Javascript must be enabled to continue!
Motivasi Pemakaian Jilbab Siswi SMPN 1 Bojongsoang Kabupaten Bandung
View through CrossRef
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi siswi dalam penggunaan jilbab di SMPN 1 Bojongsoang Kabupaten Bandung. Fokus utama penelitian mencakup: tingkat pengetahuan dan pemahaman siswi mengenai makna, tujuan, dan ketentuan berjilbab; sikap, perasaan, dan motivasi dalam mengambil keputusan berjilbab; serta pengaruh lingkungan sosial terhadap praktik berjilbab sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswi memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai konsep berjilbab sebagai kewajiban agama dan bentuk ketaatan kepada Allah SWT, meskipun kedalaman pemahaman mereka bervariasi. Motivasi dalam memakai jilbab didominasi oleh motivasi intrinsik seperti kesadaran diri, nilai religius, dan kenyamanan pribadi. Di sisi lain, terdapat pula motivasi ekstrinsik seperti tekanan dari orang tua, aturan sekolah, dan pengaruh teman sebaya. Sikap siswi terhadap jilbab umumnya positif, namun belum semuanya menjadikan jilbab sebagai komitmen spiritual yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan sosial, terutama keluarga, sekolah, dan teman sebaya, terbukti memiliki peran besar dalam membentuk dan memperkuat motivasi siswi dalam berjilbab. Temuan ini diperkuat dengan teori kebutuhan Abraham Maslow dan teori kognitif Hoy-Mishel yang menjelaskan bahwa motivasi terbentuk dari interaksi antara kebutuhan individu dan pengaruh lingkungan.
Abstract. This study aims to explore the motivation behind female students' decision to wear the hijab at SMPN 1 Bojongsoang, Bandung Regency. The research focuses on three aspects: the students' knowledge and understanding of the meaning, purpose, and rules of wearing the hijab; their attitudes, feelings, and motivation in making the decision to wear it; and the influence of the social environment on their daily hijab practices. This research employs a qualitative descriptive approach with a phenomenological method. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation.
The findings indicate that most students have a fairly good understanding of the hijab as a religious obligation and a form of obedience to Allah SWT, although the depth of their understanding varies. Their motivation is primarily intrinsic, including personal awareness, religious values, and a sense of comfort. However, extrinsic motivations also play a role, such as parental influence, school regulations, and peer pressure. The students generally display a positive attitude toward wearing the hijab, but not all consistently view it as a spiritual commitment in their daily lives. The social environment particularly family, school, and peers significantly influences and strengthens students’ motivation to wear the hijab. These findings align with Abraham Maslow’s hierarchy of needs and the cognitive theory of Hoy and Miskel, which explain how motivation arises from the interaction between individual needs and environmental influences.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Motivasi Pemakaian Jilbab Siswi SMPN 1 Bojongsoang Kabupaten Bandung
Description:
Abstrak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi siswi dalam penggunaan jilbab di SMPN 1 Bojongsoang Kabupaten Bandung.
Fokus utama penelitian mencakup: tingkat pengetahuan dan pemahaman siswi mengenai makna, tujuan, dan ketentuan berjilbab; sikap, perasaan, dan motivasi dalam mengambil keputusan berjilbab; serta pengaruh lingkungan sosial terhadap praktik berjilbab sehari-hari.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswi memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai konsep berjilbab sebagai kewajiban agama dan bentuk ketaatan kepada Allah SWT, meskipun kedalaman pemahaman mereka bervariasi.
Motivasi dalam memakai jilbab didominasi oleh motivasi intrinsik seperti kesadaran diri, nilai religius, dan kenyamanan pribadi.
Di sisi lain, terdapat pula motivasi ekstrinsik seperti tekanan dari orang tua, aturan sekolah, dan pengaruh teman sebaya.
