Javascript must be enabled to continue!
Hubungan antara Status Gizi dan Kondisi Lingkungan Kerja dengan Produktivitas Pegawai (Studi pada Kantor Ketenagalistrikan di Semarang)
View through CrossRef
Latar belakang: Tingkat produktivitas kerja sangat penting dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai pegawai kantor ketenagalistrikan. Produktivitas kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya status gizi dan kondisi lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan kondisi lingkungan kerja dengan produktivitas pegawai kantor ketenagalistrikan di Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan pendekatan observasional analitik menggunakan rancangan studi cross-sectional. Penelitian dilakukan pada Mei s.d. Juli 2023 dengan populasi seluruh pegawai kantor ketenagalistrikan di Kota Semarang sebanyak 677 pegawai. Variabel bebas adalah status gizi dan kondisi lingkungan kerja, sedang variabel terikatnya adalah produktivitas kerja pegawai kantor ketenagalistrikan di Kota Semarang. Data dalam penelitian ini diambil menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui Google Form kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil: Usia responden dalam penelitian ini diketahui paling muda adalah 25 tahun dan paling tua berusia 57 tahun. Produktivitas kerja pegawai kategori baik lebih banyak pada responden dengan status gizi tidak normal (60%) dibandingkan responden dengan status gizi kategori normal (55,10%). Produktivitas kerja pegawai kategori baik lebih banyak pada responden yang mendapatkan kondisi lingkungan kerja yang baik (75%) dibandingkan responden yang mendapatkan kondisi lingkungan kerja yang kurang (31,30%). Hasil analisis bivariat pada penelitian di kantor ketenagalistrikan Semarang menunjukkan secara statistik tidak ada hubungan antara status gizi dengan produktivitas pegawai (nilai p = 1,000) dan ada hubungan antara kondisi lingkungan kerja dengan produktivitas pegawai (nilai p = 0,000).Simpulan: Pada kantor ketenagalistrikan di Semarang, diketahui bahwa terdapat hubungan antara kondisi lingkungan kerja dengan produktivitas kerja pegawai (nilai p = 0,000), sedang status gizi tidak berhubungan secara statistik (nilai p = 1,000). Melihat adanya hubungan antara lingkungan kerja dengan produktivitas kerja, maka diharapkan ada peningkatan kualitas lingkungan kerja baik secara fisik maupun non fisik sehingga dapat menjadi jembatan peningkatan produktivitas kerja pegawai.Kata kunci: status gizi; lingkungan kerja; produktivitas kerja Title: Employee Productivity in Relation to Nutritional Status and Working Environment Conditions (Study at the Electricity Office in Semarang)Background: In performing duties and responsibilities as an employee of the electricity office, the level of work productivity is crucial. Several factors, such as nutritional status and the conditions of the workplace, can have an effect on work productivity. This study's objective was to examine the relationship between Semarang office workers' nutritional status and working environment conditions and their productivity.Method: This is a quantitative study employing an analytical observational methodology and a cross-sectional design. The study was conducted between May and July of 2023, with a sample size of 677 electricity office employees in Semarang City. The independent variables are nutritional status and working environmental conditions, while the dependent variable is the work productivity of electricity office employees in Semarang City. This study's data were collected via a Google Form questionnaire and analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test.Result: The youngest participant in the research was 25 years old, while the oldest participant was 57 years old. Sixty percent of respondents with an abnormal nutritional status were more productive at work than those with a normal nutritional status (55.10 percent). The work productivity of employees who receive good working conditions is greater (75%) than that of respondents who receive subpar working conditions (31.30%). The results of bivariate analysis in research at the Semarang electricity office show that statistically there is no relationship between nutritional status and employee productivity (p value = 1.000) and there is a relationship between working environmental conditions and employee productivity (p value = 0.000).Conclusion: The Semarang power office found that working environment conditions and staff productivity were significantly associated (p = 0.000), while nutritional status was not (p = 1.000). The association between the work environment and employee productivity suggests that improving the physical and non-physical quality of the workplace will boost productivity.Keywords: nutritional status; work environment; work productivity
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Hubungan antara Status Gizi dan Kondisi Lingkungan Kerja dengan Produktivitas Pegawai (Studi pada Kantor Ketenagalistrikan di Semarang)
Description:
Latar belakang: Tingkat produktivitas kerja sangat penting dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai pegawai kantor ketenagalistrikan.
Produktivitas kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya status gizi dan kondisi lingkungan kerja.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan kondisi lingkungan kerja dengan produktivitas pegawai kantor ketenagalistrikan di Semarang.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan pendekatan observasional analitik menggunakan rancangan studi cross-sectional.
Penelitian dilakukan pada Mei s.
d.
Juli 2023 dengan populasi seluruh pegawai kantor ketenagalistrikan di Kota Semarang sebanyak 677 pegawai.
Variabel bebas adalah status gizi dan kondisi lingkungan kerja, sedang variabel terikatnya adalah produktivitas kerja pegawai kantor ketenagalistrikan di Kota Semarang.
Data dalam penelitian ini diambil menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui Google Form kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square.
