Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengelolaan Media Sosial dalam Penyebaran Informasi oleh Humas Pemerintahan

View through CrossRef
Abstract. In accordance with Presidential Instruction No. 9 of 2015 and PERMAN RB No. 83 of 2012, public relations for government agencies must convey public information through social media. Seeing this, Bandung City Public Relations tried to enforce the policy. Based on the statement above, it can be seen that the purpose of this research is to (1) describe the process of packaging information on government public relations social media; (2) Describe the management of social media by government public relations in loading information from the public; (3) Describe the management of institutional messages by government public relations with the public; (4) Analyze the need to build public opinion through social media. The subjects of this research are employees who are involved in social media management. This study uses a constructivist paradigm, qualitative methods, and The Circular Model for Social Communication. The results of this study are the process of packaging information on Bandung City Public Relations social media consisting of monitoring issues, agenda setting, production, and post-production. Regarding the loading of information from the public, Public Relations of the City of Bandung provides access for the people of the City of Bandung to provide information with a percentage of 20%. In managing institutional messages, Bandung City Public Relations coordinates with OPD, the manager of LAPOR! in 151 sub-districts and 30 sub-districts, and SKPD in Bandung City. Meanwhile, to build public opinion, Bandung City Public Relations partnered with 200 journalist. Abstrak. Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2015 dan PERMAN RB No. 83 Tahun 2012, humas instansi pemerintahan harus menyampaikan informasi publik melalui media sosial. Melihat hal ini, Humas Kota Bandung mencoba untuk meemberlakukan kebijakan tersebut. Berdasarkan pernyataan di atas, dapat diketahui bahwa tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan proses pengemasan informasi pada media sosial humas pemerintahan; (2) Mendeskripsikan pengelolaan media sosial oleh humas pemerintahan dalam memuat informasi dari publiknya; (3) Mendeskripsikan pengelolaan pesan lembaga oleh humas pemerintahan dengan publiknya; (4) Menganalisis diperlukannya membangun opini publik melalui media sosial. Subjek penelitian ini adalah pegawai yang terlibat dalam pengelolaan media sosial. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis, metode kualitatif, dan The Circular Model for Social Communication. Hasil penelitian ini adalah proses pengemasan informasi pada media sosial Humas Kota Bandung terdiri dari monitoring isu, agenda setting, produksi, dan pascaproduksi. Terkait pemuatan informasi dari publiknya, Humas Kota Bandung memberikan akses bagi masyarakat Kota Bandung untuk memberikan informasinya dengan persentase sebesar 20%. Dalam pengelolaan pesan lembaga, Humas Kota Bandung berkoordinasi dengan OPD, pengelola LAPOR! di 151 kecamatan dan 30 kelurahan, dan SKPD Kota Bandung. Sedangkan, untuk membangun opini publik, Humas Kota Bandung bermitra dengan 200 wartawan.
Title: Pengelolaan Media Sosial dalam Penyebaran Informasi oleh Humas Pemerintahan
Description:
Abstract.
In accordance with Presidential Instruction No.
9 of 2015 and PERMAN RB No.
83 of 2012, public relations for government agencies must convey public information through social media.
Seeing this, Bandung City Public Relations tried to enforce the policy.
Based on the statement above, it can be seen that the purpose of this research is to (1) describe the process of packaging information on government public relations social media; (2) Describe the management of social media by government public relations in loading information from the public; (3) Describe the management of institutional messages by government public relations with the public; (4) Analyze the need to build public opinion through social media.
The subjects of this research are employees who are involved in social media management.
This study uses a constructivist paradigm, qualitative methods, and The Circular Model for Social Communication.
The results of this study are the process of packaging information on Bandung City Public Relations social media consisting of monitoring issues, agenda setting, production, and post-production.
Regarding the loading of information from the public, Public Relations of the City of Bandung provides access for the people of the City of Bandung to provide information with a percentage of 20%.
In managing institutional messages, Bandung City Public Relations coordinates with OPD, the manager of LAPOR! in 151 sub-districts and 30 sub-districts, and SKPD in Bandung City.
Meanwhile, to build public opinion, Bandung City Public Relations partnered with 200 journalist.
Abstrak.
Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2015 dan PERMAN RB No.
83 Tahun 2012, humas instansi pemerintahan harus menyampaikan informasi publik melalui media sosial.
Melihat hal ini, Humas Kota Bandung mencoba untuk meemberlakukan kebijakan tersebut.
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat diketahui bahwa tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan proses pengemasan informasi pada media sosial humas pemerintahan; (2) Mendeskripsikan pengelolaan media sosial oleh humas pemerintahan dalam memuat informasi dari publiknya; (3) Mendeskripsikan pengelolaan pesan lembaga oleh humas pemerintahan dengan publiknya; (4) Menganalisis diperlukannya membangun opini publik melalui media sosial.
Subjek penelitian ini adalah pegawai yang terlibat dalam pengelolaan media sosial.
Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis, metode kualitatif, dan The Circular Model for Social Communication.
Hasil penelitian ini adalah proses pengemasan informasi pada media sosial Humas Kota Bandung terdiri dari monitoring isu, agenda setting, produksi, dan pascaproduksi.
Terkait pemuatan informasi dari publiknya, Humas Kota Bandung memberikan akses bagi masyarakat Kota Bandung untuk memberikan informasinya dengan persentase sebesar 20%.
Dalam pengelolaan pesan lembaga, Humas Kota Bandung berkoordinasi dengan OPD, pengelola LAPOR! di 151 kecamatan dan 30 kelurahan, dan SKPD Kota Bandung.
Sedangkan, untuk membangun opini publik, Humas Kota Bandung bermitra dengan 200 wartawan.

