Javascript must be enabled to continue!
PENENTUAN TINGKAT PRIORITAS PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN GEDUNG LABORATORIUM TERPADU INSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTAN
View through CrossRef
Dalam mencegah dan mengurangi dampak kerusakan bangunan perlu dilakukannya rencana perawatan
dan pemeliharaan bangunan Gedung. Namun, banyaknya komponen bangunan yang berbanding
terbalik dengan ketersediaan biaya perawatan seringkali menimbulkan kesukaran dalam penentuan
tingkat pemeliharaan bangunan yang harus dilaksanakan, sehingga penentuan prioritas komponen
bangunan menjadi hal yang vital dilakukan. Dalam penelitian ini dilakukan analisis penentian tingkat
perawatan bangunan Laboratorium Terpadu Institut Teknologi Kalimantan, yang merupakan bangunan
dengan tingkat pemakaian tinggi dan memiliki kegiatan paling beragam yang terjadi di Institut
Teknologi Kalimantan. Penentuan tingkatan prioriotas dalam perawatan dan pemeliharaan
menggunakan pada penelitian ini metode Analitycal Hierarchy Process. Berdasarkan hasil analisis yang
telah dilakukan, ditemukan beberapa komponen yang perlu mendapatkan perawatan dan pemeliharaan,
yang meliputi dinding keramik, kloset duduk, wastafel, kebersihan lantai granit, keramik lantai,
kebersihan lantai keramik, kebersihan lantai semen, floor drain, stop kontak, saklar, engsel, kunci,
kusen aluminium, kran air, saluran air kotor, saluran air bersih, pasangan bata, plester dinding, sistem
pompa kebakaran terpasang tetap, cladding aluminium composite, pengecatan dinding, sistem
penangkal petir, transformator, kabel feeder tegangan menengah, sistem penerangan, kolom, balok, Alat
Pemadam Api Ringan, fire alarm dan detektor, folding door, plafon akustik, pengecatan plafon, sistem
pipa tegak, slang atau hidran bangunan, dan plafon gipsum. Selanjutnya, komponen-komponen
bangunan ini diberi prioritas perawatan dan pemeliharaan berdasarkan nilai bobotnya. Secara berturut-
turut, prioritas perawatan dan pemeliharaan komponen-komponen ini adalah sebagai berikut: Tata
Graha (0,196), Struktural (0,179), Tata Ruang Luar (0,175), Mekanikal (0,168), Elektrikal (0,150), dan
Arsitektural (0,131).
Title: PENENTUAN TINGKAT PRIORITAS PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN GEDUNG LABORATORIUM TERPADU INSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTAN
Description:
Dalam mencegah dan mengurangi dampak kerusakan bangunan perlu dilakukannya rencana perawatan
dan pemeliharaan bangunan Gedung.
Namun, banyaknya komponen bangunan yang berbanding
terbalik dengan ketersediaan biaya perawatan seringkali menimbulkan kesukaran dalam penentuan
tingkat pemeliharaan bangunan yang harus dilaksanakan, sehingga penentuan prioritas komponen
bangunan menjadi hal yang vital dilakukan.
Dalam penelitian ini dilakukan analisis penentian tingkat
perawatan bangunan Laboratorium Terpadu Institut Teknologi Kalimantan, yang merupakan bangunan
dengan tingkat pemakaian tinggi dan memiliki kegiatan paling beragam yang terjadi di Institut
Teknologi Kalimantan.
Penentuan tingkatan prioriotas dalam perawatan dan pemeliharaan
menggunakan pada penelitian ini metode Analitycal Hierarchy Process.
