Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakterisasi Asap Cair Tempurung Kelapa

View through CrossRef
Abstract. This study aimed to characterize liquid smoke derived from coconut shells. The process included pyrolysis to produce liquid smoke, followed by organoleptic tests (form, color, and aroma) and physical characterization (pH, density, acid content, and phenol level). Organoleptic tests showed that the liquid smoke appeared as a clear brown liquid with a strong, distinctive aroma. The physical tests revealed a pH of 5.45, density of 1.078 g/mL, acid content of 3.6%, and phenol content of 3.2%. According to Indonesian National Standard (SNI) 06-3731-1995, food-grade liquid smoke should have a pH range of 2.0–3.5 and a minimum phenol content of 2% for effective antimicrobial action. The results indicated that the sample met the phenol requirement but had a slightly higher pH than recommended. However, this can be improved through further distillation or fractionation. Based on its chemical profile and bioactive content, coconut shell liquid smoke shows strong potential as a natural preservative with broad-spectrum antimicrobial properties, suitable for development in food and health-related applications. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi asap cair dari tempurung kelapa. Metode yang digunakan meliputi proses pirolisis untuk menghasilkan asap cair, dilanjutkan dengan uji organoleptik (bentuk, warna, dan aroma) serta uji karakterisasi fisik (pH, densitas, kandungan asam, dan fenol). Hasil organoleptik menunjukkan bahwa asap cair memiliki bentuk cairan berwarna coklat bening dengan aroma menyengat yang khas. Uji karakterisasi menunjukkan nilai pH 5,45, densitas 1,078 g/mL, kandungan asam 3,6%, dan kandungan fenol 3,2%. Berdasarkan SNI 06-3731-1995, asap cair untuk aplikasi pangan idealnya memiliki pH antara 2,0–3,5 dan kandungan fenol minimal 2%. Dengan demikian, asap cair tempurung kelapa telah memenuhi standar kandungan fenol, namun memiliki pH yang sedikit lebih tinggi dari standar. Nilai pH ini masih dapat diturunkan melalui proses fraksinasi atau penyulingan lanjutan. Berdasarkan karakteristik fisik, kimia, dan kandungan senyawa bioaktifnya, asap cair ini memiliki potensi sebagai pengawet alami dengan aktivitas antimikroba yang luas, serta layak untuk dikembangkan lebih lanjut dalam bidang pangan maupun kesehatan.
Title: Karakterisasi Asap Cair Tempurung Kelapa
Description:
Abstract.
This study aimed to characterize liquid smoke derived from coconut shells.
The process included pyrolysis to produce liquid smoke, followed by organoleptic tests (form, color, and aroma) and physical characterization (pH, density, acid content, and phenol level).
Organoleptic tests showed that the liquid smoke appeared as a clear brown liquid with a strong, distinctive aroma.
The physical tests revealed a pH of 5.
45, density of 1.
078 g/mL, acid content of 3.
6%, and phenol content of 3.
2%.
According to Indonesian National Standard (SNI) 06-3731-1995, food-grade liquid smoke should have a pH range of 2.
0–3.
5 and a minimum phenol content of 2% for effective antimicrobial action.
The results indicated that the sample met the phenol requirement but had a slightly higher pH than recommended.
However, this can be improved through further distillation or fractionation.
Based on its chemical profile and bioactive content, coconut shell liquid smoke shows strong potential as a natural preservative with broad-spectrum antimicrobial properties, suitable for development in food and health-related applications.
Abstrak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi asap cair dari tempurung kelapa.
Metode yang digunakan meliputi proses pirolisis untuk menghasilkan asap cair, dilanjutkan dengan uji organoleptik (bentuk, warna, dan aroma) serta uji karakterisasi fisik (pH, densitas, kandungan asam, dan fenol).
Hasil organoleptik menunjukkan bahwa asap cair memiliki bentuk cairan berwarna coklat bening dengan aroma menyengat yang khas.
Uji karakterisasi menunjukkan nilai pH 5,45, densitas 1,078 g/mL, kandungan asam 3,6%, dan kandungan fenol 3,2%.
Berdasarkan SNI 06-3731-1995, asap cair untuk aplikasi pangan idealnya memiliki pH antara 2,0–3,5 dan kandungan fenol minimal 2%.
Dengan demikian, asap cair tempurung kelapa telah memenuhi standar kandungan fenol, namun memiliki pH yang sedikit lebih tinggi dari standar.
Nilai pH ini masih dapat diturunkan melalui proses fraksinasi atau penyulingan lanjutan.
Berdasarkan karakteristik fisik, kimia, dan kandungan senyawa bioaktifnya, asap cair ini memiliki potensi sebagai pengawet alami dengan aktivitas antimikroba yang luas, serta layak untuk dikembangkan lebih lanjut dalam bidang pangan maupun kesehatan.

