Javascript must be enabled to continue!
Uji Kuantitatif Kadar Zat Besi dalam Tumbuhan Kelakai dan Produk Olahannya
View through CrossRef
Produk olahan kelakai oleh masyarakat Kalimantan Tengah biasa diolah menjadi sayur oseng kelakai, keripik kelakai, peye kelakai, kerupuk kelakai, stik kelakai dan lain-lainnya yang berbahan dasar tumbuhan kelakai itu sendiri. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan metode volumetri yaitu titrasi permanganometri, dengan pendekatan laboratorium yang dilakukan melalui serangkaian percobaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tumbuhan kelakai yang diperoleh pada Pasar Besar Kota Palangka Raya dan produk olahannya pada dua industri rumahan yang terdapat di Kota Palangka Raya. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kadar zat besi pada daun tanaman kelakai segar sebesar 3,285% atau setara dengan 3285mg/100 g. Sedangkan kadar zat besi pada olahannya diperoleh hasil berupa keripik kelakai 1 sebesar 2,235% atau setara dengan 2235 mg/100 g dan keripik kelakai 2 sebesar 1,925% atau setara dengan 1925 mg/100 g. Sehingga dapat disimpulkan kadar zat besi pada tumbuhan kelakai cukup tinggi dan zat besi dalam keripik kelakai sendiri dapat digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan zat besi hariannya.
Title: Uji Kuantitatif Kadar Zat Besi dalam Tumbuhan Kelakai dan Produk Olahannya
Description:
Produk olahan kelakai oleh masyarakat Kalimantan Tengah biasa diolah menjadi sayur oseng kelakai, keripik kelakai, peye kelakai, kerupuk kelakai, stik kelakai dan lain-lainnya yang berbahan dasar tumbuhan kelakai itu sendiri.
Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan metode volumetri yaitu titrasi permanganometri, dengan pendekatan laboratorium yang dilakukan melalui serangkaian percobaan.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tumbuhan kelakai yang diperoleh pada Pasar Besar Kota Palangka Raya dan produk olahannya pada dua industri rumahan yang terdapat di Kota Palangka Raya.
Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kadar zat besi pada daun tanaman kelakai segar sebesar 3,285% atau setara dengan 3285mg/100 g.
Sedangkan kadar zat besi pada olahannya diperoleh hasil berupa keripik kelakai 1 sebesar 2,235% atau setara dengan 2235 mg/100 g dan keripik kelakai 2 sebesar 1,925% atau setara dengan 1925 mg/100 g.
Sehingga dapat disimpulkan kadar zat besi pada tumbuhan kelakai cukup tinggi dan zat besi dalam keripik kelakai sendiri dapat digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan zat besi hariannya.
Related Results
Pengaruh Pasta Kelakai (Stenochlaena palustris) Konsentrasi 30% terhadap Kekasaran Permukaan Heat cured Acrylic
Pengaruh Pasta Kelakai (Stenochlaena palustris) Konsentrasi 30% terhadap Kekasaran Permukaan Heat cured Acrylic
ABSTRACTBackground: Tooth loss based on Riskesdas at the age of 35-44 years is 17.5% and increases at the age of 65 years and over (30.6%). Dentures are used to improve physical, p...
Keseimbangan Nutrisi dan Anemia Defisiensi Besi
Keseimbangan Nutrisi dan Anemia Defisiensi Besi
Anemia defisiensi besi merupakan anemia yang paling umum diderita oleh masyarakat di dunia terutama pada kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil dan menyusui, dan wani...
Gambaran Anemia, Defisiensi Zat Besi, dan Status Nutrisi pada Remaja Putri
Gambaran Anemia, Defisiensi Zat Besi, dan Status Nutrisi pada Remaja Putri
Latar Belakang: Anemia dan defisiensi zat besi merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada remaja, terutama di negara berkembang. Masa remaja merupakan periode kritis dalam si...
HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN C, ASAM FOLAT DAN ZAT BESI DAN PROTEIN DENGAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI KOTA BENGKULU
HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN C, ASAM FOLAT DAN ZAT BESI DAN PROTEIN DENGAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI KOTA BENGKULU
ABSTRAK
Masa remaja merupakan periode dari pertumbuhan dan proses kematangan manusia, pada masa ini terjadi perubahan yang sangat unik dan berkelanjutan. Perubahan fisik karena p...
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Bioavailabilitas Besi bagi Tumbuhan
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Bioavailabilitas Besi bagi Tumbuhan
Besi berperan penting dalam metabolisme tumbuhan, yang mana salah satunya adalah sebagai pembentuk kloroplas. Besi dibutuhkan dalam jumlah sedikit tetapi defisiensi besi dapat meny...
Analisis Pengaruh Penambahan Karbon Pada Proses Peleburan Besi Scrap Terhadap Komposisi dan Kekerasan Besi Cor
Analisis Pengaruh Penambahan Karbon Pada Proses Peleburan Besi Scrap Terhadap Komposisi dan Kekerasan Besi Cor
Banyak industri pengecoran logam yang menggunakan bahan skrap sebagai bahan utamanya. Scrap besi sebagai bahan utama pengecoran logam, memiliki variasi komposisi kimia dan karakter...
SUPLEMENTASI ZAT BESI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DAN DEPRESI POSTPARTUM
SUPLEMENTASI ZAT BESI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DAN DEPRESI POSTPARTUM
Latar Belakang: Depresi postpartum (PPD) merupakan gangguan suasana hati yang dapat muncul setelah melahirkan dan berdampak negatif terhadap kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak...
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET ZAT BESI
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET ZAT BESI
Penyebab terjadinya perdarahan antenatal dan persalinan salah satunya karena anemia selama kehamilan. Upaya pemerintah untuk menurunkan angka kejadian perdarahan pada ibu hamil, sa...