Sikap siswi terhadap jilbab umumnya positif, namun belum semuanya menjadikan jilbab sebagai komitmen spiritual yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Lingkungan sosial, terutama keluarga, sekolah, dan teman sebaya, terbukti memiliki peran besar dalam membentuk dan memperkuat motivasi siswi dalam berjilbab.
Temuan ini diperkuat dengan teori kebutuhan Abraham Maslow dan teori kognitif Hoy-Mishel yang menjelaskan bahwa motivasi terbentuk dari interaksi antara kebutuhan individu dan pengaruh lingkungan.
Abstract.
This study aims to explore the motivation behind female students' decision to wear the hijab at SMPN 1 Bojongsoang, Bandung Regency.
The research focuses on three aspects: the students' knowledge and understanding of the meaning, purpose, and rules of wearing the hijab; their attitudes, feelings, and motivation in making the decision to wear it; and the influence of the social environment on their daily hijab practices.
This research employs a qualitative descriptive approach with a phenomenological method.
Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation.
The findings indicate that most students have a fairly good understanding of the hijab as a religious obligation and a form of obedience to Allah SWT, although the depth of their understanding varies.
Their motivation is primarily intrinsic, including personal awareness, religious values, and a sense of comfort.
However, extrinsic motivations also play a role, such as parental influence, school regulations, and peer pressure.
The students generally display a positive attitude toward wearing the hijab, but not all consistently view it as a spiritual commitment in their daily lives.
The social environment particularly family, school, and peers significantly influences and strengthens students’ motivation to wear the hijab.
These findings align with Abraham Maslow’s hierarchy of needs and the cognitive theory of Hoy and Miskel, which explain how motivation arises from the interaction between individual needs and environmental influences.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Hubungan Pendidikan Karakter Bandung Masagi dan Motivasi Belajar Siswa SMPN 5 Bandung
Hubungan Pendidikan Karakter Bandung Masagi dan Motivasi Belajar Siswa SMPN 5 Bandung
Abstract. SMPN 5 Bandung implements a character education program called Bandung Masagi. BandungMasagi Character Education is an education based on local wisdom issued by the Bandu...
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
Obat Aborsi Bandung | WA : 0858 6506 9949 | Obat Penggugur Kandungan Bandung | Obat Telat Bulan Bandung | Obat Cytotec Bandung | Obat Pelancar Haid Bandung
Obat Aborsi Bandung | WA : 0858 6506 9949 | Obat Penggugur Kandungan Bandung | Obat Telat Bulan Bandung | Obat Cytotec Bandung | Obat Pelancar Haid Bandung
Jual Obat Aborsi Bandung | Obat Penggugur kandungan Bandung | Pil Aborsi Janin Bandung | Obat Pil Penggugur Kandungan Bandung | Alamat Klinik Jual Obat Aborsi Bandung | Apotik Jual...
Fenomena Jilbab Funky (Jilbab Gaul) di Kalangan Remaja Desa Samalili Kecamatan Sojol
Fenomena Jilbab Funky (Jilbab Gaul) di Kalangan Remaja Desa Samalili Kecamatan Sojol
Penelitian ini membahas tentang Fenomena jilbab Funky (Jilbab Gaul ) di kalangan remaja desa Samalili Kecamatan Sojol. Untuk mendapatkan data penelitian yang dapat dipertanggung ja...
Perkembangan Wilayah Peri-Urban Kota Bandung Bagian Selatan
Perkembangan Wilayah Peri-Urban Kota Bandung Bagian Selatan
Abstract. The rapid development of the Bandung City area as the center of the Bandung Metropolitan Area has led to the expansion of the urban area into the outskirts. The peri-urba...
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem promp...
Trend Jilbab Mahasiswi Fakultas Dakwah Unisba dalam Berbusana Muslimah Syar'i
Trend Jilbab Mahasiswi Fakultas Dakwah Unisba dalam Berbusana Muslimah Syar'i
Abstract. In contemporary times, the development of hijab models has been flourishing among Muslim women, including the female students of the Faculty of Da'wah at UNISBA. This phe...

