Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH DOSIS ABATE TERHADAP JUMLAH POPULASI JENTIK NYAMUK Aedes spp DI KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO

View through CrossRef
Abstract: One way of handling The Dengue Hemorrhagic Fever ( DHF ) is by chemical using abate (temefos 1%). Abate is larvicides to eradicate Aedes spp (Aedes aegypti and Aedes albopictus), which is a vector of dengue disease . This study aims to determine the effect of abated dose in the number of mosquito larvae populations of Aedes spp on Malalayang district of Manado for other research in dengue endemic areas in Jakarta in 2006 by Shinta and Sukowati show tolerances status even tends resistant . This study is an experimental research laboratory. The experiment was conducted with bivariate analytic study design for September 2013 - January 2014 with the location of the research in the laboratory of Parasitology Faculty of Medicine Sam Ratulangi University Manado, which is done by placing abate from 50mg dose/L, 100mg/L, 200mg/L, 300mg/L, 400mg/L , 500mg / L in the larvae of Aedes spp . The results of paired T- test  showed ( p < 0.015 ). Conclusion: There are means that the dose of abate showed significant relationship to the number of mosquito larvae of Aedes spp populations. Keywords: Abate, larvae, Aedes spp     Abstrak: Salah satu pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah dengan pengendalian secara kimiawi menggunakan abate (temefos 1%). Abate merupakan larvasida untuk memberantas Aedes spp (Aedes aegypti dan Aedes albopictus) yang merupakan vektor penyakit DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis abate terhadap jumlah populasi jentik nyamuk Aedes spp dari Kecamatan Malalayang kota Manado karena penelitian di daerah endemis DBD di DKI Jakarta tahun 2006 oleh Shinta dan Sukowati menunjukkan status toleran bahkan cenderung resisten. Penelitian ini adalah suatu penelitian yang bersifat eksperimental laboratorium. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan studi analitik bivariat selama bulan September 2013 - Januari 2014 dengan lokasi penelitian di laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran UNSRAT Manado, yang dilakukan dengan menaruh abate dari dosis 50mg/L, 100mg/L, 200mg/L, 300mg/L, 400mg/L, 500mg/L pada jentik nyamuk Aedes spp. Hasil uji T - berpasangan mendapatkan nilai (p < 0,015). Simpulan: Dapat disimpulkan dosis abate menunjukkan hubungan bermakna pada jumlah populasi jentik nyamuk Aedes spp. Kata kunci: Abate, Larva , Aedes spp
Title: PENGARUH DOSIS ABATE TERHADAP JUMLAH POPULASI JENTIK NYAMUK Aedes spp DI KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO
Description:
Abstract: One way of handling The Dengue Hemorrhagic Fever ( DHF ) is by chemical using abate (temefos 1%).
Abate is larvicides to eradicate Aedes spp (Aedes aegypti and Aedes albopictus), which is a vector of dengue disease .
This study aims to determine the effect of abated dose in the number of mosquito larvae populations of Aedes spp on Malalayang district of Manado for other research in dengue endemic areas in Jakarta in 2006 by Shinta and Sukowati show tolerances status even tends resistant .
This study is an experimental research laboratory.
The experiment was conducted with bivariate analytic study design for September 2013 - January 2014 with the location of the research in the laboratory of Parasitology Faculty of Medicine Sam Ratulangi University Manado, which is done by placing abate from 50mg dose/L, 100mg/L, 200mg/L, 300mg/L, 400mg/L , 500mg / L in the larvae of Aedes spp .
The results of paired T- test  showed ( p < 0.
015 ).
Conclusion: There are means that the dose of abate showed significant relationship to the number of mosquito larvae of Aedes spp populations.
Keywords: Abate, larvae, Aedes spp     Abstrak: Salah satu pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah dengan pengendalian secara kimiawi menggunakan abate (temefos 1%).
Abate merupakan larvasida untuk memberantas Aedes spp (Aedes aegypti dan Aedes albopictus) yang merupakan vektor penyakit DBD.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis abate terhadap jumlah populasi jentik nyamuk Aedes spp dari Kecamatan Malalayang kota Manado karena penelitian di daerah endemis DBD di DKI Jakarta tahun 2006 oleh Shinta dan Sukowati menunjukkan status toleran bahkan cenderung resisten.
Penelitian ini adalah suatu penelitian yang bersifat eksperimental laboratorium.
Penelitian dilaksanakan dengan rancangan studi analitik bivariat selama bulan September 2013 - Januari 2014 dengan lokasi penelitian di laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran UNSRAT Manado, yang dilakukan dengan menaruh abate dari dosis 50mg/L, 100mg/L, 200mg/L, 300mg/L, 400mg/L, 500mg/L pada jentik nyamuk Aedes spp.
Hasil uji T - berpasangan mendapatkan nilai (p < 0,015).
Simpulan: Dapat disimpulkan dosis abate menunjukkan hubungan bermakna pada jumlah populasi jentik nyamuk Aedes spp.
Kata kunci: Abate, Larva , Aedes spp.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Efektifitas Ekstrak Daun Allamanda Cathartica L. Dalam Membasmi Jentik Nyamuk
Efektifitas Ekstrak Daun Allamanda Cathartica L. Dalam Membasmi Jentik Nyamuk
 Penularan vektor nyamuk menimbulkan tiga akibat yaitu ; kesakitan, kecacatan dan kematian. Salah satu cara memutuskan rantai vektor ini, dengan menggunakan larvasida alami yaitu d...
ANALISIS PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE MELALUI MODEL MATEMATIKA SEIRD-ASI
ANALISIS PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE MELALUI MODEL MATEMATIKA SEIRD-ASI
Demam berdarah Demam berdarah adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Dalam kurun waktu 50 tahun terakhir penyebaran penyakit DBD secara global cender...
Pemetaan Habitat Jentik Nyamuk Di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat
Pemetaan Habitat Jentik Nyamuk Di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat
Abstract The environment is an important factor in transmitting vector-borne diseases where an environment is a place of interaction between hosts, agents, and vectors. The existe...
PENGENDALIAN POPULASI NYAMUK DENGAN FERMENTASI OVITRAP LAMPU ORANGE
PENGENDALIAN POPULASI NYAMUK DENGAN FERMENTASI OVITRAP LAMPU ORANGE
Nyamuk mempunyai tubuh kecing dan ringan, bebas berterbangan di udara membuat nyamuk mudah terbawa angin, di malam hari nyamuk terbang menuju arah cahaya. Keberadaan nyamuk bisa me...
Pengaruh Obat Nyamuk Bakar dan Semprot Terhadap Motilitas Sperma Tikus (Rattus norvegicus)
Pengaruh Obat Nyamuk Bakar dan Semprot Terhadap Motilitas Sperma Tikus (Rattus norvegicus)
Gigitan nyamuk dapat membahayakan bagi kesehatan tubuh. Salah satu upaya untuk memberantas nyamuk dalam kehidupan sehari-hari yang umum digunakan adalah dengan menggunakan obat nya...
BAHASA BANTIK DALAM TARIAN TRADISIONAL MAHAMBA DI KECAMATAN MALALAYANG MANADO
BAHASA BANTIK DALAM TARIAN TRADISIONAL MAHAMBA DI KECAMATAN MALALAYANG MANADO
Tarian Mahamba adalah salah satu tarian tradisional masyarakat Bantik, khususnya Malalayang, yang dipentaskan dalam bentuk tari/gerak dan lagu. Penelitian ini khusus pada bahasa ya...

Back to Top