Javascript must be enabled to continue!
Analisis ABC Dalam Perencanaan Pengadaan Perbekalan Farmasi di Puskesmas Gamping 1 Yogyakarta
View through CrossRef
Dalam pelaksanaan tugas pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai (BMHP), Puskesmas perlu melakukan manajemen Puskesmas secara efektif dan efisien. Salah satu kegiatannya adalah manajemen inventaris farmasi. Pada penelitian ini dilakukan analisis ABC dalam perencanaan pengadaan sediaan farmasi dan BMHP di Puskesmas Gamping I Yogyakarta Periode Januari-Desember 2021. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengelompokkan item secara ABC berdasarkan nilai investasi serta proporsi persentase setiap kelompok sediaan farmasi dan BMHP di Puskesmas.
Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan analisis secara deskriptif menggunakan data kuantitatif yang dilakukan secara retrospektif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan apoteker unit farmasi Puskesmas, sedangkan data sekunder bersumber dari riwayat pengadaan sediaan farmasi dan BMHP berdasarkan LPLPO Puskesmas tersebut selama periode Januari-Desember 2021.
Hasil menunjukkan bahwa untuk kategori sediaan farmasi, sebesar 0,73% item dari jumlah keseluruhan termasuk dalam kelompok A. Kelompok B terdiri dari 9 item dan kelompok C 127 item. Untuk BMHP, persentase kelompok A adalah sebesar 16,67% dari total persediaan yang berjumlah 54 item. Kelompok B dengan persentase 22,22% dan kelompok C 61,11%.
Kata kunci: Analisis ABC, perencanaan pengadaan
Title: Analisis ABC Dalam Perencanaan Pengadaan Perbekalan Farmasi di Puskesmas Gamping 1 Yogyakarta
Description:
Dalam pelaksanaan tugas pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai (BMHP), Puskesmas perlu melakukan manajemen Puskesmas secara efektif dan efisien.
Salah satu kegiatannya adalah manajemen inventaris farmasi.
Pada penelitian ini dilakukan analisis ABC dalam perencanaan pengadaan sediaan farmasi dan BMHP di Puskesmas Gamping I Yogyakarta Periode Januari-Desember 2021.
Tujuannya adalah untuk mengetahui pengelompokkan item secara ABC berdasarkan nilai investasi serta proporsi persentase setiap kelompok sediaan farmasi dan BMHP di Puskesmas.
Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan analisis secara deskriptif menggunakan data kuantitatif yang dilakukan secara retrospektif.
Data primer diperoleh melalui wawancara dengan apoteker unit farmasi Puskesmas, sedangkan data sekunder bersumber dari riwayat pengadaan sediaan farmasi dan BMHP berdasarkan LPLPO Puskesmas tersebut selama periode Januari-Desember 2021.
Hasil menunjukkan bahwa untuk kategori sediaan farmasi, sebesar 0,73% item dari jumlah keseluruhan termasuk dalam kelompok A.
Kelompok B terdiri dari 9 item dan kelompok C 127 item.
Untuk BMHP, persentase kelompok A adalah sebesar 16,67% dari total persediaan yang berjumlah 54 item.
Kelompok B dengan persentase 22,22% dan kelompok C 61,11%.
Kata kunci: Analisis ABC, perencanaan pengadaan.
Related Results
The Canberra Bubble
The Canberra Bubble
According to the ABC television program Four Corners, “Parliament House in Canberra is a hotbed of political intrigue and high tension … . It’s known as the ‘Canberra Bubble’ and i...
EVALUASI KETEPATAN PERENCANAAN DAN PENGADAAN CODEIN DI APOTEK X KOTA MATARAM PERIODE SEPTEMBER 2023
EVALUASI KETEPATAN PERENCANAAN DAN PENGADAAN CODEIN DI APOTEK X KOTA MATARAM PERIODE SEPTEMBER 2023
Codein merupakan narkotik golongan III yang banyak diresepkan untuk pengobatan beberapa penyakit di Nusa Tenggara Barat seperti ISPA, batuk dan nyeri otot. Peningkatan pelayanan ...
Dampak Kebijakan Pengadaan Obat Pada Puskesmas di Jakarta Era Jaminan Kesehatan Nasional
Dampak Kebijakan Pengadaan Obat Pada Puskesmas di Jakarta Era Jaminan Kesehatan Nasional
Obat merupakan input penting dalam pelayanan kesehatan. Bila obat tidak tersedia, dapat berpengaruh negatif terhadap hasil terapi pasien. Tujuan penelitian observasional ini adalah...
Dampak Kebijakan Pengadaan Obat Pada Puskesmas di Jakarta Era Jaminan Kesehatan Nasional
Dampak Kebijakan Pengadaan Obat Pada Puskesmas di Jakarta Era Jaminan Kesehatan Nasional
Obat merupakan input penting dalam pelayanan kesehatan. Bila obat tidak tersedia, dapat berpengaruh negatif terhadap hasil terapi pasien. Tujuan penelitian observasional ini adalah...
Analisis Service Level Salah Satu Apotek Di Kota Bandung
Analisis Service Level Salah Satu Apotek Di Kota Bandung
Apotek merupakan fasilitas kesehatan yang memiliki tugas klinik dan non klinik. Tugas klinik dari apotek yaitu memberikan pelayanan penyerahan obat serta Bahan Habis Pakai (BHP) ke...
Pemecahan Masalah Penugasan (Assignment Problem) melalui Optimalisasi Penugasan Pejabat Pengadaan pada Pelaksanaan Pengadaan Langsung Secara Transaksional Berdasarkan Jenis Pengadaan Menggunakan Metode Hungarian
Pemecahan Masalah Penugasan (Assignment Problem) melalui Optimalisasi Penugasan Pejabat Pengadaan pada Pelaksanaan Pengadaan Langsung Secara Transaksional Berdasarkan Jenis Pengadaan Menggunakan Metode Hungarian
Capaian kinerja organisasi akan berjalan dengan baik apabila setiap proses/tahapannya dapat diselesaikan tepat waktu. Namun pada pelaksanaannya masih banyak masalah salah satunya a...
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA VLOG (VIDEO BLOGGING) DALAM KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 GAMPING TAHUN AJARAN 2018/2019
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA VLOG (VIDEO BLOGGING) DALAM KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 GAMPING TAHUN AJARAN 2018/2019
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah media Vlog lebih efektif terhadap keterampilan menulis teks narasi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Gamping. Penelitian ini d...
Perlindungan Hukum Bagi PPK Sebagai Penyelenggara Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
Perlindungan Hukum Bagi PPK Sebagai Penyelenggara Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 tahun 2021 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah belum memberikan Perlindungan Hukum terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai Pe...

