Javascript must be enabled to continue!
Analisis Pemberian Hasil Keuntungan Marhun Oleh Pihak Rahin Pada Objek Gadai Kebun Di Desa Panyindangan: Perspektif Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah
View through CrossRef
Abstract. The practice of pawning clove plantations in Panyinadangan Village, Cisompet District, Garut Regency, is still carried out traditionally without involving formal institutions. In practice, the rahin still gives the profits from the marhun to the murtahin even though the debt has been repaid. This raises problems in terms of sharia economic law. This study aims to determine the implementation of the clove plantation pawn and analyze its suitability with the provisions of the Sharia Economic Law Compilation (KHES). The research uses a qualitative method with a descriptive approach. Data was obtained through interviews, documentation, and literature studies. The results of the study show that the practice of pawning clove plantations is carried out orally, indefinitely, and based on trust, by granting the right to use the garden to the apostate. In general, the contract has fulfilled the principles and requirements of the KHES, but there are irregularities, namely the murtahin still withholds the land certificate even though the debt has been paid off and receives the harvest that should be the right of the rahin. This is contrary to Article 380 and Article 386 paragraph (1) of the KHES. These findings show the importance of sharia law education in traditional pawn practices so as not to harm one party.
Abstrak. Praktik gadai kebun cengkeh di Desa Panyindangan, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, masih dilakukan secara tradisional tanpa melibatkan lembaga formal. Dalam praktiknya, pihak rahin tetap memberikan hasil keuntungan dari marhun kepada murtahin meskipun utang telah dilunasi. Hal ini menimbulkan problematika dari sisi hukum ekonomi syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan gadai kebun cengkeh tersebut serta menganalisis kesesuaiannya dengan ketentuan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik gadai kebun cengkeh dilakukan secara lisan, tanpa batas waktu, dan berdasarkan kepercayaan, dengan pemberian hak pemanfaatan kebun kepada murtahin. Secara umum, akad telah memenuhi rukun dan syarat KHES, namun terdapat penyimpangan, yakni murtahin tetap menahan sertifikat lahan meski utang telah lunas serta menerima hasil panen yang seharusnya menjadi hak rahin. Hal ini bertentangan dengan Pasal 380 dan Pasal 386 ayat (1) KHES. Temuan ini menunjukkan pentingnya edukasi hukum syariah dalam praktik gadai tradisional agar tidak merugikan salah satu pihak.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Analisis Pemberian Hasil Keuntungan Marhun Oleh Pihak Rahin Pada Objek Gadai Kebun Di Desa Panyindangan: Perspektif Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah
Description:
Abstract.
The practice of pawning clove plantations in Panyinadangan Village, Cisompet District, Garut Regency, is still carried out traditionally without involving formal institutions.
In practice, the rahin still gives the profits from the marhun to the murtahin even though the debt has been repaid.
This raises problems in terms of sharia economic law.
This study aims to determine the implementation of the clove plantation pawn and analyze its suitability with the provisions of the Sharia Economic Law Compilation (KHES).
The research uses a qualitative method with a descriptive approach.
Data was obtained through interviews, documentation, and literature studies.
The results of the study show that the practice of pawning clove plantations is carried out orally, indefinitely, and based on trust, by granting the right to use the garden to the apostate.
In general, the contract has fulfilled the principles and requirements of the KHES, but there are irregularities, namely the murtahin still withholds the land certificate even though the debt has been paid off and receives the harvest that should be the right of the rahin.
This is contrary to Article 380 and Article 386 paragraph (1) of the KHES.
These findings show the importance of sharia law education in traditional pawn practices so as not to harm one party.
Abstrak.
Praktik gadai kebun cengkeh di Desa Panyindangan, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, masih dilakukan secara tradisional tanpa melibatkan lembaga formal.
Dalam praktiknya, pihak rahin tetap memberikan hasil keuntungan dari marhun kepada murtahin meskipun utang telah dilunasi.
Hal ini menimbulkan problematika dari sisi hukum ekonomi syariah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan gadai kebun cengkeh tersebut serta menganalisis kesesuaiannya dengan ketentuan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES).
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik gadai kebun cengkeh dilakukan secara lisan, tanpa batas waktu, dan berdasarkan kepercayaan, dengan pemberian hak pemanfaatan kebun kepada murtahin.
Secara umum, akad telah memenuhi rukun dan syarat KHES, namun terdapat penyimpangan, yakni murtahin tetap menahan sertifikat lahan meski utang telah lunas serta menerima hasil panen yang seharusnya menjadi hak rahin.
Hal ini bertentangan dengan Pasal 380 dan Pasal 386 ayat (1) KHES.
Temuan ini menunjukkan pentingnya edukasi hukum syariah dalam praktik gadai tradisional agar tidak merugikan salah satu pihak.
Related Results
Analisis Konsep Gadai dalam Fikih Muamalah di Desa Mekarmukti Kabupaten Bandung Barat
Analisis Konsep Gadai dalam Fikih Muamalah di Desa Mekarmukti Kabupaten Bandung Barat
Abstract. This research was motivated by a pawn transaction in Mekarmukti Village, West Bandung Regency, namely pawning rice fields to two parties with different forms of submissio...
Implementasi Sistem Gadai Emas Pada Pegadaian Syariah Cabang Tuparev-Karawang
Implementasi Sistem Gadai Emas Pada Pegadaian Syariah Cabang Tuparev-Karawang
The problem raised in this study is the application of the gold pawn system at the Sharia Pawnshop Cab. Tuparev Karawang in providing benefits for customers and the risks of pawnin...
Kemapanan dan Daya Saing Pajak Gadai Islam Di Malaysia: Perspektif Perintis
Kemapanan dan Daya Saing Pajak Gadai Islam Di Malaysia: Perspektif Perintis
Pembiayaan pajak gadai konvensional telah wujud sejak abad ke-19 lagi. Namun, praktis pemberian pinjaman daripada pajak gadai konvensional sering dikaitkan dengan penyelewengan dan...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Praktik Gadai Lahan Dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Al-Rahin Di Desa Gapura Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah
Praktik Gadai Lahan Dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Al-Rahin Di Desa Gapura Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan seseorang menggadaikan lahannya, bagaimana pelaksanaan gadai, apakah praktik gadai sudah s...
Praktik Gadai Lahan Dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Al-Rahin Di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat
Praktik Gadai Lahan Dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Al-Rahin Di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan seseorang menggadaikan lahannya, bagaimana pelaksanaan gadai, apakah praktik gadai sudah s...
Pembebanan Gadai Atas Objek Mobil Sewa
Pembebanan Gadai Atas Objek Mobil Sewa
Manusia dalam menjalani kehidupannya mempunyai berbagai macam kebutuhan yang tak terbatas. Hal inilah yang menyebabkan manusia berperilaku konsumtif sehingga manusia akan menghalal...
PRAKTIK GADAI EMAS DI PEGADAIAN SYARIAH UPS PASAR SENTRAL PINRANG DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI ISLAM
PRAKTIK GADAI EMAS DI PEGADAIAN SYARIAH UPS PASAR SENTRAL PINRANG DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI ISLAM
Abstrak
Gadai berasal dari bahasa Arab yaitu al- rahn yang berarti aś-śubūt wa ad-dawām yaitu tetap dan terus menerus. Gadai yang dalam bahasa arabnya adalah rahn adalah dapat di...

