Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Cider sebagai Alternatif Penganekaragaman Produk Kopi

View through CrossRef
Coffee is an important export commodity from Indonesia. There are not many processed product from coffee, and sincecoffee is a delightful refreshing beverage, it is interesting to make product diversivication from coffee. An alternative processing could be a cider. Coffee used in this research were decaffeinated, Robusta and Arabica coffee. The amount of added sugar were 15 %, 20 %, and 25 %. Natural cultures, combination of Sacharomyces cerevisiae and Acetobacter xylinum, combination of Sacharomyces ludwigii and Acetobacter xylinum, combination of  S. cerevisiae, S. ludwigii, and A. xylinum were used as starters. The parameters observed included: reducing sugar content, alcohol, total tertitrasi acid, pH and Organoleptic Test (color, aroma, taste, clarity, and general acceptance). Coffee cider with the highest overall acceptance score was made from decaffeinated coffee, with 20 % sugar addition and combination of S. ludwigii and A. xylinum as starter.The result of correlation analysis showed a negative significant correlation between reducing sugar content and aroma of coffee cider. Positive significant correlation were found between total titrable acidity and aroma, taste and overall acceptance of coffee cider.ABSTRAKKopi merupakan komoditas ekspor penting   Indonesia. Tidak banyak produk olahan dari kopi, yang lebih dikenalsebagai minuman menyegarkan dan menyenangkan, sehingga menarik untuk membuat diversifikasi produk kopi. Salah satu alternatif adalah pengolahan cider. Kopi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kopi tanpa kafein, Robusta dan Arabika. Jumlah gula yang ditambahkan adalah 15 %, 20 %, dan 25 %. Kultur alami, kombinasi Sacharomyces cerevisea dan Acetobacter xylinum, kombinasi Sacharomyces Ludwigii dan Acetobacter xylinum, kombinasi S. cerevisiae, S.Ludwigii , dan A.xylinum digunakan sebagai starter. Parameter yang diamati meliputi: kadar gula pereduksi, alkohol, total asam tertitrasi, pH dan Uji Organoleptik (warna, aroma,rasa, kejernihan, dan penerimaan umum). Cider kopi dengan skor penerimaan keseluruhan tertinggi dibuat dari kopi tanpa kafein, dengan penambahan gula 20 % dan kombinasi S. Ludwigii dan A. xylinum sebagai starter. Hasil analisis korelasi menunjukkan hubungan signifikan negatif antara pengurangan kadar gula dan aroma sari kopi. Hubungan yang bermakna positif ditemukan antara keasaman total dan aroma, rasa dan penerimaan keseluruhan cider kopi.
Universitas Gadjah Mada
Title: Kajian Cider sebagai Alternatif Penganekaragaman Produk Kopi
Description:
Coffee is an important export commodity from Indonesia.
There are not many processed product from coffee, and sincecoffee is a delightful refreshing beverage, it is interesting to make product diversivication from coffee.
An alternative processing could be a cider.
Coffee used in this research were decaffeinated, Robusta and Arabica coffee.
The amount of added sugar were 15 %, 20 %, and 25 %.
Natural cultures, combination of Sacharomyces cerevisiae and Acetobacter xylinum, combination of Sacharomyces ludwigii and Acetobacter xylinum, combination of  S.
cerevisiae, S.
ludwigii, and A.
xylinum were used as starters.
The parameters observed included: reducing sugar content, alcohol, total tertitrasi acid, pH and Organoleptic Test (color, aroma, taste, clarity, and general acceptance).
Coffee cider with the highest overall acceptance score was made from decaffeinated coffee, with 20 % sugar addition and combination of S.
ludwigii and A.
xylinum as starter.
The result of correlation analysis showed a negative significant correlation between reducing sugar content and aroma of coffee cider.
Positive significant correlation were found between total titrable acidity and aroma, taste and overall acceptance of coffee cider.
ABSTRAKKopi merupakan komoditas ekspor penting   Indonesia.
Tidak banyak produk olahan dari kopi, yang lebih dikenalsebagai minuman menyegarkan dan menyenangkan, sehingga menarik untuk membuat diversifikasi produk kopi.
Salah satu alternatif adalah pengolahan cider.
Kopi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kopi tanpa kafein, Robusta dan Arabika.
Jumlah gula yang ditambahkan adalah 15 %, 20 %, dan 25 %.
Kultur alami, kombinasi Sacharomyces cerevisea dan Acetobacter xylinum, kombinasi Sacharomyces Ludwigii dan Acetobacter xylinum, kombinasi S.
cerevisiae, S.
Ludwigii , dan A.
xylinum digunakan sebagai starter.
Parameter yang diamati meliputi: kadar gula pereduksi, alkohol, total asam tertitrasi, pH dan Uji Organoleptik (warna, aroma,rasa, kejernihan, dan penerimaan umum).
Cider kopi dengan skor penerimaan keseluruhan tertinggi dibuat dari kopi tanpa kafein, dengan penambahan gula 20 % dan kombinasi S.
Ludwigii dan A.
xylinum sebagai starter.
Hasil analisis korelasi menunjukkan hubungan signifikan negatif antara pengurangan kadar gula dan aroma sari kopi.
Hubungan yang bermakna positif ditemukan antara keasaman total dan aroma, rasa dan penerimaan keseluruhan cider kopi.

