Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Sentimen Berbasis Jaringan LSTM dan BERT terhadap Diskusi Twitter tentang Pemilu 2024

View through CrossRef
Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan peristiwa politik penting yang memicu banyak diskusi di media sosial, terutama di platform seperti Twitter. Analisis sentimen dari diskusi ini dapat memberikan wawasan mengenai pandangan masyarakat terhadap calon, partai, serta isu-isu yang terkait. Penelitian ini berfokus pada penerapan dua model deep learning, yaitu Long Short-Term Memory (LSTM) dan Bidirectional Encoder Representations from Transformers (BERT), untuk menganalisis sentimen diskusi Twitter tentang Pemilu 2024. Kedua model ini dipilih karena kemampuan mereka dalam menangani data teks yang kompleks dan konteks bahasa alami. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari ribuan tweet terkait Pemilu 2024, yang diklasifikasikan ke dalam tiga kategori sentimen, yaitu positif, negatif, dan netral. Data terlebih dahulu diproses melalui tahap pembersihan teks dan tokenisasi. Model LSTM dan BERT dilatih menggunakan dataset ini untuk memprediksi sentimen dengan fokus pada peningkatan akurasi prediksi. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model BERT secara konsisten memberikan performa yang lebih baik dibandingkan dengan LSTM. Model BERT berhasil mencapai akurasi validasi sebesar 76.48% pada epoch kedua, sedangkan model LSTM hanya mencapai akurasi maksimal 87 %. Meskipun demikian, model BERT mulai menunjukkan gejala overfitting pada epoch ketiga, dengan peningkatan nilai loss pada data validasi. Hal ini menunjukkan bahwa tuning lebih lanjut pada hyperparameter seperti jumlah epoch dan learning rate diperlukan untuk meningkatkan generalisasi model. Sementara itu, model LSTM menunjukkan stabilitas yang lebih baik, meskipun akurasinya lebih rendah, terutama dalam menangani dependensi konteks yang lebih sederhana. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa model BERT lebih efektif dalam menangkap konteks kompleks pada teks Twitter terkait Pemilu 2024 dibandingkan dengan LSTM. Namun, tantangan seperti overfitting dan optimasi hyperparameter tetap menjadi perhatian utama. Untuk meningkatkan performa lebih lanjut, perlu dipertimbangkan teknik augmentasi data dan tuning hyperparameter yang lebih optimal. Penelitian ini juga membuka peluang untuk pengembangan model hibrida yang menggabungkan keunggulan LSTM dan BERT dalam analisis sentimen berbasis teks.  
Title: Analisis Sentimen Berbasis Jaringan LSTM dan BERT terhadap Diskusi Twitter tentang Pemilu 2024
Description:
Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan peristiwa politik penting yang memicu banyak diskusi di media sosial, terutama di platform seperti Twitter.
Analisis sentimen dari diskusi ini dapat memberikan wawasan mengenai pandangan masyarakat terhadap calon, partai, serta isu-isu yang terkait.
Penelitian ini berfokus pada penerapan dua model deep learning, yaitu Long Short-Term Memory (LSTM) dan Bidirectional Encoder Representations from Transformers (BERT), untuk menganalisis sentimen diskusi Twitter tentang Pemilu 2024.
Kedua model ini dipilih karena kemampuan mereka dalam menangani data teks yang kompleks dan konteks bahasa alami.
Dataset yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari ribuan tweet terkait Pemilu 2024, yang diklasifikasikan ke dalam tiga kategori sentimen, yaitu positif, negatif, dan netral.
Data terlebih dahulu diproses melalui tahap pembersihan teks dan tokenisasi.
Model LSTM dan BERT dilatih menggunakan dataset ini untuk memprediksi sentimen dengan fokus pada peningkatan akurasi prediksi.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model BERT secara konsisten memberikan performa yang lebih baik dibandingkan dengan LSTM.
Model BERT berhasil mencapai akurasi validasi sebesar 76.
48% pada epoch kedua, sedangkan model LSTM hanya mencapai akurasi maksimal 87 %.
Meskipun demikian, model BERT mulai menunjukkan gejala overfitting pada epoch ketiga, dengan peningkatan nilai loss pada data validasi.
Hal ini menunjukkan bahwa tuning lebih lanjut pada hyperparameter seperti jumlah epoch dan learning rate diperlukan untuk meningkatkan generalisasi model.
Sementara itu, model LSTM menunjukkan stabilitas yang lebih baik, meskipun akurasinya lebih rendah, terutama dalam menangani dependensi konteks yang lebih sederhana.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa model BERT lebih efektif dalam menangkap konteks kompleks pada teks Twitter terkait Pemilu 2024 dibandingkan dengan LSTM.
Namun, tantangan seperti overfitting dan optimasi hyperparameter tetap menjadi perhatian utama.
Untuk meningkatkan performa lebih lanjut, perlu dipertimbangkan teknik augmentasi data dan tuning hyperparameter yang lebih optimal.
Penelitian ini juga membuka peluang untuk pengembangan model hibrida yang menggabungkan keunggulan LSTM dan BERT dalam analisis sentimen berbasis teks.
 .

