Javascript must be enabled to continue!
Pemakaian Asam Askorbat Untuk Produksi Koenzim Quinine Dengan Induksi Sel Nicotiana Tabaccum
View through CrossRef
Koenzim quinine merupakan produk intraseluler nicotiana tobaccum, sehingga untuk mengisolasikannya diperlukan penambahan antioksidan. Penelitian penambahan antioksidan berupa sam askobat dengan variasi konsentrasi bertujuan untuk menyelidiki tingkat efektifitas pemakaian senyawa tersebut dengan proses induksi sel menurut perubahan waktu. Proses induksi berlangsung melalui penambahan inokulum ke dalam nutrient sampai terbentukkan callus. Callus dipindahkan ke dalam media pemeliharaan yang telah diberikan nutrien, sehingga tumbuh dan berkembang menjadi sel baru. Pertumbuhan sel di dalam medium cair diamati melalui berat sel segar yang diperoleh. Perkembangan berat sel segar dan produksi koenzim quinine kasar pada berbagai konsentrasi vitamin C tersebut ditentukan dengan menggunakan HPLC dan pendeteksiannya spectrometer Shimadzu SPD-10 A pada panjang gelombang 275 nm. Hasil pembentukan koenzim quinine diuji pada hari ke- 1, 3, 5,6 dan 7 dengan konsentrasi 0,5 mg/l. nilai optimalnya dicapai sebesar 0,3598 ppm, 0,3641 ppm, 0,3675 ppm, 0,3699 ppm dan 0,3718 ppm, dan pada konsentrasi asam askorbat = 0,7 mg/l menunjukkan produksi koenzim quinine, sbanyak 0,3920 ppm, 0,3791 ppm, 0,3996 ppm, 0,4005 ppm dam 0,4030 ppm.Kata kunci : asam askorbat, antioksidan, coenzim quinine, induksi sel, nicotiana tabaccum, inokulum, nutrient, callus, medium
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Pemakaian Asam Askorbat Untuk Produksi Koenzim Quinine Dengan Induksi Sel Nicotiana Tabaccum
Description:
Koenzim quinine merupakan produk intraseluler nicotiana tobaccum, sehingga untuk mengisolasikannya diperlukan penambahan antioksidan.
Penelitian penambahan antioksidan berupa sam askobat dengan variasi konsentrasi bertujuan untuk menyelidiki tingkat efektifitas pemakaian senyawa tersebut dengan proses induksi sel menurut perubahan waktu.
Proses induksi berlangsung melalui penambahan inokulum ke dalam nutrient sampai terbentukkan callus.
Callus dipindahkan ke dalam media pemeliharaan yang telah diberikan nutrien, sehingga tumbuh dan berkembang menjadi sel baru.
Pertumbuhan sel di dalam medium cair diamati melalui berat sel segar yang diperoleh.
Perkembangan berat sel segar dan produksi koenzim quinine kasar pada berbagai konsentrasi vitamin C tersebut ditentukan dengan menggunakan HPLC dan pendeteksiannya spectrometer Shimadzu SPD-10 A pada panjang gelombang 275 nm.
Hasil pembentukan koenzim quinine diuji pada hari ke- 1, 3, 5,6 dan 7 dengan konsentrasi 0,5 mg/l.
nilai optimalnya dicapai sebesar 0,3598 ppm, 0,3641 ppm, 0,3675 ppm, 0,3699 ppm dan 0,3718 ppm, dan pada konsentrasi asam askorbat = 0,7 mg/l menunjukkan produksi koenzim quinine, sbanyak 0,3920 ppm, 0,3791 ppm, 0,3996 ppm, 0,4005 ppm dam 0,4030 ppm.
Kata kunci : asam askorbat, antioksidan, coenzim quinine, induksi sel, nicotiana tabaccum, inokulum, nutrient, callus, medium.
Related Results
PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASKORBAT PADA PROSES PEMBUATAN GUM ROSIN
PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASKORBAT PADA PROSES PEMBUATAN GUM ROSIN
Gum rosin adalah produk industri dari getah pinus hasil hutan non kayu. Dengan berkembangnya teknologi, pengolahan getah pinus dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku adhesive. Di sa...
Perbandingan Penggunaan Propofol Dengan Thiopental Terhadap Status Hemodinamika Pasien Anestesi Umum Di Rsup Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
Perbandingan Penggunaan Propofol Dengan Thiopental Terhadap Status Hemodinamika Pasien Anestesi Umum Di Rsup Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
Obat induksi anestesi intravena menghasilkan efek samping berupa gangguan respon hemodinamik, obat induksi propofol dan thiopental merupakan obat yang sering digunakan pada pasien ...
Studi Literatur Pemanfaatan Koenzim Q10 sebagai Antioksidan
Studi Literatur Pemanfaatan Koenzim Q10 sebagai Antioksidan
Abstract. Coenzyme Q10 (CoQ10) is a lipophilic antioxidant that plays an important role in cellular energy metabolism and protection against oxidative stress. As we age and increas...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan profil lemak hewani dari dua jenis daging babi daribangsa (breed) yang berbeda yaitu babi bali asli (babi lokal) dan babi la...
Analisis Perbandingan Asam Lemak VCO dengan Metode Fermentasi dari Berbagai Varietas Kelapa
Analisis Perbandingan Asam Lemak VCO dengan Metode Fermentasi dari Berbagai Varietas Kelapa
Background: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan komposisi asam lemak VCO dengan metode fermentasi dari berbagai varietas kelapa di Kecamatan Kajang Kabu...
PENGARUH PENGGUNAAN ASAM ASAM ASETAT, ASAM KLORIDA DAN ASAM SITRAT TERHADAP KARAKTERISTIK LEM DARI LIMBAH SISIK IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus argentimaculatus)
PENGARUH PENGGUNAAN ASAM ASAM ASETAT, ASAM KLORIDA DAN ASAM SITRAT TERHADAP KARAKTERISTIK LEM DARI LIMBAH SISIK IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus argentimaculatus)
ABSTRACT The aim of this study was to determine the effect of acetic acid, hydrochloric acid, and citric acid on the physical characteristics of glue from red snapper scale...
Pengaruh Waktu dan Suhu Penyimpanan terhadap Kadar Asam Askorbat pada Buah Menurut Pandangan Islam
Pengaruh Waktu dan Suhu Penyimpanan terhadap Kadar Asam Askorbat pada Buah Menurut Pandangan Islam
Asam askorbat atau biasa dikenal dengan vitamin C merupakan salah satu vitamin yang sangat penting bagi tubuh. Dan pada umumnya, asam askorbat terkandung dalam buah-buahan. Kandung...