Berdasarkan hasil analisis yang
telah dilakukan, ditemukan beberapa komponen yang perlu mendapatkan perawatan dan pemeliharaan,
yang meliputi dinding keramik, kloset duduk, wastafel, kebersihan lantai granit, keramik lantai,
kebersihan lantai keramik, kebersihan lantai semen, floor drain, stop kontak, saklar, engsel, kunci,
kusen aluminium, kran air, saluran air kotor, saluran air bersih, pasangan bata, plester dinding, sistem
pompa kebakaran terpasang tetap, cladding aluminium composite, pengecatan dinding, sistem
penangkal petir, transformator, kabel feeder tegangan menengah, sistem penerangan, kolom, balok, Alat
Pemadam Api Ringan, fire alarm dan detektor, folding door, plafon akustik, pengecatan plafon, sistem
pipa tegak, slang atau hidran bangunan, dan plafon gipsum.
Selanjutnya, komponen-komponen
bangunan ini diberi prioritas perawatan dan pemeliharaan berdasarkan nilai bobotnya.
Secara berturut-
turut, prioritas perawatan dan pemeliharaan komponen-komponen ini adalah sebagai berikut: Tata
Graha (0,196), Struktural (0,179), Tata Ruang Luar (0,175), Mekanikal (0,168), Elektrikal (0,150), dan
Arsitektural (0,131).
Related Results
ANALISIS PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG (STUDI KASUS: THE ROYAL IDI HOTEL)
ANALISIS PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG (STUDI KASUS: THE ROYAL IDI HOTEL)
Pemeliharaan bangunan gedung merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan dimana pemeliharaan dapat meningkatkan umur pakai dari bangunan tesebut. Di Indonesia peraturan tentan...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PEMANFAATAN LABORATORIUM IPS SMP
PEMANFAATAN LABORATORIUM IPS SMP
Penelitian ini bertujuan mengetahui pemanfaatan laboratorium IPS di SMP. Pemanfaatan laboratorium dalam penelitian ini ditinjau dari; 1) kondisi laboratorium IPS di SMP, 2) manajem...
Analisis Prioritas Pemeliharaan Jalan Kabupaten Dairi dengan Metode AHP dan GIS
Analisis Prioritas Pemeliharaan Jalan Kabupaten Dairi dengan Metode AHP dan GIS
Persoalan keterbatasan dana seringkali menjadi kendala dalam menentukan prioritas pemeliharaan jalan, termasuk pada Kabupaten Dairi. Dalam penentuan urutan prioritas jalan diperluk...
PELATIHAN MANAJEMEN LABORATORIUM UNTUK PENGELOLA LABORATORIUM IPA TINGKAT SMA DI KABUPATEN BOJONEGORO
PELATIHAN MANAJEMEN LABORATORIUM UNTUK PENGELOLA LABORATORIUM IPA TINGKAT SMA DI KABUPATEN BOJONEGORO
Laboratorium memerlukan pengelolaan yang terstandardisasi baik dalam hal pengelola maupun ketersediaan peralatan. Laboratorium sekolah yang perlu mendapatkan perhatian, khususnya l...
PENGARUH JARINGAN PERDAGANGAN GLOBAL PADA STRUKTUR WILAYAH DAN KONFIGURASI SPASIAL PUSAT PEMERINTAHAN KESULTANAN-KESULTANAN MELAYU DI KALIMANTAN BARAT
PENGARUH JARINGAN PERDAGANGAN GLOBAL PADA STRUKTUR WILAYAH DAN KONFIGURASI SPASIAL PUSAT PEMERINTAHAN KESULTANAN-KESULTANAN MELAYU DI KALIMANTAN BARAT
Lokasi pusat-pusat pemerintahan kesultanan Melayu di Kalimantan Barat berada di sepanjang tepian sungai. Sungai menjadi faktor yang sangat penting dalam kehidupan kesultanan, yaitu...
Peningkatan Pengetahuan Petugas Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM) di Klinik Utama Bunga Emas Terkait Manajemen Laboratorium
Peningkatan Pengetahuan Petugas Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM) di Klinik Utama Bunga Emas Terkait Manajemen Laboratorium
Manajemen laboratorium merupakan usaha untuk mengelola laboratorium. Suatu laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu...

