Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STANDARDISASI BUAH CABE RAWIT HIYUNG (Capsicum frutescens L.) ASAL TAPIN KALIMANTAN SELATAN

View through CrossRef
Cabe rawit hiyung (Capsicum frutescens L.) merupakan cabe rawit lokal khas Tapin, Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai parameter standardisasi simplisia dan ekstrak buah cabe rawit hiyung. Standardisasi dilakukan dengan menetapkan nilai parameter spesifik dan non spesifik simplisia dan ekstrak dari tiga tempat tumbuh yang berbeda yang meliputi uji organoleptik simplisia, uji mikroskopik, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air, susut pengeringan, kadar abu total simplisia, kadar abu tidak larut asam simplisia, cemaran logam berat, pemerian ekstrak, rendemen, skrining fitokimia, pola kromatografi, penentuan kadar flavonoid total, kadar air, kadar abu total ekstrak, dan kadar abu tidak larut asam ekstrak. Hasil uji  standardisasi simplisia dari ketiga desa diperoleh rata-rata berupa serbuk, berwarna kemerahan, rasa sangat pedas, berbau khas, terdapat sel epidermis, hipodermis dan parenkrim mesokarp, kadar sari larut etanol 19,55 ± 1,07%, kadar sari larut dalam air 32,33 ± 2,03%, susut pengeringan 2,22 ± 0,51%, kadar abu total 4,11 ± 0,44%, kadar abu tidak larut asam 0,14 ± 0,01%, cemaran logam berat Pb 2,00 mg/kg dan Cd 4,00 mg/kg. Hasil uji standardisasi ekstrak dari ketiga desa diperoleh rata-rata berupa ekstrak kental, berwarna coklat, rasa sangat pedas, berbau khas, dengan rendemen sebesar 19,19 ± 1,03%, kandungan kimia yang terkandung adalah alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, pola kromatogram dengan nilai Rf 0,18; 0,60; 0,98, kadar flavonoid total yang paling besar yaitu desa Sungai Rutas 0,339%, kadar air 11 ± 0,67%, kadar abu total 7,96 ± 0,80%, dan kadar abu tidak larut asam 0,61 ± 0,05%.
Title: STANDARDISASI BUAH CABE RAWIT HIYUNG (Capsicum frutescens L.) ASAL TAPIN KALIMANTAN SELATAN
Description:
Cabe rawit hiyung (Capsicum frutescens L.
) merupakan cabe rawit lokal khas Tapin, Kalimantan Selatan.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai parameter standardisasi simplisia dan ekstrak buah cabe rawit hiyung.
Standardisasi dilakukan dengan menetapkan nilai parameter spesifik dan non spesifik simplisia dan ekstrak dari tiga tempat tumbuh yang berbeda yang meliputi uji organoleptik simplisia, uji mikroskopik, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air, susut pengeringan, kadar abu total simplisia, kadar abu tidak larut asam simplisia, cemaran logam berat, pemerian ekstrak, rendemen, skrining fitokimia, pola kromatografi, penentuan kadar flavonoid total, kadar air, kadar abu total ekstrak, dan kadar abu tidak larut asam ekstrak.
Hasil uji  standardisasi simplisia dari ketiga desa diperoleh rata-rata berupa serbuk, berwarna kemerahan, rasa sangat pedas, berbau khas, terdapat sel epidermis, hipodermis dan parenkrim mesokarp, kadar sari larut etanol 19,55 ± 1,07%, kadar sari larut dalam air 32,33 ± 2,03%, susut pengeringan 2,22 ± 0,51%, kadar abu total 4,11 ± 0,44%, kadar abu tidak larut asam 0,14 ± 0,01%, cemaran logam berat Pb 2,00 mg/kg dan Cd 4,00 mg/kg.
Hasil uji standardisasi ekstrak dari ketiga desa diperoleh rata-rata berupa ekstrak kental, berwarna coklat, rasa sangat pedas, berbau khas, dengan rendemen sebesar 19,19 ± 1,03%, kandungan kimia yang terkandung adalah alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, pola kromatogram dengan nilai Rf 0,18; 0,60; 0,98, kadar flavonoid total yang paling besar yaitu desa Sungai Rutas 0,339%, kadar air 11 ± 0,67%, kadar abu total 7,96 ± 0,80%, dan kadar abu tidak larut asam 0,61 ± 0,05%.

Related Results

Land suitability evaluation to increase Hiyung cayenne pepper production at Tapin district South Kalimantan Province
Land suitability evaluation to increase Hiyung cayenne pepper production at Tapin district South Kalimantan Province
Tapin is one of the districts in South Kalimantan Province, which has a leading sector in agriculture. The agricultural sector contributed 19.6% of the total GRDP value in 2019 but...
Kompatibilitas persilangan interspesifik pada spesies cabai
Kompatibilitas persilangan interspesifik pada spesies cabai
SariPeningkatan produksi cabai (Capsicum sp.) dapat dilakukan dengan melakukan diversifikasi jenis baru dari hasil persilangan antar spesies. Tujuan penelitian ialah untuk mempelaj...
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Penelitian ini berkenaan [u1] dengan kajian bentuk fisik, jenis, dan fungsi mantra Banjar. Rumusan masalah penelitian ini ada 4, yakni: (1) bagaimanakah bentuk fisik mantra Banjar?...
Swot AHP approach for strategic development of Hiyung cayenne pepper commodity in Tapin Regency South Kalimantan Province
Swot AHP approach for strategic development of Hiyung cayenne pepper commodity in Tapin Regency South Kalimantan Province
Tapin is one of the regencies in South Kalimantan Province, which has a comparative advantage over cayenne pepper. The commodity in question is cayenne pepper with the uniqueness o...
Analisis Fluktuasi Harga Cabai Rawit di Desa kabupaten Polewali Mandar
Analisis Fluktuasi Harga Cabai Rawit di Desa kabupaten Polewali Mandar
Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) adalah salah satu dari sekitar dua puluh hingga tiga puluh spesies tanaman dalam genus Capsicum yang telah banyak dibudidayakan. Cabai rawit, ...
Penerapan Metode Simple Additive Weighting Dalam Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Cabai
Penerapan Metode Simple Additive Weighting Dalam Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Cabai
Abstract: Cayenne pepper cultivation is a very promising unit of activity because cayenne pepper is one of the most frequently used cooking spices. The era of digital transformatio...
PERKEMBANGAN STANDARDISASI TATA RIAS PENGANTIN SOLO BASAHAN
PERKEMBANGAN STANDARDISASI TATA RIAS PENGANTIN SOLO BASAHAN
ABSTRACT Anggun Trisna Shinta Karnelis (Development of Standardization Bridal Makeup basahan Solo). A qualitative study in Surakarta, Central Java (2012). Thesis: Makeup Studies P...

Back to Top