Javascript must be enabled to continue!
PREVALENSI HIPERURISEMIA PADA REMAJA OBES DI SMK NEGERI 1 BITUNG
View through CrossRef
ABSTRAKAsam urat adalah hasil akhir metabolisme zat purin yang berasal dari sisa makanan yang kita konsumsi. Zat purin terdapat dalam setiap bahan makanan yang kita konsumsi baik hewan maupun tumbuhan. Beberapa studi menunjukkan hubungan antara asam urat dengan hipertensi, obesitas, penyakit ginjal dan penyakit kardiovaskuler. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperurisemia adalah jenis kelamin, IMT, asupan karbohidrat dan asupan purin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi obesitas pada remaja di SMK Negeri 1 Bitung dan prevalensi hiperurisemia pada remaja obes di SMK Negeri 1 Bitung. Metode yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dengan melakukan pengukuran lingkar pinggang dan pemeriksaan laboratorium yaitu pengambilan spesimen darah untuk pemeriksaan kadar asam urat. Dari 100 siswa yang mewakili remaja yang diskrining dengan pengukuran lingkar pinggang, siswa yang termasuk kriteria obes adalah 24 siswa (24%) dan siswa non obes 76 siswa (76%) . Sebanyak 10 siswa yang memenuhi kriteria obes yang diperiksa kadar asam urat terdapat 1 siswa perempuan (1%) yang mengalami hiperurisemia. Sebagai kontrol dari penelitian dilakukan pemeriksaan terhadap 10 siswa non obes untuk diperiksa kadar asam urat, terdapat 6 siswa (6%) yang mengalami hiperurisemia yang terdiri dari 2 siswa laki-laki (2%) dan 4 siswa perempuan (4%). Prevalensi remaja obes di kota Bitung cukup tinggi (24%) dengan kejadian hiperurisemia dari 10 siswa yang memenuhi kriteria obes dan bersedia dijadikan subjek penelitian adalah 1 siswa (1%) dan kejadian hiperurisemia dari 10 siswa non obes yang bersedia dijadikan subjek penelitian adalah 6 siswa (6%). Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan hiperurisemia dengan obesitas.Kata Kunci : Hiperurisemia, remaja, obesitas sentral.ABSTRACTUric acid is an end product of purine metabolism of substances derived from the rest of the food we eat. Substances contained in any materials purine foods we eat both animals and plants. Some studies show an association between uric acid with hypertension, obesity kidney disease and cardiovasculer disease. The associated factors with the encidance of hyperuricemia is sex, BMI, carbohydrate intake, and intake of purines. This study aimed to determine the prevalence of obesity among adolescents in SMK Negeri 1 Bitung and prevalence of hyperuricemia in obese adolescents at SMK Negeri 1 Bitung. The method was used an observational cross-sectional approach. Data obtained by measuring waist circumference and laboratory examinations are taking blood specimens for examination uric acid levels. From the 100 students representing adolescents were screened by measuring waist circumference, which includes criteria obese students is 24 students (24 %) and non-obese students (76 %). A total of 10 students who met the criteria were examined obese uric acid levels, there was 1 female students (1%) who had hyperuricemia. As control of the research conducted checks on 10 non-obese students to examine the levels of uric acid, there were 6 students (6%) who hyperuricemia consisting of 2 boys (2%) and 4 female students (4%). The prevalence of obese adolescents in biutng quite high (24%) and the incidane of hyperuricemia 10 students who meet the criteria and are willing to be obese subjects is 1 students (1%) and the incidance of hyperuricemia of 10 students who are willing to serve non-obese subjects were 6 students (6%). It was concluded that tehere wass no association the obesity with hyperuricemia.Keywords: Hyperuricemia, adolescents, central obesity
Title: PREVALENSI HIPERURISEMIA PADA REMAJA OBES DI SMK NEGERI 1 BITUNG
Description:
ABSTRAKAsam urat adalah hasil akhir metabolisme zat purin yang berasal dari sisa makanan yang kita konsumsi.
Zat purin terdapat dalam setiap bahan makanan yang kita konsumsi baik hewan maupun tumbuhan.
Beberapa studi menunjukkan hubungan antara asam urat dengan hipertensi, obesitas, penyakit ginjal dan penyakit kardiovaskuler.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperurisemia adalah jenis kelamin, IMT, asupan karbohidrat dan asupan purin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi obesitas pada remaja di SMK Negeri 1 Bitung dan prevalensi hiperurisemia pada remaja obes di SMK Negeri 1 Bitung.
Metode yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional.
Data diperoleh dengan melakukan pengukuran lingkar pinggang dan pemeriksaan laboratorium yaitu pengambilan spesimen darah untuk pemeriksaan kadar asam urat.
Dari 100 siswa yang mewakili remaja yang diskrining dengan pengukuran lingkar pinggang, siswa yang termasuk kriteria obes adalah 24 siswa (24%) dan siswa non obes 76 siswa (76%) .
Sebanyak 10 siswa yang memenuhi kriteria obes yang diperiksa kadar asam urat terdapat 1 siswa perempuan (1%) yang mengalami hiperurisemia.
