Javascript must be enabled to continue!
Eksistensi Seni Grafis Monoprint dalam Kesenirupaan Yogyakarta
View through CrossRef
Tujuan penelitian ini adalah ingin memahami persoalan yang muncul dalameksistensi seni grafis monoprint seniman Yogyakarta. Pertanyaan yang diajukan(1) apakah cetak monoprint merupakan suatu bentuk penyimpangan terhadapkaidah seni grafis konvensional; (2) bagaimana pengaruh booming lukisan dalamkeberadaan praktik seni grafis monoprint. Keberadaan praktik monoprint sejalandengan perkembangan seni rupa kontemporer yang merespons kekayaan teknik danmedium baru, yang disertai dengan konsep pemikiran seniman yang lebih plural.Namun, proses kreatif pegrafis tersebut seringkali dipandang kritis dan sinis olehsebagian pihak karena karya yang dihasilkan oleh seniman tidak hanya ada satuedisi (eksklusif ) seperti lukisan. Dalam rentang waktu tahun 2008 sampai 2011,beberapa seniman yang bermukim di Yogyakarta mengadakan pameran tunggalseni grafis monoprint. Kota Yogyakarta memiliki sejumlah seniman muda yangmenekuni praktek cetak tersebut, antara lain: Andre Tanama, Ariswan Adhitama,Irwanto Lentho, dan T.A Sitompul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktikseni grafis monoprint ternyata mampu bersaing dengan lukisan. Pengaruh boominglukisan menjadikan seni ini bukan lagi merupakan satu pencarian jati-diri, namunsebagai satu alternatif bentuk komoditas dengan label seni rupa modern The Existence of Monoprint Art in Yogyakarta. The existence of monoprint practicegrows in line with the development of the contemporary art that responds the inventionof new techniques and media accompanied by the artists’ more pluralistic thinking.Unluckily, the creative process of the monoprint artist is often critically judged andcynically looked at by some people because the work produced by the artist is only oneedition (exclusive), just like painting. From 2008 to 2011, several artists living inYogyakarta held a solo exhibition of monoprint. Yogyakarta has a number of young artistswho devote their life to practice the art of printing, among others are Andre Tanama,Ariswan Adhitama, Irwanto Lentho, and TA Sitompul. This study is intended to findout whether monoprint making practice is considered as a deviation of the graphic artconventional rules and how the painting booming influences the monorprint existence.From the analysis, it can be inferred that a monoprint is capable of competing a paintingand the booming of painting is no longer considered as a search of identity but more as analternative of commodity form with the label of modern visual art.
Title: Eksistensi Seni Grafis Monoprint dalam Kesenirupaan Yogyakarta
Description:
Tujuan penelitian ini adalah ingin memahami persoalan yang muncul dalameksistensi seni grafis monoprint seniman Yogyakarta.
Pertanyaan yang diajukan(1) apakah cetak monoprint merupakan suatu bentuk penyimpangan terhadapkaidah seni grafis konvensional; (2) bagaimana pengaruh booming lukisan dalamkeberadaan praktik seni grafis monoprint.
Keberadaan praktik monoprint sejalandengan perkembangan seni rupa kontemporer yang merespons kekayaan teknik danmedium baru, yang disertai dengan konsep pemikiran seniman yang lebih plural.
Namun, proses kreatif pegrafis tersebut seringkali dipandang kritis dan sinis olehsebagian pihak karena karya yang dihasilkan oleh seniman tidak hanya ada satuedisi (eksklusif ) seperti lukisan.
Dalam rentang waktu tahun 2008 sampai 2011,beberapa seniman yang bermukim di Yogyakarta mengadakan pameran tunggalseni grafis monoprint.
Kota Yogyakarta memiliki sejumlah seniman muda yangmenekuni praktek cetak tersebut, antara lain: Andre Tanama, Ariswan Adhitama,Irwanto Lentho, dan T.
A Sitompul.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktikseni grafis monoprint ternyata mampu bersaing dengan lukisan.
