaksi transfusi hemolitik. Pemeriksaan skrining antibodi (Indirect Coombs Test) dan Direct Coombs Test berperan untuk mendeteksi keberadaan alloantibodi dan autoantibodi pada pasien dengan riwayat transfusi berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali perbedaan hasil pemeriksaan skrining antibodi (Indirect Coombs Test) dan Direct Coombs Test pada pasien yang menerima transfusi darah berulang. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah pasien dengan riwayat transfusi darah lebih dari 5kali di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo dengan jumlah sampel sebanyak 60 sampel. Data yang didapat kemudian dianalisa statistik untuk melihat perbedaan signifikan antara kedua jenis pemeriksaan. Hasil yang diperoleh terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pemeriksaan skrining antibodi (ICT) dengan Direct Coombs Test (DCT) (p-value 0,000), bahwa lebih banyak pasien transfusi darah berulang dengan hasil DCT positif sebesar (75%). Sebagian pasien menunjukkan hasil positif pada salah satu atau kedua jenis pemeriksaan, mengindikasikan keberadaan alloantibodi maupun autoantibodi. Pemeriksaan ICT dan DCT memberikan informasi yang saling melengkapi dalam menentukan antibodi pada pasien transfusi berulang. Penggunaan keduanya penting dalam meningkatkan keamanan transfusi darah dan meminimalisir risiko reaksi hemolitik.
Poltekkes Kemenkes Semarang
Title: Perbandingan Pemeriksaan Skrining Antibodi (Indirect Coombs Test) dengan Direct Coombs Test pada Pasien dengan Riwayat Transfusi Darah Berulang
Description:
Transfusi darah berulang dapat meningkatkan risiko alloimunisasi dan autoimunisasi, yang menyebabkan terbentuknya alloantibodi dan autoantibodi.
Keberadaan antibodi tersebut dapat mempersulit pencocokan darah dan meningkatkan risiko reaksi transfusi hemolitik.
Pemeriksaan skrining antibodi (Indirect Coombs Test) dan Direct Coombs Test berperan untuk mendeteksi keberadaan alloantibodi dan autoantibodi pada pasien dengan riwayat transfusi berulang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengenali perbedaan hasil pemeriksaan skrining antibodi (Indirect Coombs Test) dan Direct Coombs Test pada pasien yang menerima transfusi darah berulang.
Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional.
Subjek penelitian adalah pasien dengan riwayat transfusi darah lebih dari 5kali di RSUD R.
T.
Notopuro Sidoarjo dengan jumlah sampel sebanyak 60 sampel.
Data yang didapat kemudian dianalisa statistik untuk melihat perbedaan signifikan antara kedua jenis pemeriksaan.
Hasil yang diperoleh terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pemeriksaan skrining antibodi (ICT) dengan Direct Coombs Test (DCT) (p-value 0,000), bahwa lebih banyak pasien transfusi darah berulang dengan hasil DCT positif sebesar (75%).
Sebagian pasien menunjukkan hasil positif pada salah satu atau kedua jenis pemeriksaan, mengindikasikan keberadaan alloantibodi maupun autoantibodi.
Pemeriksaan ICT dan DCT memberikan informasi yang saling melengkapi dalam menentukan antibodi pada pasien transfusi berulang.
Penggunaan keduanya penting dalam meningkatkan keamanan transfusi darah dan meminimalisir risiko reaksi hemolitik.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Gambaran Antibodi yang terdeteksi pada pemeriksaan Identifikasi Ab Irreguler di UDD PMI DKI Jakarta Tahun 2017 – 2022
Gambaran Antibodi yang terdeteksi pada pemeriksaan Identifikasi Ab Irreguler di UDD PMI DKI Jakarta Tahun 2017 – 2022
Pasien dengan transfusi berulang diduga membentuk antibodi ireguler pada sel darah merah yang dapat menyulitkan pada pencocokan darah pasien dengan donor pada uji kompatibilitas. U...
GAMBARAN ANTIBODI YANG TERDETEKSI PADA PEMERIKSAAN IDENTIFIKASI AB IRREGULER DI UDD PMI DKI JAKARTA TAHUN 2017-2022
GAMBARAN ANTIBODI YANG TERDETEKSI PADA PEMERIKSAAN IDENTIFIKASI AB IRREGULER DI UDD PMI DKI JAKARTA TAHUN 2017-2022
Pasien dengan transfusi berulang diduga membentuk antibodi ireguler pada sel darah merah yang dapat menyulitkan pada pencocokan darah pasien dengan donor pada uji kompatibilitas. U...
Aspek Teknis Transfusi Darah
Aspek Teknis Transfusi Darah
Keberhasilan transfusi darah ditentukan oleh banyak faktor antara lain faktor pasien, faktor produk darah dan faktor teknis dalam memberikan transfusi darah. Ketiga faktor tersebut...
Latar Belakang Penyakit pada Penggunaan Transfusi Komponen Darah pada Anak
Latar Belakang Penyakit pada Penggunaan Transfusi Komponen Darah pada Anak
Latar belakang.Aplikasi transfusi darah dalam klinis sehari-hari dapat sebagai terapi pengganti maupun suportif. Sesuai pertimbangan risiko dan manfaat tranfusi komponen darah sepe...
Hubungan Periode Frekuensi Transfusi Darah dengan Kualitas Hidup pada Pasien Thalassemia Remaja di RSUD Al-Ihsan Tahun 2023
Hubungan Periode Frekuensi Transfusi Darah dengan Kualitas Hidup pada Pasien Thalassemia Remaja di RSUD Al-Ihsan Tahun 2023
Abstract. Thalassemia is an inherited blood disorder that falls under the group of hemoglobinopathies. Thalassemia patients must undergo lifelong blood transfusions. This condition...
Perbedaan Kebutuhan Transfusi Darah Selama Fase Induksi pada Leukemia Limfoblastik Akut
Perbedaan Kebutuhan Transfusi Darah Selama Fase Induksi pada Leukemia Limfoblastik Akut
Latar belakang. Terapi transfusi adalah salah satu terapi kunci dalam pengelolaan kanker dan penyakit darah pada anak. Hanya sedikit laporan tentang kuantitatif aspek transfusi sel...
GAMBARAN KEJADIAN PENANGANAN KASUS MULTIRANSFUSI DI UPD RSUP FATMAWATI
GAMBARAN KEJADIAN PENANGANAN KASUS MULTIRANSFUSI DI UPD RSUP FATMAWATI
Transfusi darah adalah salah satu aspek medis yang memiliki dampak signifikan bagi pasien. Dalam tahapan pemberian kepada pasien, harus mengikuti prinsip yang menyatakan bahwa keun...