Related Results

A Twitter Sentimen Analysis on Islamic Banking Using Drone Emprit Academic (DEA): Evidence from Indonesia
A Twitter Sentimen Analysis on Islamic Banking Using Drone Emprit Academic (DEA): Evidence from Indonesia
ABSTRACT The research aimed to identify and collect issues discussed regarding Islamic banking from user activity, sentimen, and content on Twitter. This study used a qualitative a...
resume hukum tatanegara
resume hukum tatanegara
Resume partai politik dan pemilihan umum“Partai politik dan sistem pemilu” Partai politik dan sistem pemilu saling berkaitan satu sama lain. Partai politik tanpa sistem pemilu yang...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
OPTIMALISASI PERAN PEMUDA SEBAGAI GENERASI SADAR PEMILU DALAM MENEKAN JUMLAH PELANGGARAN PEMILU
OPTIMALISASI PERAN PEMUDA SEBAGAI GENERASI SADAR PEMILU DALAM MENEKAN JUMLAH PELANGGARAN PEMILU
Pemilu merupakan hajat kolektif rakyat, sebagai sebuah hajatan yang suci, terhormat dan bermartabat untuk memilih pemimpinnya secara demokratis tidak mudah untuk diwujudkan. Fakta ...
A Sentiment Analysis: History of Islamic Economic Thought
A Sentiment Analysis: History of Islamic Economic Thought
This study reviews the history of Islamic economic thought research in Islamic economics and finance. It uses descriptive statistical analysis based on selected 125 article publica...
URGENSI PENGATURAN TINDAK PIDANA PEMILU ELEKTRONIK PADA PELAKSANAAN PEMILU 2024
URGENSI PENGATURAN TINDAK PIDANA PEMILU ELEKTRONIK PADA PELAKSANAAN PEMILU 2024
Pemanfaatan teknologi pada pelaksanaan Pemilu 2024 perlu didukung pengaturan tindak pidana pemilu elektronik. Tindak pidana pemilu elektronik merupakan ancaman pidana terhadap tind...
resume hukum tatanegara
resume hukum tatanegara
Resume Tentang Pemilihan Umum dan Partai Politik1. Pemilihan UmumPeluang dan tantangan pemilu serentak 2019 dalam perspektif politikINTISARIPemilihan Umum 2019 adalah pemilihan leg...
Alts and Automediality: Compartmentalising the Self through Multiple Social Media Profiles
Alts and Automediality: Compartmentalising the Self through Multiple Social Media Profiles
IntroductionAlt, or alternative, accounts are secondary profiles people use in addition to a main account on a social media platform. They are a kind of automediation, a way of rep...

Back to Top