Javascript must be enabled to continue!
Pengabdian Masyarakat Melalui Pengadaan Sosialisasi Memahami Pentingnya Kepemilikan Surat Tanah dan Bangunan dalam Rangkang Pemulihan Pasca Gempa Cianjur
View through CrossRef
Gempa dan Likuifaksi di Cianjur Tahun 2022 menyebabkan mayoritas bidang tanah tidak bisa di identifikasi batas-batas bidang tanahnya secara kadastral. Jumlah gempa yang tinggi disebabkan karena Indonesia berada di Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire), sehingga tidak luput dari ancaman gempa. Cianjur diguncang gempa sebesar 5,6 SR dengan kedalaman 10 km pada saat pertama kali gempa, terhitung telah terjadi 406 kali gempa susulan. Gempa tersebut menyebabkan berbagai kerusakan dan korban jiwa, dan kondisi paling parah melanda Kecamatan Cugenang. Gempa tersebut berakibat pada kerusakan bangunan yang menyebabkan beberapa kampung harus relokasi. Salah satu diantaranya di Desa Nagrak ini ada satu wilayah yang harus dilakukan relokasi tempat tinggal yang mencakup satu RT, yaitu yang terletak di Dusun 4 tepatnya di RW 16 RT 02. Tidak hanya tempat tinggal saja, melainkan Kawasan pertanian juga ikut di relokasi. Jadi beberapa permasalahan mungkin saja terjadi dalam jangka waktu yang lama, karena relokasi tersebut belum diketahui apakah sepadan dengan luas tanah yang sebelumnya. Dengan ini tujuan dari pengabdian masyarakat ini memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai memahami pentingnya kepemilikan surat tanah dan bangunan ini sangat relevan dilakukan terkait permasalahan yang terjadi di Desa Nagrak. Hasil yang diperoleh pencapaian dari sosialisasi yaitu mendapatkan pemahaman mengenai kepemilikan surat tanah dan bangunan pasca gempa Cianjur terutama bagi masyarakat yang dilakukan relokasi tempat tinggal ke tempat yang lebih aman.
Kata Kunci: gempa bumi, relokasi, kepimilikan tanah dan bangunan
Nusa Putra University
Title: Pengabdian Masyarakat Melalui Pengadaan Sosialisasi Memahami Pentingnya Kepemilikan Surat Tanah dan Bangunan dalam Rangkang Pemulihan Pasca Gempa Cianjur
Description:
Gempa dan Likuifaksi di Cianjur Tahun 2022 menyebabkan mayoritas bidang tanah tidak bisa di identifikasi batas-batas bidang tanahnya secara kadastral.
Jumlah gempa yang tinggi disebabkan karena Indonesia berada di Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire), sehingga tidak luput dari ancaman gempa.
Cianjur diguncang gempa sebesar 5,6 SR dengan kedalaman 10 km pada saat pertama kali gempa, terhitung telah terjadi 406 kali gempa susulan.
Gempa tersebut menyebabkan berbagai kerusakan dan korban jiwa, dan kondisi paling parah melanda Kecamatan Cugenang.
Gempa tersebut berakibat pada kerusakan bangunan yang menyebabkan beberapa kampung harus relokasi.
Salah satu diantaranya di Desa Nagrak ini ada satu wilayah yang harus dilakukan relokasi tempat tinggal yang mencakup satu RT, yaitu yang terletak di Dusun 4 tepatnya di RW 16 RT 02.
Tidak hanya tempat tinggal saja, melainkan Kawasan pertanian juga ikut di relokasi.
Jadi beberapa permasalahan mungkin saja terjadi dalam jangka waktu yang lama, karena relokasi tersebut belum diketahui apakah sepadan dengan luas tanah yang sebelumnya.
Dengan ini tujuan dari pengabdian masyarakat ini memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai memahami pentingnya kepemilikan surat tanah dan bangunan ini sangat relevan dilakukan terkait permasalahan yang terjadi di Desa Nagrak.
Hasil yang diperoleh pencapaian dari sosialisasi yaitu mendapatkan pemahaman mengenai kepemilikan surat tanah dan bangunan pasca gempa Cianjur terutama bagi masyarakat yang dilakukan relokasi tempat tinggal ke tempat yang lebih aman.
Kata Kunci: gempa bumi, relokasi, kepimilikan tanah dan bangunan.
Related Results
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
KEBIJAKAN PEMULIHAN SEKTOR PARIWISATA PASCA BENCANA ALAM GEMPA BUMI DI PULAU LOMBOK
KEBIJAKAN PEMULIHAN SEKTOR PARIWISATA PASCA BENCANA ALAM GEMPA BUMI DI PULAU LOMBOK
Bencana Gempa dapat menyebabkan timbulnya krisis kepariwisataan. Dampaknya terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara karena bencana gempa tersebut. Gempa Lombok berd...
Pemecahan Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Perorangan Lebih dari 5 (Lima) Bidang di Desa Babakancaringin Cianjur dalam Terwujudnya Kepastian Hukum
Pemecahan Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Perorangan Lebih dari 5 (Lima) Bidang di Desa Babakancaringin Cianjur dalam Terwujudnya Kepastian Hukum
Abstract .The process of splitzing land ownership certificates is regulated in the Regulation of the Head of the National Land Agency of the Republic of Indonesia Number 1 of 2010 ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Kesesuaian Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Bendungan Karian dengan UU Pengadaan Tanah di Kabupaten Lebak
Kesesuaian Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Bendungan Karian dengan UU Pengadaan Tanah di Kabupaten Lebak
Land Acquisition Law Article 15 Paragraph (1) of Law Number 2 of 2012 concerning Land Acquisition for Development in the Public Interest regulates the Land Acquisition P...
SISTEM INFORMASI PENDATAAN SURAT PADA INSTANSI PEMERINTAHAN
SISTEM INFORMASI PENDATAAN SURAT PADA INSTANSI PEMERINTAHAN
Sebuah instansi membutuhkan sistem informasi yang dapat membantu dalam pengelolaan surat. Pengelolaan surat di instansi yang menggunakan manual sering terjadi kesalahan dalam penyi...
"Menganalisis Perbandingan Kurva Hazard Menggunakan Fungsi Atenuasi"
"Menganalisis Perbandingan Kurva Hazard Menggunakan Fungsi Atenuasi"
Papua merupakan daerah rawan gempa di Indonesia karena letaknya berada di jalur tektonik aktif sehingga menyebabkan daerah papua rawan terjadinya gempa. Upaya peningkatan mitigasi ...