Sebagai kontrol dari penelitian dilakukan pemeriksaan terhadap 10 siswa non obes untuk diperiksa kadar asam urat, terdapat 6 siswa (6%) yang mengalami hiperurisemia yang terdiri dari 2 siswa laki-laki (2%) dan 4 siswa perempuan (4%).
Prevalensi remaja obes di kota Bitung cukup tinggi (24%) dengan kejadian hiperurisemia dari 10 siswa yang memenuhi kriteria obes dan bersedia dijadikan subjek penelitian adalah 1 siswa (1%) dan kejadian hiperurisemia dari 10 siswa non obes yang bersedia dijadikan subjek penelitian adalah 6 siswa (6%).
Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan hiperurisemia dengan obesitas.
Kata Kunci : Hiperurisemia, remaja, obesitas sentral.
ABSTRACTUric acid is an end product of purine metabolism of substances derived from the rest of the food we eat.
Substances contained in any materials purine foods we eat both animals and plants.
Some studies show an association between uric acid with hypertension, obesity kidney disease and cardiovasculer disease.
The associated factors with the encidance of hyperuricemia is sex, BMI, carbohydrate intake, and intake of purines.
This study aimed to determine the prevalence of obesity among adolescents in SMK Negeri 1 Bitung and prevalence of hyperuricemia in obese adolescents at SMK Negeri 1 Bitung.
The method was used an observational cross-sectional approach.
Data obtained by measuring waist circumference and laboratory examinations are taking blood specimens for examination uric acid levels.
From the 100 students representing adolescents were screened by measuring waist circumference, which includes criteria obese students is 24 students (24 %) and non-obese students (76 %).
A total of 10 students who met the criteria were examined obese uric acid levels, there was 1 female students (1%) who had hyperuricemia.
As control of the research conducted checks on 10 non-obese students to examine the levels of uric acid, there were 6 students (6%) who hyperuricemia consisting of 2 boys (2%) and 4 female students (4%).
The prevalence of obese adolescents in biutng quite high (24%) and the incidane of hyperuricemia 10 students who meet the criteria and are willing to be obese subjects is 1 students (1%) and the incidance of hyperuricemia of 10 students who are willing to serve non-obese subjects were 6 students (6%).
It was concluded that tehere wass no association the obesity with hyperuricemia.
Keywords: Hyperuricemia, adolescents, central obesity.
Related Results
PREVALENSI HIPERURISEMIA PADA REMAJA OBESE DI SMA KRISTEN TUMOU TOU KOTA BITUNG
PREVALENSI HIPERURISEMIA PADA REMAJA OBESE DI SMA KRISTEN TUMOU TOU KOTA BITUNG
Abstrak: Hiperurisemia adalah keadaan kadar asam urat dalam darah yang meningkat di atas normal.Pada laki-laki lebih dari 7,0 mg/dL dan lebih dari 6,0 mg/dL pada perempuan. Hiperur...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
GAMBARAN KADAR HIGH DENSITY LIPOPROTEIN PADA REMAJA OBES DI KABUPATEN MINAHASA
GAMBARAN KADAR HIGH DENSITY LIPOPROTEIN PADA REMAJA OBES DI KABUPATEN MINAHASA
Abstract: Obesity is the multifactorial disease. Several genetic, behavioral, and physiological factors play a role in etiology of obesity. WHO stated that obesity was global epid...
Hubungan Jenis Kelamin pada Pasien Hiperurisemia yang Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Cihaurbeuti Tahun 2022
Hubungan Jenis Kelamin pada Pasien Hiperurisemia yang Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Cihaurbeuti Tahun 2022
Abstract. Excess uric acid, or hyperuricemia, can increase the risk of gout and cardiovascular disease. Clinically, hyperuricemia contributes to the development of gouty arthritis,...
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN ONLINE DAN TINGKAT KEPUASAN SERTA MOTIVASI SISWA TKR DI SMK NEGERI 1 GOMBONG
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN ONLINE DAN TINGKAT KEPUASAN SERTA MOTIVASI SISWA TKR DI SMK NEGERI 1 GOMBONG
Abstrak
Pada keadaan pandemi Covid-19 sekarang ini setiap sekolah menerapkan pembelajaran online. Salah satunya adalah SMK Negeri 1 Gombong. Pada pelaksanaan pembelajaran online m...
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut WHO batasan usia remaja adalah 10 tahun hingga 19 tahun. Batasan usia remaja yang digunak...
Pengaruh Health Literacy Terhadap Perilaku Pencegahan Penggunaan Napza Melalui Psychological Well-Being Pada Remaja SMK
Pengaruh Health Literacy Terhadap Perilaku Pencegahan Penggunaan Napza Melalui Psychological Well-Being Pada Remaja SMK
Pengguna Napza banyak dilakukan oleh remaja atau kelompok usia muda, hal ini tidak lepas dari sifat remaja yang mempunyai rasa ingin tahu yang besar terhadap Napza dan keinginan un...
Hiperurisemia dan Cystatin C
Hiperurisemia dan Cystatin C
Hiperurisemia merupakan keadaan kadar asam meningkat dalam darah. Kadarnya yang meningkat dapat menyebabkan penyakit, salah satunya yaitu adalah gangguan ginjal. Parameter cystatin...