Related Results

Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Upaya Edukasi Pencegahan Penyebaran COVID-19
Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Upaya Edukasi Pencegahan Penyebaran COVID-19
Abstract. All efforts have been made by the central and regional governments to break the chain of the spread of COVID-19. In this case, the public relations of the Cimahi city gov...
Perspektif Masyarakat Terhadap Humas Dalam Penggunaan Media Sosial
Perspektif Masyarakat Terhadap Humas Dalam Penggunaan Media Sosial
Di era digital, media sosial memainkan peran penting dalam komunikasi publik, termasuk dalam bidang Hubungan Masyarakat (Humas). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspek...
Strategi Komunikasi Publik Humas Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam Meningkatkan Reputasi Di Masyarakat
Strategi Komunikasi Publik Humas Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam Meningkatkan Reputasi Di Masyarakat
Bupati Sidoarjo, Muhdlor Ali, tentu agar reputasi Kabupaten Sidoarjo dipandang baik oleh masyarakat maka membutuhkan peranan humas. Humas memiliki peran antara lain sebagai jembata...
Strategi Media Relations Humas MPR RI dalam Membangun Citra Institusi tahun 2024
Strategi Media Relations Humas MPR RI dalam Membangun Citra Institusi tahun 2024
Penelitian ini membahas strategi media relations Humas MPR RI dalam membangun citra institusi tahun 2024. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengevaluasi strategi medi...
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
Keterbukaan informasi ini harus dikawal secara serentak oleh publik dan badan publik, keterbukaan informasi mampu mensejahterakan masyarakat, menjadi alat menuju pada percepatan pe...
Peran Humas dalam Perspektif Islam dalam Studi Kasus di Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Barat dalam Pelaksanaan Pemilu
Peran Humas dalam Perspektif Islam dalam Studi Kasus di Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Barat dalam Pelaksanaan Pemilu
Abstract. This dissertation explores the field of public relations by analyzing its role from an Islamic perspective, with a specific focus on the Election Supervisory Board in Wes...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Manajemen Humas Dalam Membangun Citra (Image Building) di SD IT Al Manar Pangkalan Bun
Manajemen Humas Dalam Membangun Citra (Image Building) di SD IT Al Manar Pangkalan Bun
SD IT Al Manar Pangkalan Bun berkomitmen kuat mengembangkan lembaga pendidikan terbaik. Dengan latar belakang konsep yang diniatkan melahirkan generasi teladan yang cerdas, beriman...

Back to Top