Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STUDI PENCAMPURAN LABU KUNING (Cucurbita Moschata) DENGAN TEPUNG BERAS TERHADAP KARAKTERISTIK BISKUIT YANG DIHASILKAN

View through CrossRef
Tujuan dari penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui penambahan labu kuning tingkat pencampuran dan penambahan labu kuning terhadap perubahankomposisi kimia (kadar air, kadar abu , dan kadar protein) dan profil sensori yangdihasikan (ketampakan, bau dan rasa, sifat tekstural) biskuit labu kuning yangdihasilkan serta menentukan penambahan labu kuning yang tepat dalam pembuatanbiskuit dengan penambahan labu kuning. Rancangan yang digunakan dalampenelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuanyaitu, A= (Labu kuning 30 % + Tepung beras 70 %), B= (Labu kuning 40 % +Tepung beras 60 %), C= (Labu kuning 50 % + Tepung beras 50 %), dan D= (Labukuning 60 % + Tepung beras 40 %). Didalam pelaksanaan penelitian ini tiga tahapyang dilakukan yaitu analiasa biskuit labu kuning kadar air, kadar abu, dan kadarprotein. Sehingga mendapatkan biskuit yang diinginkan. Analisa ini dilakukan untukmenentukan dan mengetahui kadar air, kadar abu, kadar protein dan organoleptik(Warna, tekstur, rasa dan aroma). Hasil terbaik biskuit yaitu perlakuan B 40% Labukuning + 60% Tepung beras. Dengan hasil kadar air 4,80%, kadar abu 0,93% kadarprotein 7,00%, nilai warna 3,6%, tekstur 3,7%, rasa 3,95%, dan aroma 3,8%.
Center for Open Science
Title: STUDI PENCAMPURAN LABU KUNING (Cucurbita Moschata) DENGAN TEPUNG BERAS TERHADAP KARAKTERISTIK BISKUIT YANG DIHASILKAN
Description:
Tujuan dari penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui penambahan labu kuning tingkat pencampuran dan penambahan labu kuning terhadap perubahankomposisi kimia (kadar air, kadar abu , dan kadar protein) dan profil sensori yangdihasikan (ketampakan, bau dan rasa, sifat tekstural) biskuit labu kuning yangdihasilkan serta menentukan penambahan labu kuning yang tepat dalam pembuatanbiskuit dengan penambahan labu kuning.
Rancangan yang digunakan dalampenelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuanyaitu, A= (Labu kuning 30 % + Tepung beras 70 %), B= (Labu kuning 40 % +Tepung beras 60 %), C= (Labu kuning 50 % + Tepung beras 50 %), dan D= (Labukuning 60 % + Tepung beras 40 %).
Didalam pelaksanaan penelitian ini tiga tahapyang dilakukan yaitu analiasa biskuit labu kuning kadar air, kadar abu, dan kadarprotein.
Sehingga mendapatkan biskuit yang diinginkan.
Analisa ini dilakukan untukmenentukan dan mengetahui kadar air, kadar abu, kadar protein dan organoleptik(Warna, tekstur, rasa dan aroma).
Hasil terbaik biskuit yaitu perlakuan B 40% Labukuning + 60% Tepung beras.
Dengan hasil kadar air 4,80%, kadar abu 0,93% kadarprotein 7,00%, nilai warna 3,6%, tekstur 3,7%, rasa 3,95%, dan aroma 3,8%.

Related Results

substitusi tepung labu kuning(cucurbita moschata flour) pada pembuatan pie susu
substitusi tepung labu kuning(cucurbita moschata flour) pada pembuatan pie susu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan tingkat kesukaan masyarakat pada pie susu tepung labu kuning dilihat dari segi rasa, tekstur, warna, aroma, bentuk, dan kema...
PEMANFAATAN LABU KUNING DALAM PEMBUATAN KUE BEBAS GLUTEN
PEMANFAATAN LABU KUNING DALAM PEMBUATAN KUE BEBAS GLUTEN
Kue (cake) merupakan kudapan yang berkarakteristik lembut dan halus, dengan rasa yang cenderung manis. Sebagai jajanan yang populer di kalangan masyarakat, umumnya bahan dasar yang...
Kualitas Cookies Berbahan Campuran Tepung Labu Kuning
Kualitas Cookies Berbahan Campuran Tepung Labu Kuning
Cookies adalah kue kering yang bertekstur renyah, berbentuk pipih dan biasanya berbentuk kecil. Pada umumnya cookies berbahan tepung terigu. Namun kalori yang terkandung dalam tepu...
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Merah Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Merah Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan  peningkatan kadar glukosa di dalam darah, erat kaitannya dengan mengkonsumsi karbohidrat yang berlebihan. Karbohidrat merup...
Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia
Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia
Komoditas beras menjadi sumber pangan utama bagi 95 persen penduduk di Indonesia. Produksi padi tahun 2013 diperkirakan sebesar 70,87 juta ton gabah kering giling (GKG) setara deng...
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang Raja sebagai bahan pembuatan pellet dan mengetahui bagaimana cara pembuatan pellet kulit pisang raja dan untuk menge...
Analisis Neraca Beras di Kabupaten Banjar
Analisis Neraca Beras di Kabupaten Banjar
Pemenuhan kebutuhan beras di masa mendatang akan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berhubungan dengan penawaran dan permintaan beras, baik yang diproduksi sendiri-sendiri maupun ...

Back to Top