Hasil: Usia responden dalam penelitian ini diketahui paling muda adalah 25 tahun dan paling tua berusia 57 tahun.
Produktivitas kerja pegawai kategori baik lebih banyak pada responden dengan status gizi tidak normal (60%) dibandingkan responden dengan status gizi kategori normal (55,10%).
Produktivitas kerja pegawai kategori baik lebih banyak pada responden yang mendapatkan kondisi lingkungan kerja yang baik (75%) dibandingkan responden yang mendapatkan kondisi lingkungan kerja yang kurang (31,30%).
Hasil analisis bivariat pada penelitian di kantor ketenagalistrikan Semarang menunjukkan secara statistik tidak ada hubungan antara status gizi dengan produktivitas pegawai (nilai p = 1,000) dan ada hubungan antara kondisi lingkungan kerja dengan produktivitas pegawai (nilai p = 0,000).
Simpulan: Pada kantor ketenagalistrikan di Semarang, diketahui bahwa terdapat hubungan antara kondisi lingkungan kerja dengan produktivitas kerja pegawai (nilai p = 0,000), sedang status gizi tidak berhubungan secara statistik (nilai p = 1,000).
Melihat adanya hubungan antara lingkungan kerja dengan produktivitas kerja, maka diharapkan ada peningkatan kualitas lingkungan kerja baik secara fisik maupun non fisik sehingga dapat menjadi jembatan peningkatan produktivitas kerja pegawai.
Kata kunci: status gizi; lingkungan kerja; produktivitas kerja Title: Employee Productivity in Relation to Nutritional Status and Working Environment Conditions (Study at the Electricity Office in Semarang)Background: In performing duties and responsibilities as an employee of the electricity office, the level of work productivity is crucial.
Several factors, such as nutritional status and the conditions of the workplace, can have an effect on work productivity.
This study's objective was to examine the relationship between Semarang office workers' nutritional status and working environment conditions and their productivity.
Method: This is a quantitative study employing an analytical observational methodology and a cross-sectional design.
The study was conducted between May and July of 2023, with a sample size of 677 electricity office employees in Semarang City.
The independent variables are nutritional status and working environmental conditions, while the dependent variable is the work productivity of electricity office employees in Semarang City.
This study's data were collected via a Google Form questionnaire and analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test.
Result: The youngest participant in the research was 25 years old, while the oldest participant was 57 years old.
Sixty percent of respondents with an abnormal nutritional status were more productive at work than those with a normal nutritional status (55.
10 percent).
The work productivity of employees who receive good working conditions is greater (75%) than that of respondents who receive subpar working conditions (31.
30%).
The results of bivariate analysis in research at the Semarang electricity office show that statistically there is no relationship between nutritional status and employee productivity (p value = 1.
000) and there is a relationship between working environmental conditions and employee productivity (p value = 0.
000).
Conclusion: The Semarang power office found that working environment conditions and staff productivity were significantly associated (p = 0.
000), while nutritional status was not (p = 1.
000).
The association between the work environment and employee productivity suggests that improving the physical and non-physical quality of the workplace will boost productivity.
Keywords: nutritional status; work environment; work productivity.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI
Salah satu faktor penting dalam mencapai derajat Kesehatan yang optimal yaitu dengan status gizi yang baik. Tingkat pengetahuan gizi mempengaruhi seseorang dalam memilih makanan. B...
PENGARUH KOMPETENSI, KOMITMEN TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA PEGAWAI (STUDI PADA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA MALANG)
PENGARUH KOMPETENSI, KOMITMEN TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA PEGAWAI (STUDI PADA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA MALANG)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui dan menganalisa pengaruh kompetensi terhadap kepuasan kerja, pengaruh komitmen terhadap kepuasan kerja, pengaruh kompetensi terha...
PERBEDAAN PENGETAHUAN GIZI, BODY IMAGE, ASUPAN ENERGI DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWI GIZI DAN NON GIZI UNIVERSITAS DIPONEGORO
PERBEDAAN PENGETAHUAN GIZI, BODY IMAGE, ASUPAN ENERGI DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWI GIZI DAN NON GIZI UNIVERSITAS DIPONEGORO
Latar Belakang: Sebesar 8.7% penduduk usia >18 tahun mengalami gizi kurang. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan utama. Pada...
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA BAPPERIDA KOTA BANDAR LAMPUNG
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA BAPPERIDA KOTA BANDAR LAMPUNG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap produktivitas kerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada BA...
Kebiasaan jajan dan pola makan serta hubungannya dengan status gizi anak usia sekolah di SD Sonosewu Bantul Yogyakarta
Kebiasaan jajan dan pola makan serta hubungannya dengan status gizi anak usia sekolah di SD Sonosewu Bantul Yogyakarta
<p><strong>ABSTRACT</strong></p><p><em><strong>Background</strong>: Elementary school children are in the developmental age, thus ne...
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DESA TEGAK KLUNGKUNG
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DESA TEGAK KLUNGKUNG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ada tidaknya pengaruh lingkungan kerja fisik dan stress kerja terhadap kinerja pegawai. Salah satu aspek pokok dari manajemen yang berka...