Related Results

STUDI PENGOLAHAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA DENGAN METODE PIROLISIS UNTUK MENGHASILKAN ASAP CAIR
STUDI PENGOLAHAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA DENGAN METODE PIROLISIS UNTUK MENGHASILKAN ASAP CAIR
Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar di dunia, salah satu daerah yang menghasilkan kelapa adalah Sumatera barat. Bertambahnya produksi kelapa, maka bertambahnya lim...
Pemanfaatan Asap Cair Tempurung Kelapa Sebagai Pestisida Organik Terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera Litura F.)
Pemanfaatan Asap Cair Tempurung Kelapa Sebagai Pestisida Organik Terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera Litura F.)
This study aims to determine the effect of the concentration of liquid smoke coconut shell on mortality against armyworm. Research conducted at the Chemical Laboratory of the State...
Pemanfaatan Briket Arang Tempurung Kelapa Sebagai Sumber Energi Alternatif
Pemanfaatan Briket Arang Tempurung Kelapa Sebagai Sumber Energi Alternatif
ABSTRACT: The use of charcoal briquettes contributes to the reduction of dependence on petroleum and gas fuels, especially for small urban communities while at the same time suppor...
Iptek bagi Masyarakat Produsen Tempurung Kelapa Desa Murangan
Iptek bagi Masyarakat Produsen Tempurung Kelapa Desa Murangan
<p>Briket tempurung kelapa wilayah DIY merupakan pangsa pasar potensial bagi perajin arang tempurung kelapa. Briket diperoleh dengan menggiling arang tempurung kelapa kemudia...
Studi Karakteristik Bio-briket Berbahan Baku Limbah Kulit Batang Sagu dan Tempurung Kelapa
Studi Karakteristik Bio-briket Berbahan Baku Limbah Kulit Batang Sagu dan Tempurung Kelapa
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik biobriket yang dihasilkan dari kombinasi limbah kulit batang sagu dan tempurung kelapa. Metode yang digunakan dalam pene...
Karakteristik Fisiko Kimia Dan Polisiklik Aromatik Hidrokarbon Ikan Julung (Hemirhampus marginatus) Asap Cair Cangkang Pala
Karakteristik Fisiko Kimia Dan Polisiklik Aromatik Hidrokarbon Ikan Julung (Hemirhampus marginatus) Asap Cair Cangkang Pala
Tujuan penelitian yaitu: menentukan konsentrasi dan lama perendaman dalam larutan asap cair yang optimum melalui percobaan untuk mengaplikasikan asap cair hasil pirolisis cangkang ...
Pelatihan Kerajinan Tempurung Kelapa DI Desa Tianyar
Pelatihan Kerajinan Tempurung Kelapa DI Desa Tianyar
ABSTRAK Tujuan umum dari pengabdian ini adalah untuk memberikan peluang usaha baru bagi kelompok Sri Amerta Sari dan Karya Santhi di desa Tianyar dengan memberikan pelatihan keraji...
Pemberdayaan Kelompok Tani Rahmat II Melalui Pemanfaatan Limbah Tempurung dan Sabut Kelapa
Pemberdayaan Kelompok Tani Rahmat II Melalui Pemanfaatan Limbah Tempurung dan Sabut Kelapa
Desa Manyampa adalah salah satu wilayah bagian dari Kecamatan Ujungloe yang memiliki luas Wilayah 42 Km persegi dengan 25% merupakan area pertanian kelapa. Berdasarkan survey lapan...

Back to Top