Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

GAMBARAN PERILAKU MENCUCI TANGAN PADA PENDERITA DIARE DI DESA KINTAMANI KABUPATEN BANGLI BALI TAHUN 2015

View through CrossRef
Diare masih merupakan penyebab kematian utama pada bayi dan balita. Dilihat dari kelompok umur, diare tersebar di semua kelompok umur dengan prevalensi tertinggi terdeteksi pada anak balita (1-4 tahun) yaitu 16,7%. Berdasarkan data puskesmas Kintamani I pada tahun 2014 dilaporkan mengalami peningkatan sebesar 216 kasus dibandingkan dengan kunjungan tahun 2013. Desa kintamani memiliki angka kejadian diare tertinggi. Prevalensi diare di desa Kintamani meningkat dari 10,5% (2013) menjadi 14,5% (2014). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku mencuci tangan penderita diare dan non diare desa Kintamani tahun 2015, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian adalah rancangan penelitian cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah semua orang tua yang memiliki balita di Desa Kintamani. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik multi-stage sampling, dimana sampel merupakan 54 orang tua balita yang tinggal di Desa Kintamani. Analisis penelitian dilakukan secara deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan perilaku mencuci tangan yang baik memiliki kejadian diare paling sedikit (14,89%), diikuti oleh perilaku mencuci tangan kurang baik (53,8%), dan paling banyak mengalami kejadian diare adalah perilaku mencuci tangan yang buruk (64,3%).
Title: GAMBARAN PERILAKU MENCUCI TANGAN PADA PENDERITA DIARE DI DESA KINTAMANI KABUPATEN BANGLI BALI TAHUN 2015
Description:
Diare masih merupakan penyebab kematian utama pada bayi dan balita.
Dilihat dari kelompok umur, diare tersebar di semua kelompok umur dengan prevalensi tertinggi terdeteksi pada anak balita (1-4 tahun) yaitu 16,7%.
Berdasarkan data puskesmas Kintamani I pada tahun 2014 dilaporkan mengalami peningkatan sebesar 216 kasus dibandingkan dengan kunjungan tahun 2013.
Desa kintamani memiliki angka kejadian diare tertinggi.
Prevalensi diare di desa Kintamani meningkat dari 10,5% (2013) menjadi 14,5% (2014).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku mencuci tangan penderita diare dan non diare desa Kintamani tahun 2015, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian adalah rancangan penelitian cross-sectional.
Populasi penelitian ini adalah semua orang tua yang memiliki balita di Desa Kintamani.
Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik multi-stage sampling, dimana sampel merupakan 54 orang tua balita yang tinggal di Desa Kintamani.
Analisis penelitian dilakukan secara deskriptif.
Hasil dari penelitian menunjukkan perilaku mencuci tangan yang baik memiliki kejadian diare paling sedikit (14,89%), diikuti oleh perilaku mencuci tangan kurang baik (53,8%), dan paling banyak mengalami kejadian diare adalah perilaku mencuci tangan yang buruk (64,3%).

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis Faktor –faktor Yang Menjadi Pertimbangan Wisatawan Untuk Mengunjungi Obyek Wisata Penelokan Kintamani Bangli Bali
Analisis Faktor –faktor Yang Menjadi Pertimbangan Wisatawan Untuk Mengunjungi Obyek Wisata Penelokan Kintamani Bangli Bali
The development of tourism in Indonesia in general and Bali in particular that continues to move dynamically, and the tendency of tourists to travel is an opportunity and challenge...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
Hubungan Pengetahuan Mencuci Tangan dengan Kejadian Diare pada Siswa Kelas IV-VI SDN 11 Lubuk Buaya Padang
Hubungan Pengetahuan Mencuci Tangan dengan Kejadian Diare pada Siswa Kelas IV-VI SDN 11 Lubuk Buaya Padang
Diare menduduki urutan ke 9 dari 10 penyakit  infeksi terbanyak di Padang dengan kejadian tertinggi di Kelurahan Lubuk Buaya. Diare ditularkan secara faecal oral dimana tangan menj...
Penurunan Jumlah Lahan Dan Perubahan Budidaya Tanaman Kopi Bali Kintamani Mengancam Destinasi Wisata Kopi Di Kintamani
Penurunan Jumlah Lahan Dan Perubahan Budidaya Tanaman Kopi Bali Kintamani Mengancam Destinasi Wisata Kopi Di Kintamani
This research is conducted in Catur Village, Kintamani District, Bangli Regency. The purpose of this research is to identify the decreasing number of coffee la...
Faktor-Faktor Perilaku Ibu Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita
Faktor-Faktor Perilaku Ibu Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita
Diare merupakan penyebab kematian terbesar ke dua pada Balita di Dunia setelah penyakit Pneumonia. Diare adalah suau keadaan peradangan pada mukosa lambung dan usus halus yang meng...
Karakteristik Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Biru Kabupaten Bone
Karakteristik Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Biru Kabupaten Bone
Kesehatan merupakan salah satu aspek dari kehidupan masyarakat mutu hidup, produktifitas tenaga kerja, angka kesakitan dan kematian yang tinggi pada bayi dan anak-anak. Penelitian ...
Defisiensi Zinc Sebagai Salah Satu Faktor Risiko Diare Akut Menjadi Diare Melanjut
Defisiensi Zinc Sebagai Salah Satu Faktor Risiko Diare Akut Menjadi Diare Melanjut
Latar belakang. Diare masih merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi pada anak,dan efeknya akan meningkat pada diare melanjut. Ekskresi yang meningkat dan mal...

Back to Top