Related Results

Sejarah Kopi Kapal Api
Sejarah Kopi Kapal Api
Kopi Kapal Api telah ada sejak zaman penjajahan Belanda datang ke Indonesia. Sebelumnya, perusahaan kopi Kapal Api didirikan, pada tahun 1927, tiga orang bersaudara yaitu Go Soe Lo...
Instagram Sebagai Media Promosi Coffee Shop
Instagram Sebagai Media Promosi Coffee Shop
Abstract. The business world in Indonesia is currently benefiting from the presence of Instagram. Instagram is an application that allows users to share photos and videos. Its use,...
PENERAPAN UJI MUTU PROSES PRODUKSI KOPI DI UD TENANT BERKAH LESTARI LAMPUNG SELATAN
PENERAPAN UJI MUTU PROSES PRODUKSI KOPI DI UD TENANT BERKAH LESTARI LAMPUNG SELATAN
UD Tenant Berkah Lestari adalah Usaha Mikro Kecil Menengah yang bergerak dibidang agroindustri hasil perkebunan komoditas kopi. Usaha Kopi yang dijalankan oleh UD Tenant ini melaku...
PERANCANGAN MESIN PENGUPAS DAN PEMISAH KULIT BUAH KOPI KERING
PERANCANGAN MESIN PENGUPAS DAN PEMISAH KULIT BUAH KOPI KERING
Tujuan utama dari pembuatan mesin pengupas dan pemisah kulit buah kopi kering ini adalah untuk memenuhi kebutuhan mesin pengupas kulit kopi para petani di wilayah Magelang terutama...
Pretreatment Limbah Pengolahan Kopi Untuk Menghasilkan Biogas Pada Proses Anaerobik
Pretreatment Limbah Pengolahan Kopi Untuk Menghasilkan Biogas Pada Proses Anaerobik
Pada penelitian ini mempelajari proses pretreatment limbah pengolahan kopi untuk menghasilkan biogas pada proses anaerobik. Limbah cair pengolahan kopi merupakan limbah cair yang b...
FAKTOR INTERNAL EKSTERNAL DALAM BAURAN PEMASARAN PRODUK UKM KOPI DADONG
FAKTOR INTERNAL EKSTERNAL DALAM BAURAN PEMASARAN PRODUK UKM KOPI DADONG
Lingkungan internal memberikan gambaran bahwa perusahaan memiliki kekuatan (strengths) atau kelemahan (weakness) di bidang manajemen produksi, operasi pemasaran dan distribusi, org...
“BELI KOPI” MEMBANGUN BRAND IMAGE MELALUI STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN
“BELI KOPI” MEMBANGUN BRAND IMAGE MELALUI STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN
Seiring perkembangan zaman, bisnis minuman kopi telah berubah saat ini. Di Indonesia dapat ditemukan berbagai macam olahan kopi, salah satunya adalah kopi kekinian yang menjadi fen...

Back to Top