Pengaruh boominglukisan menjadikan seni ini bukan lagi merupakan satu pencarian jati-diri, namunsebagai satu alternatif bentuk komoditas dengan label seni rupa modern The Existence of Monoprint Art in Yogyakarta.
The existence of monoprint practicegrows in line with the development of the contemporary art that responds the inventionof new techniques and media accompanied by the artists’ more pluralistic thinking.
Unluckily, the creative process of the monoprint artist is often critically judged andcynically looked at by some people because the work produced by the artist is only oneedition (exclusive), just like painting.
From 2008 to 2011, several artists living inYogyakarta held a solo exhibition of monoprint.
Yogyakarta has a number of young artistswho devote their life to practice the art of printing, among others are Andre Tanama,Ariswan Adhitama, Irwanto Lentho, and TA Sitompul.
This study is intended to findout whether monoprint making practice is considered as a deviation of the graphic artconventional rules and how the painting booming influences the monorprint existence.
From the analysis, it can be inferred that a monoprint is capable of competing a paintingand the booming of painting is no longer considered as a search of identity but more as analternative of commodity form with the label of modern visual art.
Related Results
Pemanfaatan Media Plexiglas Sebagai Media Pada Karya Monoprint
Pemanfaatan Media Plexiglas Sebagai Media Pada Karya Monoprint
Monoprint termasuk dalam seni modern dan bukan termasuk seni tradisional sertaberada di luar seni grafis konvensional, karena monoprint merupakan upaya seniman untuk“menaikkan” kel...
SENI LUKIS KONSEP DAN METODE
SENI LUKIS KONSEP DAN METODE
Membuat seni lukis sebagai landasan berkarya yang mengikuti kaidah seni lukis dengan baik dan mampu menguasai konsep berkarya dan teknik seni lukis. Selanjutnya seni lukis menjadi ...
KRITIK SENI DAN FUNGSI MELAKUKAN KRITIK SENI
KRITIK SENI DAN FUNGSI MELAKUKAN KRITIK SENI
Art criticism is a process of evaluating and inputting a work of art. The purpose of doing art criticism is to provide improvements to a work of art to make it even better. The met...
Kopi Arabika Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Grafis
Kopi Arabika Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Grafis
ABSTRACTThis article discusses the creation of five graphic artworks that use Arabica coffee as a creative subject. The reason for choosing Arabica coffee as the main subject is be...
Visualisasi Bunga Lily Sebagai Simbol Cinta dalam Penciptaan Karya Seni Grafis Sablon Sublim
Visualisasi Bunga Lily Sebagai Simbol Cinta dalam Penciptaan Karya Seni Grafis Sablon Sublim
Bunga lily adalah bunga musim panas yang memiliki ciri-ciri kelopak bunga yang lebar seperti terompet, memiliki putik yang tumbuh seperti korek api, daunnya hijau terang dan ditopa...
Seni Rupa di Era Disrupsi: Dampak Teknologi dalam Medan Sosial Seni Rupa
Seni Rupa di Era Disrupsi: Dampak Teknologi dalam Medan Sosial Seni Rupa
Era disrupsi melahirkan perubahan besar dalam dunia seni rupa, dipicu oleh perkembangan teknologi digital-virtual dalam revolusi industri 4.0. Artikel ini mengkaji tentang eksisten...
INTERAKSI SIMBOLIK DALAM LUKISAN œKAMPUNG KARO KARYA RASINTA TARIGAN
INTERAKSI SIMBOLIK DALAM LUKISAN œKAMPUNG KARO KARYA RASINTA TARIGAN
Rasinta Tarigan is a Karo artist who created a painting titled œKampung Karo with the romance of Karo people™s lives. He emphasized the cultural values of the Karo people in the ...
11 Identifications of Monoprint Characteristics through Creative Expression and Innovation Technique
11 Identifications of Monoprint Characteristics through Creative Expression and Innovation Technique
Monoprint means the producing a single print of an image. It is possible with other forms of printmaking, such as etching, engraving, silkscreen, lithography and lino printing that...

